Handset China Jadi Ancaman
China memang jagoan dalam memasarkan produknya. Dengan memainkan strategi harga, China berhasil melakukan penetrasi ke pasar nasional. Salah satunya, pasar telepon seluler yang tren peningkatannya cukup fantastis.
“Mobile technology is the biggest revolution in this industry. Karena pertama kali yang dipegang konsumen saat bangun pagi adalah ponselnya, mungkin sekitar 70-80 persen. Demikian juga yang terjadi saat mereka mau pergi tidur,” kata Tommy Wattimena, Senior Vice President Marketing Brand & Communication PT XL Axiata Tbk mewakili Presdir Hasnul Suhaimi yang menjadi narasumber tamu workshop “Integrating Marketing and Finance” di Kampus Marketing Institute of Marketing, MarkPlus, Jakarta, Rabu (15/02/2012).
Sampai pada tahun 2012, industri telekomunikasi ini sudah mengeluarkan 200 juta nomer. Artinya, hampir semua penduduk Indonesia memiliki nomer dan tentunya ponsel tersebut. Bahkan, satu orang bisa lebih dari satu nomer. Dan, ponsel ini tidak hanya dimilki kalangan kelas menengah atas, tapi juga kelas bawah.
Menurutnya, tantangan terbesar di pasar Indonesia nantinya bukanlah BlackBerry maupun iPhone, tapi ponsel buatan China mengingat penetrasinya luar biasa. BlackBerry mempunyai masalah di tubuh perusahaan RIM. Sedangkan Apple, semenjak ditinggal mendiang Steve Jobs, juga mengalami goncangan. Belum lama, sambung Tommy, dua engineer Apple mengundurkan diri. “Dulu, Apple sangat tertutup dan dijaga benar oleh Steve Jobs. Banyak orang kini bertanya setelah kepergiannya. Di Indonesia sendiri dikuasai oleh Android,” sambung Tommy.
Sekali lagi, Tommy melihat handset buatan China akan menjadi tantangan tersendiri.




















