Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Celebrate Chinese New Year With No Shark Fin Soup!



 

Snorkling bareng hiu1 Celebrate Chinese New Year With No Shark Fin Soup!

Penangkaran hiu di Karimunjawa, Jepara. (Marketeers Images/Bowo Hartanto)

The-Marketeers.com - Bangsa Cina yang pertama kali mengolah shark fin atau sirip hiu menjadi sup sejak Dinasti Sung. Menu ini semula dihidangkan hanya pada saat-saat khusus saja, seperti pesta pernikahan dan pesta perayaan lainnya.

Selain menjadi lambang kemakmuran bagi tuan rumah yang mengadakan pesta, shark fin soup juga menjadi symbol prestige di Cina. Spesies tertentu, seperti sirip Hammerhead, Blue sharks dan Mako dijual dengan harga jutaan rupiah tiap kilogramnya.

Secara tradisional di Cina, biasanya sirip hiu yang didapat langsung dikuliti terlebih dahulu. Teksturnya yang kenyal seperti perpaduan antara jelly dengan karet.

Pada dasarnya sirip hiu ini tidak memiliki rasa yang khas, kecuali sedikit aroma ikan didalamnya. Sehingga perlu dibumbui dan dikeringkan untuk mendapatkan citarasa yang diinginkan.

Tingginya permintaan terhadap sup ini lebih disebabkan kepercayaan tradisional akan manfaat sup ini tanpa bukti ilmiah yang jelas. Dengan menjadikan sirip hiu menu favorite, maka mengancam kelestarian predator di laut. Saat ini, jumlah spesies hiu dengan status terancam punah dialami lebih dari 200 dari sekitar 350 spesies yang terdata.

Menurut data wildaid. 73 juta hiu dibunuh setiap tahun. Banyak dari para pemburu mengambil siripnya saja, kemudian dilempar kembali ke laut dan dibiarkan hiu itu mati. Hiu berperan menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga fungsinya sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem laut untuk tetap sehat. Pada tahun 2011, Bintang NBA Yao Ming dan entrepreneur Richard Branson pun turut mengkampanyekan antiperburuan hiu.

Seperti yang di rilis Straits Times. Baru-baru ini, Carrefour Singapura hadapi aksi boikot. Aktivis lingkungan, blogger, dan para pecinta hiu menyerukan aksi boikot kepada Carrefour. ini terjadi setelah toko eceran kedua terbesar di Singapura itu menjual produk sirip hiu di outletnya. Ya, Sirip hiu menjadi hidangan lezat yang dicari di Singapura, dalam perayaan-perayaan Imlek dan resepsi pernikahan.

Ya, terkait dengan artikel Richard Branson. Kini bisnis yang mengusung ramah lingkungan menjadi pilihan yang tepat. Bagaimana dengan Indonesia yang mendekati tahun baru Imlek 2563? Sebagai pecinta hiu, M-Green ingin mengucapkan Celebrate Chinese New Year With No Shark Fin Soup!

TWITTER REACTIONS

COMMENTS