Indonesia National Segmentation 2011: Youth, Woman, Netizen
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah China (1,346 juta jiwa), India (1,198 juta jiwa), dan Amerika Serikat (315 juta jiwa). Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010 oleh BPS, populasi penduduk Indonesia tahun 2010 diperkirakan mencapai 237,6 juta jiwa, bertambah 32,5 juta jiwa dibandingkan dengan hasil sensus penduduk yang terakhir dilakukan oleh BPS tahun 2000 yaitu sebesar 205,1 juta jiwa. Dengan GDP per capita Indonesia yang disesuaikan dengan daya beli yang saat ini mencapai sekitar USD 4.380, sudah barang tentu Indonesia merupakan pasar yang sangat menjanjikan bagi semua pelaku bisnis. Bagaimana sebenarnya segmentasi pasar nasional Indonesia berdasarkan data sensus penduduk dan survei sosial ekonomi nasional (Susenas) 2010?
Data sensus penduduk dan Susenas 2010 menampilkan fakta baru yang sangat menarik dan memiliki implikasi langsung terhadap segmentasi pasar di Indonesia. Diantara fakta baru tersebut adalah pergeseran dominasi komposisi penduduk laki-laki. Untuk pertama kalinya di tahun 2010 ini Indonesia memiliki komposisi penduduk perempuan sedikit lebih besar. Rasio perbandingannya adalah 101, yaitu setiap 100 perempuan ditemukan 101 laki-laki. Disamping itu fakta baru juga menunjukkan bahwa kelompok penduduk usia muda juga mendominasi struktur kependudukan di Indonesia.
Hal ini tentu juga memiliki implikasi sangat besar terhadap struktur pasar di Indonesia, dimana jumlah kelompok usia produktif yang besar dengan daya beli yang lebih baik akan meningkatkan daya serap terhadap berbagai macam produk dan jasa dari para pelaku pasar. Disamping itu perubahan struktur mata pencaharian penduduk dari pola agraris ke industrialisasi semakin terlihat dengan perubahan distribusi penduduk di wilayah perkotaan yang di tahun 2010 ini lebih besar dibandingkan dengan di wilayah pedesaan, yang pada sensus sebelumnya lebih dominan.
Hal yang juga sangat menggembirakan adalah angka penetrasi penggunaan internet oleh rumah tangga di Indonesia secara umum yang mencapai 27% di perkotaan dan 8% di daerah pedesaan. Di daerah perkotaan (urban) angka penetrasi penggunaan internet oleh rumah tangga paling tinggi berada di Yogyakarta (50%), Bukit Tinggi (49%), Makassar (42%), Manado (41%), dan Padang (37%). Sedangkan di kawasan pedesaan (rural), penetrasi internet paling tinggi berada di kabupaten Minahasa (18%), Kabupaten Bantul (15%), Kabupaten Kutai Kartanegara (12%), Kota Prabumilih (11,5%), dan Kabupaten Gresik (11%). Dengan semakin tingginya penggunaan internet di Indonesia dan dukungan pemerintah untuk memberikan akses internet di seluruh desa di Indonesia yang diperkirakan akan terealisasikan di tahun 2011, hal ini akan memiliki implikasi besar terhadap perubahan sikap, kebiasaan, dan perilaku konsumen dalam melakukan pemilihan produk dan jasa.
Dalam segmen Indonesia National Segmentation di MarkPlus Conference 2011, BPS dan MarkPlus Insight mengupas tentang segmentasi nasional penduduk Indonesia, terutama pada tiga aspek penting yang relevan dengan kondisi pemasaran saat ini yaitu youth, woman, dan netizen. Kelompok youth sangat penting sebagai penentu keberhasilan meraih mind share, kelompok woman sebagai penentu dalam memenangkan market share dan netizen (pengguna internet) sebagai penentu dalam meraih heart share. Tiga hal ini, akan menjadi fokus pembahasan utama berkaitan dengan hasil temuan sensus penduduk dan Susenas 2010 oleh BPS serta akan dibahas implikasinya bagi dunia pemasaran di Indonesia.
(Sumber Majalah Marketeers edisi Januari 2011 ditulis oleh Farid Subkhan)





















