Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Eksklusif Bersama Purnomo Prawiro, President Director of Blue Bird Group



purnomo Eksklusif Bersama Purnomo Prawiro, President Director of Blue Bird Group
Servis bisa digali dari beberapa best practices, khususnya di industri jasa. Salah satunya adalah jasa transportasi. Blue Bird menjadi salah satu contoh bagaiamana praktik servis tersebut di jalankan.  Dalam hal ini, Majalah Marketeers menggali semangat service to care langsung dari Presiden Direktur Blue Bird Group Purnomo Prawiro sebagai CEO of The Month.

Pada dasarnya, Purnomo Prawiro menandaskan bahwa membangun layanan transportasi itu bukan sekadar memindah orang dari satu tempat ke tempat lain. Lebin dari itu, banyak hal yang patut diperhatikan. Blue Bird Group mempunyai apa yang namanya semangat ANDAL yang tak lain akronim dari Aman, Nyaman, Mudah, dan Personal.  Semangat Andal ini mereka terjemahkan dalam layanan kepada pelanggan, penggunaan teknologi mutakhir,  maupun jenis kendaraannya.

Bagaimana sesungguhnya praktik care ini dilakukan? “Perlu diingat bahwa pertama-tama yang kami sebut sebagai customer adalah para frontliner yang dalam hal ini adalah pengemudi. Kami percaya kalau ada orang bilang taksi Blue Bird bagus itu karena frontlinersnya bagus juga. Mereka adalah customer kami pertama kalinya. Agar pelanggan merasa dicintai dan akhirnya mencintai Blue Bird, yang kami lakukan adalah menggarap frontlinernya dulu. Kalau para pengemudi ini dicintai, diperlakukan dengan baik, dan merasa puas, mereka tentu dengan gampang akan melayani dan mencintai pelanggan dengan baik juga,” kata Purnomo kepada Marketeers.

Ungkapan Purnomo menandaskan bahwa praktik care kepada pelanggan harus berbasiskan praktik care secara internal. Kalau pengemudi merasa mendapatkan care dari perusahaan, dengan gampang mereka akan menerjemahkan care juga kepada para penumpangnya.

Satu hal yang menarik, di Blue Bird Group seperti ditegaskan Purnomo, ada budaya servant leadership.  Artinya, semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar tanggung jawabnya untuk melayani.

“Jadi, posisi saya adalah posisi yang mempunyai tugas pelayanan paling besar di Blue Bird Group ini. Saya melayani semua orang. Kalau yang paling atas tidak melayani, bawahannya juga susah untuk melayani,” kata Purnomo.

Masih ada banyak semangat yang dihidupi Blue Bird selain servant leadership. Lalu, bagaimana perusahaan melakukan proses internalisasi nilai-nilai kepada seluruh tim Blue Bird? Bagaimana Blue Bird mengelola banyak orang yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda yang mana karakter orang Jawa berbeda dengan orang Batak, misalnya?  Temukan jawabannya dalam wawancara eksklusif di Majalah Marketeers edisi Februari 2012!

TWITTER REACTIONS

COMMENTS