This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Saturday,July 26 2014

Youth StartUp Icon 2013

Concepto Laundry & Dryclean, Binatu Dengan Nuansa Hijau

May 21 2013 | By Hendra Soeprajitno
Sydney Samba, Concepto Laundry & Dryclean


Bisnis binatu memang bukanlah hal baru. Namun, lain halnya jika Anda menentukan sebuah positioning dan diferensiasi dalam produk Anda. Tentu saja, dengan dua kunci itu, bisnis binatu yang Anda jalankan hadir dengan warna yang berbeda.

Ya, itulah yang dilakukan Sydney Samba ketika mendirikan Concepto Laundry & Dryclean yang menyelipkan gagasan go green dalam bisnis binatunya. Lantas apa alasan dan kisah Sydney membangun bisnis ini? Simak penuturannya yang disampaikan kepada Marketeers dalam rangka Youth Start Up Icon 2013:

 

Bagaimana latar belakang bisnis Anda?

Saya percaya bahwa kesuksesan sebuah usaha terletak pada kualitas, konsistensi, dan inovasi. Hal tersebutlah yang menjadi pijakan saya dalam merintis bisnis eco-friendly laundry & dryclean bernama Concepto  yang merupakan pencetus bisnis laundry kiloan ramah lingkungan pertama di Yogyakarta bahkan mungkin di Indonesia.

Pada awalnya bisnis ini hanyalah sebuah 'proyek' idealis pribadi untuk mengaktualisasikan gagasan young-green entrepreneurship yang saya pandang sebagai sebuah solusi kongkrit  untuk mengatasi berbagai persoalan klasik yang dihadapi di status quo sepertii  pengangguran, kemiskinan, serta kerusakan lingkungan sebagai ekses dari pendekatan ekonomi konvensional yang cenderung destruktif dan eksploitatif.

Harapannya melalui bisnis yang saya rintis ini akan ada lebih banyak pemuda yang terpanggil untuk ikut bersama-sama membangun perekonomian daerah dengan semangat untuk berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sehingga  persoalan-persoalan diatas pada akhirnya dapat teratasi bersamaan dengan waktu.

Bagaimana pencapaian yang sudah Anda dapatkan selama ini?

Berangkat dari keyakinan akan tingginya demand masyarakat, khususnya mahasiswa terhadap jasa binatu kiloan, maka saya dan seorang rekan yang saat itu masih sama-sama berusia 20 tahun dan berstatus sebagai mahasiswapun memberanikan diri untuk membuka sebuah usaha eco-friendly laundry & dryclean bernama Concepto yang pada awalnya hanya beroperasi di sebuah ruang usaha 'mini'  berukuran 3 x 4 meter di J. Pandega Marta no. 98 – Pogung Lor, Sleman.

Langkah tersebut bisa dibilang sangat nekat mengingat status Yogyakarta merupakan pionir untuk bisnis laundry kiloan di Indonesia sehingga tidak mengherankan bila terdapat begitu banyak pemain yang turut terlibat dalam ceruk bisnis ini, termasuk di antaranya adalah beberapa nama jaringan waralaba besar yang semakin meningkatkan tensi persaingan. Namun dengan persiapan dan strategi yang matang sejak awal, saya selaku in charge person untuk divisi manajerial yakin bahwa usaha dan kerja keras kami tidak akan sia-sia.

Alasannya sederhana, karena kami memiliki positioning yang tegas yakni menyasar segmetasi pasar yang belum banyak digarap di status quo yakni mahasiswa menengah atas serta kelompok masyarakat yang memiliki concern terhadap isu lingkungan. Benar saja, belum genap 9 bulan berdiri usaha kami telah berhasil membuka cabang kedua persis di sebelah workshop pertama kami untuk menegaskan posisi Concepto  sebagai market leader berdasarkan volume produksi untuk wilayah Jakal – Monjali yang dikenal sebagai salah satu konsentrasi bisnis laundry & dryclean di Yogyakarta.

Berapa karyawan yang Anda pekerjakan?

Saat ini di usianya yang baru menginjak 2 tahun, Concepto ibarat 'bayi ajaib' yang berkembang sangat cepat dengan mempekerjakan lebih dari 15 orang karyawan di 4 buah cabang yang tersebar di beberapa lokasi di Yogyakarta yang melayani ribuan Sahabat Concepto ( sebutan untuk pelanggan reguler ).

Di samping  eco-friendly laundry & dryclean saat ini saya pribadi juga tengah merintis usaha lain dibidang kuliner bernama Burjo Mang Dikdik yang baru berjalan sekitar 1 bulan, harapannya kedepan usaha terbaru saya ini dapat segera mengikuti jejak kesuksesan yang berhasil bukukan oleh Concepto.

Apa yang telah Anda lakukan dalam mengangkat perekonomian daerah Anda?

Kontribusi ekonomi yang saya  hasilkan melalui bisnis eco-friendly & dryclean serta kuliner yang saya rintis saat ini jelas adalah keterserapan tenaga kerja seperti yang menjadi tujuan esensial dari konsep young-green entrepreneurship, di mana mayoritas  merupakan penduduk lokal yang sebelumnya  menganggur, di samping mahasiswa yang mebutuhkan pekerjaan part time untuk mendapatkan  pemasukan tambahan.

Masifnya perkembangan usaha yang saat ini saya rintis juga menarik perhatian banyak pihak. Buktinya tercatat lebih dari 20 tim dari beberapa universitas seperti UGM, UAJY, Sadhar, UNY, telah meneliti berbagai hal terkait dengan operasionalisasi bisnis serta profil saya sebagai pengusaha muda untuk kepentingan akademis mereka,  di samping berbagai liputan  media seperti Metro TV dan beberapa majalah lokal.

Hal ini jelas dapat menjadi motivasi yang positif bagi masyarakat terutama generasi muda untuk ikut terjun membangun ekonomi daerah dengan mengutamakan kelestarian lingkungan serta kepentingan sosial.

Apa motivasi Anda dalam mengikuti kontes ini, dan kenapa Anda layak disebut sebagai  ikon wirausaha muda di dunia startup dari kota Anda?

Motivasi terbesar saya untuk ikut dalam kontes ini  adalah untuk dapat memperoleh pengalaman serta mengembangkan jaringan secara lebih luas. Selain untuk dapat menjadi role model konsep young-green entrepreneurship, saya berharap bisa memotivasi generasi muda untuk dapat berkontribusi positif bagi sesamanya dan tentunya lingkungan melalui aktivitas bisnis yang dijalani.

Saya merasa layak menjadi Youth Start-Up Icon 2013 karena saya secara konsisten telah menunjukan passion saya di bidang young-green entrepreneurship  di samping aksi konkrit saya mensosialisasikan konsep tersebut kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda secara berkelanjutan.

Hendra Soeprajitno

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Salesman yang baik adalah yang telinganya gede, artinya mau mendengarkan konsumen"

-Suparno Djasmin, CEO PT Astra International Tbk- Daihatsu Sales Operation-