This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Monday,December 29 2014

Message

The World is Shaking, Indonesia is Standing!

October 18 2012 | By


Oleh  Hermawan Kartajaya

 

Pada Oktober 2012 lalu, saya nonton dua konser kelas dunia di Jakarta. Pertama, Maroon 5. Yang kedua, David Guetta! Semula Maroon 5 hanya main sekali saja di Indonesia. Tapi karena ada demand yang begitu kuat akhirnya mereka main hingga dua kali di Indonesia. Padahal tiketnya dibanderol jutaan rupiah. Itu pun saya tidak bisa mendapatkan tiket festival, tempat semua orang bisa ber-party ria.

Saya harus puas duduk di bagian atas sekali, sebelah kiri panggung.Jadi hanya bisa melihat aksi Adam Levine yang sexy itu dari pinggir. Yang hebat lagi, hampir semua orang bisa nyanyi bareng dia. Sedangkan saya tidak mengerti apa judul dari lagu-lagu itu. Untung saja, lagu paling akhir saya masih mengerti, yaitu “Move like Jagger”.

Lain lagi dengan konser David Guetta di Echo Park, Ancol Jakarta. Paling sedikit ada 30.000 orang yang membanjiri Ancol mulai pukul 19.00 WIB. Harga tiket yang dijual Rp 500.000 kayaknya jadi 'murah' bagi penonton yang sebagian besar anak muda itu. Padahal buat saya yang pada tanggal 18 November tahun ini genap berusia 65 tahun, acara ini sangat menguras tenaga.

Mulai datang sampai menunggu David Guetta keluar pada pukul 01.00 dini hari, saya harus berdiri dan terus merangsek ke depan panggung. Para DJ lokal dan internasional menggoyang semua orang untuk menunggu sang superstar yang ternyata baru tiba di Jakarta pukul 23.00 Wib dari Johor Baru.

Ketika DJ Alesso pamit, maka semua orang pun jadi histeris melihat intro permainan musik dan lampu David Guetta. Semuanya sontak berloncat-loncat sambil mengangkat tangan ke atas ketika David memulai konsernya dengan lagu Titanium.

Saya melihat David seperti 'nabi' baru bagi para anak muda itu. Ketika dia mengangkat tangan, semua mengangkat tangan. Ketika dia menulis kata-kata 'make some noise', semua berteriak-teriak. Ketika dia mengecilkan suara musik, semua langsung bernyanyi.

Wow! Seru banget pokoknya!

Karena kelelahan, saya hanya bertahan selama tiga puluh menit lalu pulang. (Lihat rekaman pribadi saya menggunakan iPhone di link: http://goo.gl/0V92m). Padahal, David Guetta main sampai pukul 04.00 subuh.

@JAKARTA BARU, INDONESIA BARU!

Inilah Jakarta Baru, bahkan Indonesia baru. Tanggal 15 Oktober 2012 lalu, Jakarta memang memiliki gubernur dan wakil gubernur baru yang datang dari Solo dan Belitung Timur.

Saya masih ingat tanggal 14 Mei 1998, ketika saya bersama Michael Hermawan ,Jacky Mussry dan Taufik menonton secara 'live' kerusuhan Jakarta dari kantor MarkPlus lantai lima Gedung Dharmala Shakti -sekarang Intiland- di Jalan Jenderal Sudirman.

Sorenya, setelah agak mereda dan Jakarta menjadi ghost town, saya bertiga bersama Mike dan Jacky harus menyusuri Jalan Jenderal Sudirman dengan ketakutan. Malam itu saya dan Mike mengungsi dan tidur di apartemen Jacky di Jalan Talang Betutu, Jakarta Pusat.

Karenanya, saya tidak pernah menyangka dalam kurun waktu hanya 14 tahun, Jakarta punya seorang wakil gubernur yang panggilannya Ahok! Padahal saya masih ingat dengan segar ketika berdiri bersama Mike menyaksikan kerusuhan Jakarta dengan pemandangan asap kebakaran di mana-mana.

