This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Saturday,July 26 2014

Film

Iron Man 3, Jatuh dan Bangkitnya Tony Stark dalam Kisah Menghibur ala Hollywood

April 26 2013 | By Jaka Perdana
Paramount Pictures


Sukses besar lewat The Avengers, dalam selang setahun Marvel Comics langsung tancap gas untuk kembali merilis salah satu jagoannya ke layar lebar, Iron Man. Dan tidak terasa si manusia besi ini sudah masuk seri ketiga setelah kali pertama mendarat pada 2008 lalu. Dan Tony Stark si miliuner jenius dan nyeleneh penemu Iron Man kembali diperankan oleh aktor yang tidak kalah nyeleneh, Robert Downey Jr. Seolah karakter Tony memang diciptakan untuk Downey.

Berbagai kejadian dan aksi The Avengers di New York ternyata masih membekas di kepala Tony Stark (Robert Downey Jr). Ia menjadi pengidap stress dan gampang cemas. Untuk membunuh pikiran dan waktu, ia terus melakukan inovasi terhadap armor Iron Man. Hal itu juga dipicu oleh kehadiran teroris internasional bernama Mandarin (Ben Kingsley), di mana Tony punya obsesi untuk menghabisinya. Pasalnya Mandarin sudah membunuh banyak orang lewat teror bom.

Di satu sisi, Tony juga harus berhadapan dengan masa lalunya lewat kehadiran Aldrich Killian (Guy Pearce). Kehadiran Aldrich yang merupakan jenius teknologi seperti halnya Tony, cukup mencemaskan mengingat ia hadir lewat penemuan berbahaya bernama Extremis. Kehidupan Tony akhirnya berantakan setelah Mandarin menemukannya terlebih dahulu, menghancurkan rumahnya, dan berhasil memisahkan sang miliuner dengan kekasihnya Pepper Potts (Gwyneth Paltrow). Tony yang kesumat dendam melacak keberadaan Mandarin dengan kekuatan seadanya, sekaligus mencegahnya untuk tidak melakukan teror lebih besar lagi.

Karakterisasi Detail dengan Dialog Pintar

Menghibur namun tidak picisan, dengan karakterisasi mendalam dan dialog pintar. Mungkin itulah pakem yang dipegang oleh film Iron Man, baik dari yang pertama hingga yang ketiga ini. Pergantian sutradara dari Jon Favreau ke Shane Black tidak mengurangi kadar berisi si baju zirah. Bahkan boleh dibilang karakterisasi dan dialog antar karakter di Iron Man 3 terbilang paling baik diantara ketiga seri.

Biar karakter Tony Stark masih menjadi sentral, karakter lain seperti Pepper Potts dan Jim Rhodes yang dimainkan aktor Don Cheadle kebagian peran signifikan. Permainan Guy Pearce juga tidak kalah baik. Dan tentu saja yang paling memorable adalah kehadiran Ben Kingsley sebagai Mandarin, yang di sini digambarkan sebagai teroris layaknya Bin Laden atau diktator Ghadafi.

Tidak seperti 2 seri sebelumnya, hancurnya hidup Tony membuat karakternya dibuat agak membumi. Walau masih terbilang canggih, aksinya tidak lagi dibantu peralatan super canggih yang biasa meluncur dari rumahnya. Namun tetap saja, joke-joke segar yang sering dilontarkan dalam dialog membuat Iron Man 3 tetaplah sebuah film ala Hollywood nan menghibur, tentunya dengan kelas premium berkat aksi-aksi seru dan visual efek spektakuler.


Jaka Perdana

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

Sehebat-hebatnya pemerintah, ia hanya membawa 1/4 perubahan. 1/4 lagi ada di bisnis, 1/4 lagi ada di civil society movement seperti ormas dan komunitas. Dan 1/4 lagi ada di media

-Ridwan Kamil, Walikota Bandung-