Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



[Outlook 2012] Dahlan: Jangan Bekerja pada Skala Rata-rata!



“Setelah investment grade, mau ngapain? Saya kira biasa-biasa saja. Yakni, kerja, kerja, dan kerja. Yang penting, apakah setelah ig ini, apakah kita bisa melonjak? Intinya, kita sering tergiur oleh statistik yang mengatakan rata-rata. Misalnya, perekonomian Indonesia tumbuh 6,5 persen. Tidak semua tumbuh dengan angka tersebut. Yang penting kita lakukan adalah kita tetap bekerja. Ayo, kita jangan hanya 6,5 persen. Kalau cuma angka itu, berarti kita bekerja hanya pada angka rata-rata. Padahal selalu ada peluang untuk berada di atas rata-rata. Kuncinya, bekerja, bekerja, bekerja,” kata Mentri BUMN Dahkan Iskan dalam Financial Lecture bertajuk “Pasca-Investment Grade, what’s next?” di Ritz-Carlton, Pacific Place, Rabu (18/01/2012).

Menyinggung kekawatiran pengusaha pada krisis Eropa dan AS, Dahlan optimistis Indonesia tidak terlalu berpengaruh karena kondisi ekonomi Indonesia yang tumbuh positif. BUMN, sambung Dahlan, akan mengambil peran untuk menghadang gelombang krisis ekonomi di Eropa dan AS dengan membuka bisnis-bisnis baru di beberapa tempat. Caranya misalnya, Antam, akan membuka tambang di Halmahera. Mereka tidak sekadar berpegang pada formalitas. Kita perlu menyelami kebatinan calon partner, agar kita bisa cepat mengambil langkah dan keputusan bisnis.

“Keluhan pengusaha selama ini adalah soal suku bunga. Dan, tidak gampang menurunkan suku bunga ini. Itu tergantung dari pertimbangan perbankan,” kata Dahlan.

Selain itu, Dahlan mengajak swasta untuk terus mengembangkan iklim investasi Indonesia dan jangan terlalu panik. Ke depan, Dahlan, paling lambat akhir tahun depan, ekonomi Indonesia mampu mengalahkan Spanyol. “Apa pun untuk maju, ada yang harus kita kalahkan,” tandas Dahlan.

Soal situasi politik, Dahlan mengajak untuk tak terlalu merisaukan. Ia menegarai dunia politik dan ekonomi berjalan terpisah. Meskipun, politik kacau balau, tapi ekonomi Indonesia tumbuh terus. Dengan begitu, sambung Dahkan, Indonesia sedang memasuki fase negara modern. “Kalau kita lihat berita televisi, betapa carut marutnya Indonesia. Tapi, mari kita lihat realitas yang sebenarnya. Banyak hal positif yang layak kita sadari,” kata Dahkan.

Dahlan juga memaparkan kondisi masyarakat kecil yang masuk dalam lingkaran setan yang mana mendapat penghasilan pas-pasan dari pekerjaan tapi penghasilan itu habis untuk membiayai transportasi untuk bekerja. “Dalam kondisi ini, sepeda motor telah melakukan revolusi di kalangan bawah. Motor bisa didapatkan dengan gampang dan murah. Dengan sepeda motor ini, masyarakat bawah memiliki mobilitas lebih tinggi dan bisa melakukan aktivitas lain untuk kehidupannya. Mereka layak diperhatikan dan sekali lagi, jangan terlalu memikirkan politik, ” kata Dahlan.

TWITTER REACTIONS

COMMENTS