Saya berkata pada Mike yang baru beberapa bulan merampungkan Master dari Kellogg Business School untuk membesarkan hatinya. "Jangan takut! Justru sekarang Indonesia ada di titik nadir. Tidak ada lagi jalan ke bawah, yang ada hanya ke atas.Dan akan lahir Indonesia Baru!” Dan itu menjadi kenyataan sekarang!

Walaupun Pak SBY sekarang bukanlah “local media darling” lagi, tapi harus diakui bahwa dalam delapan tahun terakhir ini Indonesia menjadi “international media darling”. Bulan lalu saya bertemu dengan Professor Edward Lezear dari Stanford University, yang merupakan mantan penasehat Presiden Barack Obama di Singapura.

Dia mengatakan, mau pakai 'leadership style' apapun, yang penting orang luar melihat Indonesia sekarang 'poltically stable' dan 'economically sustainable'! Korupsi memang masih atau tambah banyak di berita-berita. Tapi orang luar melihat ada kemajuan karena berani membongkar-nya.

Zaman ini jauh lebih baik dibandingkan jaman Pak Harto, yang 'politically fragile' dan 'economically vulnerable' walaupun kelihatan 'leadership style' beliau mantap! Waktu itu korupsi tidak 'dibongkar' karena tidak ada yang berani.

"Bukan berarti kami tidak tahu bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih tebang pilih. Tapi itu lebih bagus daripada tidak berani menebang sama sekali seperti dulu," kata Professor Edward Lezear.  Terus terang saya agak terkejut dengan pernyataan itu.

Tapi, ya, itulah Indonesia Baru yang diuntungkan dengan terjadinya krisis Eropa, stagnasinya Amerika, dan melandainya pertumbuhan Tiongkok dan India. Hampir tiap minggu, kantor MarkPlus, Inc. Jakarta didatangi orang asing yang minta bantuan karena mau masuk ke Indonesia. Mendadak saja, Indonesia menjadi “beautiful girl” di mata investor dunia!

Karena itulah bukan hanya Maroon 5 dan David Guetta yang mau datang ke Indonesia. Tapi ada Jennifer Lopez alias J Lo, Sting, Michael Learn to Rock, dan masih banyak lagi. Bahkan David Foster pun bakal datang lagi untuk ketiga kalinya!

Walaupun Lady Gaga dan Paris Hilton batal ke Indonesia, tapi ternyata hal itu tidak menyurutkan minat artis dunia lain. Meskipun sering ada demo brutal dan tawuran pelajar di berbagai kota, orang muda Indonesia merupakan kekuatan civil society, sekaligus cultural power dari Indonesia Baru, yang makin horizontal, inklusif dan sosial.

Orang Muda (YOUTH) bersama Perempuan (WOMEN) dan Penggiat Internet (NETIZEN) Indonesia adalah pelestari Sumpah Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 lalu. SATU NUSA, SATU BANGSA, DAN SATU BAHASA, INDONESIA!

Suku Bangsa, Agama, Ras dan Adat-istiadat memang beragam. Karenanya, YWN sebagai kekuatan Indonesia Baru harus memperbaharui janji Sumpah Pemuda, mumpung sudah ada Jakarta Baru di bawah Jokowi-Basuki!

 

@MEMARKETINGKAN INDONESIA BARU!

Nah, dalam situasi semacam itulah, maka acara tahunan akbar The MarkPlus Conference untuk ke delapan kalinya akan digelar di Pacific Place pada 13 December 2013 mulai pukul 8.00 pagi hingga 18.00 petang! Tema besarnya? The World is Shaking, Indonesia is Standing! Bumi Gonjang-ganjing, Indonesia tetap Tegak Berdiri!

Setelah melewati tiga kuartal, maka saya yakin tahun ini Indonesia akan jadi runner-up pertumbuhan Ekonomi Dunia di kelompok G-20, sesudah Tiongkok, dan melampaui India. Bahkan berbagai lembaga luar negeri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan tinggi pada tahun 2013 nanti.

Sementara itu, orang luar sudah tidak khawatir lagi walaupun tensi politik di tahun 2013 sudah mulai memanas. Bahkan mereka yakin, di samping dua mesin ekonomi, yaitu domestic spending dan foreign investment, mesin ketiga yaitu government spending on infrastructure bakal digenjot.

