This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Monday,September 01 2014

Marketeers & The City

Bangun Bandara Baru, Bali Dorong Ekonomi Wilayah Utara

February 28 2013 | By Nalendra Pradono
Sumber Ilustrasi: http://www.hoteldomestik.com/wp-content/uploads/2010/04/bali_airport1.jpg


Rencana pemerintah membangun bandara baru bertaraf internasional di Bali Utara akhirnya berujung kejelasan. Pemerintah pusat menjadwalkan peletakkan batu pertama proyek bandara internasional di Buleleng, Bali. Seperti yang dikutip dari beritabali.com, Presiden Komisaris Angkasa Pura bersama Direktur Angkasa Pura sempat meninjau sejumlah titik lokasi di kawasan Kututambahan, Buleleng.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menyatakan pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan pada bulan depan (Februari) akan mengundang Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana bersama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait ke Jakarta untuk memastikan lokasi proyek pembangunanan Bandara Internasional tersebut.

Saat ini, propinsi Bali bagian utara memiliki ekonomi yang relatif kurang berkembang dibandingkan Bali bagian selatan. Hal ini karena gerbang akses ke Bali via udara hanya terlayani oleh satu bandara, yaitu Bandara International Ngurah Rai meskipun banyak potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di Bali Utara. Selain itu, pekerjaan rumah penting lainnya dalam mengembangkan potensi Bali Utara diantaranya adalah infrastruktur pendukung seperti jalan serta promosi. Pemerintah harus memikirkan bagaimana memasarkan tempat-tempat petensial untuk menarik wisatawan.

Wakil Gubernur Bali, Anak Agung Puspayoga, menyatakan pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2012 mengalami peningkatan, namun angka kemiskinan justru meningkat. Pembangunan Bandara di Buleleng diharapkan dapat mendorong ekonomi Bali Utara yang mayoritas penduduknya masih terjerat kemiskinan.

 

Nalendra Pradono

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

Sehebat-hebatnya pemerintah, ia hanya membawa 1/4 perubahan. 1/4 lagi ada di bisnis, 1/4 lagi ada di civil society movement seperti ormas dan komunitas. Dan 1/4 lagi ada di media

-Ridwan Kamil, Walikota Bandung-