Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Dari Krisis ke Krisis



IMG 0260 Dari Krisis ke KrisisEkonomi dunia sedang mengalami krisis menuju krisis. Krisis di sisi positif merupakan dinamisator bagi  pertumbuhan ekonomi. Sementara, kapitalisme tanpa krisis itu bagaikan agama tanpa neraka. Demikian sapaan pembuka dari pengamat ekonomi Faisal Basri dalam Marketeers Dinner Seminar bertajuk “Indonesia Economic Outlook 2012″ di FourSeasons Hotel, Jakarta, Selasa (29/11/2011).

Faisal Basri menyebut krisis 2008 yang ditandai dengan bangkrutnya Lehman Brothers.Krisis ini menyebabkan likuiditas global. Krisis ini kemudian berpengaruh pada bailout korporasi keuangan, penaikan deposit guarantee, injeksi likuiditas, penurunan suku bunga global, maupun regulasi di pasar saham.  Krisis tahun 2011 yang ditandai dengan krisis utang Yunani dan melahirkan gejolak krisis keuangan negara-negara di Eropa. “Krisis ini akan semakin akrab, semantara magnitudenya saja yang berbeda,” kata Faisal Basri.

Pada tahun 2008-2009, di hadapan krisis global tersebut, pemerintah Indonesia melakukan upaya untuk solusi. Ekspor Indonesia anjlok, sementara di bidang moneter dan perbankan, terjadi penurunan BI rate, upaya menaikkan deposite guarantee LPS menjadi Rp 2 miliar, menyelamatkan Bank Century lantaran dianggap dalam situasi sistemik, dan sebagainya.

Berhadapan dengan krisis 2011, sambung Faisal Basri, tidak memunculkan bank sistemik di Eropa yang terkapar. Sementara, injeksi likuiditas dolar dan Euro oleh Bank Sentral cukup berperan. Selanjutnya, ada perluasan mandat dan nilai EFSF (European Financial Stability Facility) secara signifikan dari Euro 440 miliar menjadi Euro 1 triliun.  Uniknya, China yang mempunyai pertumbuhan ekonomi gemilang merasa gengsi untuk mengulurkan bantuan.

Faisal Basri juga melihat penyatuan mata uang Eropa membuat proses penyesuaian terhalang. Sementara, bailout menjadi sangat mahal dan berat untuk mengatasi krisis baru ini. Pemerintah Yunani berupaya melakukan bailout, tapi rakyatnya menolaknya.

Sementara, krisi yang melanda Amerika Serikat sekarang ini tidak mempunyai dampak yang lebih buruk. “Ini adalah masalah struktural di Amerika Serikat, yakni pengangguran dan pajak,” kata Faisal Basri.

TWITTER REACTIONS

COMMENTS