This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Sunday,April 20 2014

Tips

How To (Not) Use Social Media - Lessons From #Cairo

February 09 2011 | By Irvan Irawan Jie





Kenneth Cole, salah satu brand pakaian favorit saya baru saja meluncurkan “Spring” collection mereka untuk tahun ini. Seperti brand-brand lainnya, Kenneth Cole juga menggunakan Social Media untuk berpromosi. Guess what? Twitter ternyata menjadi pilihan mereka. Social Media yang merupakan favorit Netizen Indonesia.


Inilah isi tweet KC:


Millions are in uproar in #Cairo. Rumor is they heard our new spring collection is now available online at http://bit.ly/KCairo -KC”


Pada saat tweet ini ditweet oleh KC, Mesir sedang dalam keadaan genting-gentingya. Ribuan orang berkumpul di Tahrir Squre di Cairo, Mesir untuk menuntut presiden Mubarak mundur dari jabatannya. Sudah banyak orang yang meninggal ataupun terluka karena kejadian itu.


Tweet dari KC pun akhirnya menuai badai, banyak orang yang menggangap brand KC tidak sensitif dan sangat meng-offend orang-orang Mesir. Walau KC sudah memberikan pernyataan maaf beberapa jam sesudahnya, tetapi the damage has been done. Apa yang ada di Internet akan selamanya terekam, dan tweet yang tidak bertanggung jawab ini pun akan terus menjadi bulan-bulanan masyarakat Twitter dunia. Mungkin apabila KC tidak menambahkan “#” atau hashtag di depan kata Cairo, mereka masih bisa selamat dari cemooh.


Karena hal ini juga sekarang bermunculan Twitter account yang dibuat untuk mengejek Kenneth Cole, account @KennethColePR misalnya. Ini beberapa tweet mereka :


“Wardrobe got you water-BORED? GITMO of our new spring collection. #KennethColeTweets” (Mengacu pada penggunaan teknik menyiksa “water boarding” di penjara Guantanamo Bay)


"People from New Orleans are flooding into Kenneth Cole stores!" #KennethColeTweets” (Mengacu pada kejadian badai Katrina di New Orleans)


Setelah mengecek di beberapa search engine, ternyata Kenneth Cole juga pernah menuai protes keras pada saat kejadian 9/11 dengan tagline mereka di sebuab billboard:


“Important moments like this are a time to reflect… To remind us, sometimes, that it’s not only important what you wear, but it’s also important to be aware.”


Namun mungkin pada masa itu tidak banyak orang yang menggunakan Social Media, sehingga protes kecil yang terjadi tidak lah terdengar di dunia. Beda halnya dengan sekarang, protes masyarakat Twitter terdengar luas dan akhirnya brand Kenneth Cole pun kehilangan equitynya. Sekarang di Twitter mereka dianggap sebagai brand yang tidak sensitif dan menggunakan penderitaan orang untuk berpromosi.


Pelajaran yang bisa diambil adalah, dalam social media – tweet only things that you stands for and be prepared to defend it. Sebuah brand atau perusahaan atau perorangan harus bertanggung jawab penuh atas apa yang di tweet di Twitter, comment yang ditulis di Facebook, status yang di update di BBM, atau tulisan yang ada di blog. Karakter dan belief penulis akan selalu terpancar dari apa yang ditulisnya di Internet and it is open for all to see, comment and of course retweet.


Irvan Irawan Jie


Foto dari: http://mashable.com/2011/02/03/kenneth-cole-egypt/

Irvan Irawan Jie

An ENTP, Sanguine Phlegmatic kind of a guy :)

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Persaingan di perbankan Indonesia sangat ketat. Kalau bank tidak berinovasi, pasti akan ketinggalan."

-Abdul Rachman, Direktur PT Bank Mandiri, Tbk-