Logikanya sederhana! Pemerintah SBY-Boediono harus meninggalkan 'legacy' sebelum turun, karena itu tahun depan merupakan tahun terakhir sebelum Pemilu 2014 berlangsung. Dengan tiga mesin utama itu, saya yakin tema The MarkPlus Conference 2013 kali ini akan semakin mantap!

Saya juga akan mempresentasikan arahan Marketing in Indonesia 2013 yang berjudul: "Marketing: Into Technology and Innovation". Ini saatnya bagi dunia usaha dan para profesional untuk berpikir teknologi dan inovatif. Berpikir teknologi artinya ada platform konektivitas untuk menyongsong “Booming Indonesia Baru” tiga sampai lima tahun mendatang. Berpikir inovatif artinya memperkuat diferensiasi terus menerus dengan melakukan pilihan jalur inovasi yang pas dan sesuai dengan situasi perusahaan dan lanskap industri masing-masing.

Pada hari itu, Pak Dahlan Iskan sebagai Marketer of the Year 2010 dan Ketua Dewan Juri akan mengumumkan para Marketer of the Year 2012 dari enam kategori. Yaitu  FSI (Financial Service Industry), ATL (Automotive, Transportation & Logistic), CHM (Communications, High Tech & Media), HPC (Healthcare, Pharmaceutical & Consumer), RES (Resources & Utilities), dan GPS (Government & Public Services). Dari enam kategori itu, kami akan menentukan juara umum.

Keempat Marketer of the Year yang sudah diberi kepercayaan menjadi pejabat publik lebih tinggi, seperti Pak Chairul Tanjung, Sapta Nirwandar dan Joko Widodo (plus Pak Dahlan) juga akan diundang. Setelah itu, akan ada berbagai break-out sessions dengan berbagai panelis.

Yang menarik kali ini, Direktur Utama PT Telkom Indonesia Tbk. Arief Yahya akan menjelaskan “Paradox Marketing” yang bukunya juga akan diluncurkan di sesi pagi bersama buku saya tentang PT Pos Indonesia. Professor Mohan Sawhney dari Kellogg School of Management juga akan muncul di sesi “Innovation Radar”.

Dari para peserta yang berjumlah 5.000 orang -seperti tahun-tahun lalu-, sudah terdaftar berbagai profesor dan top executives dari Jepang, Korea, Tiongkok, Muangthai, Singapura, Malaysia, Srilanka dan lainnya. Mereka semuanya ingin meng-update tentang Indonesia Baru ini.

Konferensi terakbar se-Asia ini akan ditutup dengan panel diskusi dari 8 ketua asosiasi Industri tentang prediksi masing-masing untuk tahun 2013. Inilah kesempatan bagi Anda untuk ikut menghadiri, memasarkan, dan mendapatkan FBI (Friend, Business, Idea) baru.

Selain itu, masih ada bonus lain. Karena semua pemegang tiket The MarkPlus Conference boleh menikmati 'The Real WOW Party 2012' di tempat yang sama, mulai pkl 20.00 sampai 22.00 wib.

WOW adalah singkatan The Real Wonders of the World, di mana akan ada penghargaan terhadap destinasi-destinasi pariwisata Indonesia yang sangat unik di mata dunia. Tak hanya itu, juga akan ada penghargaan terhadap '50 YWN Ambassador in Creative Tourism' dari seluruh Indonesia.

Dan acara intinya adalah “The Great Indonesian Songbook: Sound from the East” yang akan menampilkan artis-artis dari Indonesia Timur dan Ambon, termasuk Molucca Bamboowind Orchestra pimpinan Maynart Reinold Nathaniel Alfons, Gleen Fredly, dan juga Bob Tutupoli. Pokoknya heboh!

See you all on 13th December! Don't miss it!

 

Keterangan foto: Foto karya Aditya Wardhana. Sumber Ilustrasi: http://www.photoburst.net/travel-photography/2010/10/our-flag-banten-indonesia-canon-30d-tamron-70-300mm-aditya-wardhana/

writer, blogger, journalist, social media lover

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day
Upcoming Events