This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Monday,September 01 2014

Manifesto

Be Intuitive, NOT Interpretative

April 22 2013 | By Sigit Kurniawan
Tulisan berikut merupakan prinsip ke-4 dari 18 prinsip yang patut diperhatikan marketer dalam "Pemasaran untuk Kaum Venusian." Pada tulisan sebelumnya, disinggung bahwa pemasar di lanskap pasar perempuan, harus mampu membangun manfaat emosional kepada para pelanggannya. Manfaat emosional inilah yang dibutuhkan untuk membangun ikatan kuat antara merek dengan pelanggannya.

Pada prinsip ke-4, pemasar harus bisa mempertajam dan menggunakan daya intuitifnya untuk menangkap aneka peluang di pasar. "To be a winner in Venus, you need to hone and sharpen your intuition!" demikian maksud dari penggunaan daya intuisi tersebut.

Salah satu bisnis yang sukses berkat daya intuisi adalah Starbucks. Boleh dikatakan bila Howard Schultz tidak melihat peluang dari konsep unik minum kopi, mungkin Starbucks tidak bakal besar dan ekspansif seperti sekarang ini. Dengan daya intuisinya, Schultz menangkap aneka peluang dari fenomena kopi yang ia jumpai. Pada tahun 1982, misalnya, ia melancong ke Italia dan terkesan dengan bar-bar espresso di Milan. Dia kemudian mengembangkan ide bar kopi di Milan dan mewujudkannya dalam konsep baru di Seattle. Dari kota inilah, Starbucks lahir dan berekspansi ke seluruh dunia.

Hidup di era sekarang akan dijejali dengan proses serba instan. Instan, instan, dan instan. Demikian kehidupan kontemporer saat ini. Sebab itu, gerak dan pengambilan keputusan secara cepat dibutuhkan. Pada tahap inilah, peran intuisi menjadi penting.

Otak manusia itu mirip sebuah komputer. Paling tidak ada strategi komputer yang bisa dipraktikkan. Pertama, strategi sadar di mana kesadaran ini berbasiskan pengalaman belajar. Strategi ini logis dan definitif. Kedua, strategi intuitif yang beroperasi secara lebih cepat. Ini memengaruhi keputusan otak manusia untuk menentukan pilihan-pilihan khusus.

Bila dikaitkan dengan laki-laki dan perempuan, perempuan memiliki daya intuisi yang lebih tajam ketimbang laki-laki. Dalam kehidupan keseharian, intuisi seorang ibu biasanya lebih tajam ketimbang ayah. Sebab itu, pemasar di lanskap Venusian harus menyadari hal ini. Lebih dari itu, pemasar kalau mau sukses di era serba cepat ini, harus bisa mempertajam dalam mempergunakan intuisinya.

Ada tiga hal yang layak diperhatikan pemasar dalam kaitannya dengan penggunaan daya intuisi di pasar Venusian ini:

1. Pemasar harus melatih dan mempertajam daya intuisinya. Bercarapandanglah secara lebih luas seperti sebuah helikopter dengan jangkauan pandang yang luas. Dengan pandangan ini, pemasar bisa melihat nilai-nilai yang dimiliki pelanggan secara menyeluruh.

2. Untuk menjadi lebih intuitif, Anda harus "turun gunung" alias terjun ke pasar. Di pasar, pemasar bisa berdialog langsung dengan para pelanggan, membangun percakapan, berdiskusi, mengenal kompetisi, menemukan insights, dan dengan demikian mempertajam intuisi.

Sumber Ilustrasi: http://365daysofinspiration.files.wordpress.com

Sigit Kurniawan

Writer, Journalist, Free Thinker. Twitter: @sigit_kurniawan

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Persaingan di perbankan Indonesia sangat ketat. Kalau bank tidak berinovasi, pasti akan ketinggalan."

-Abdul Rachman, Direktur PT Bank Mandiri, Tbk-