This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Thursday,October 02 2014

Movement

Dibayangi Kenaikan Inflasi, Industri Kamera Stagnan

April 24 2013 | By Hendra Soeprajitno
Canon EOS 6D


Banyak pelaku bisnis yang memprediksi bahwa kenaikan Upah Minimum Regional (UMR) bakal mengerek daya beli konsumen Indonesia. Namun, prediksi terkadang tidak sama dengan kenyataan.

Merry Harun, Canon Division Director PT Datascrip mengatakan bahwa industri elektronik, antara lain kamera tidak mencatatkan pertumbuhan pada kuartal pertama 2013 ini. “Bahkan jika dibandingkan periode yang sama setahun lalu, angkanya justru sedikit turun,” katanya.

Kondisi ini tidak terlepas dari naiknya angka inflasi pada tahun 2013 ini. Kondisi itu semakin diperparah oleh isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. “BBM belum naik, namun harga barang sudah banyak yang naik. Jadi UMR lari ke kebutuhan pokok,” kata Merry.

Terkait industri kamera, Merry mengatakan saat ini, kamera low end masih menguasai pasar  secara nasional. “Pangsa pasarnya sekitar 50%. Sedangkan kamera high end 40%. Sisanya dikuasai oleh medium end,” katanya.

Meskipun menjadi penguasa pasar, industri kamera low end tengah menghadapi ancaman serius. “Ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa kamera handphone sudah sangat canggih,” katanya. Sedangkan untuk kamera high end sendiri pasarnya masih terbuka lebar seiring semakin terjangkaunya produk ini. “Kamera DLSR semakin murah harganya. Dengan perekonomian yang baik, kami menunggu adanya pergeseran konsumen dari low end menjadi high end,” katanya.

Hendra Soeprajitno

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Pengalaman menggarap pasar nasional, menjadi bekal utama bagi kami menggarap pasar Internasional."

-Honesti Basyir, Direktur Keuangan PT Telkom Indonesia, Tbk-