Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



[Industry Update] Industri Telco Makin Hiperkompetitif



SISWANTO TELKOMSEL [Industry Update] Industri Telco Makin HiperkompetitifPerkembangan industri telco di Indonesia makin signifikan. Selain makin banyaknya subscriber, basis teknologinya makin inovatif. Di pasar Indonesia, penetrasi selular mencapai 110 persen di akhi tahun lalu. Sementara, terjadi pergeseran layanan dari 2G menuju 3G/HSPDA. “Layanan 3G sekarang menjadi primadona yang mana puncak turunnya layanan 2G pada tahun 2011,” kata Siswantp Dasijo, anggota ATSI sekaligus Head of Technology Telkomsel di MarkPlus Monthly Industry Update, Kamis (23/02/2012).

Tren digital ini, sambung Siswanto, akan berkembang makin kompleks. Lima tahun ke depan, misalnya, layanan untuk gaya hidup digital tersebut diperkirakan bakal menyumbang 20 persen dari pendapatan operator. Selain itu, kompetisi yang terjadi bakal makin kompleks mengingat persaingan tidak hanya dilakukan antaroperator, sekarang berjumlah 11 pemain, tapi juga dengan pelaku digital lain. Siswanto mencontohkan Google dan Yahoo! yang memproduksi layanan untuk konektivitas yang bisa menggantikan layanan operator selama ini. Belum lagi dengan para pemain aplikasi yang semakin canggih dan murah. Misalnya, aplikasi WhatsApps yang mengancam keberadaan BBM sekaligus SMS. “Menghadapi ini, operator harus bisa kreatif dan bisa menyuguhkan sesuatu yang baru mengingat pasar makin hiperkompetitif,” kata Siwanto.

Siwanto juga memaparkan tren layanan data makin meningkat yang mana broadband menjadi fokus para operator sekarang. Sementara itu, kebutuhan pelanggan makin besar, khususnya layanan data yang berkomunitas. Sebab itu, dengan beragamnya kebutuhan, Siswanto menandaskan pentingnya melakukan konvergensi layanan. Semua layanan harus integral.

“Mau tidak mau, industri telco harus melakukan konsolidasi.  Misalnya, sharing infrastruktur seperti BTS bersam. Termasuk juga konsolidasi dalam servis,” pungkas Siswanto.

TWITTER REACTIONS

COMMENTS