Johnny Darmawan: Astra Tak Hanya Tergantung pada Otomotif
Umur 55 tahun bagi Astra merupakan sebuah perjalanan panjang. Manajemen Astra berhasil melampaui aneka krisis, baik di tahun 1998 maupun 2008, dan tetap menjadikan Astra sebagai perusahaan terbesar dengan kapitalisasi terbesar per Januari 2012 dengan angka Rp 370 triliun. Demikian tukas Johnny Darmawan, Presiden Direktur Toyota Astra Motor dalam acara HUT Astra ke-55 kepada Marketeers, Senin (20/02/2012).
“Sejak 2000-an, Astra mendulung cukup besar. Dan, Astra mempunyai kekuatan Catur Dharma yang salah satunya menjadi aset bagi pemerintah, respect to people secara internal, maupun bekerja secara excellence. Selama ini, Astra dikenal sebagai perusahaan untuk bisnis, bisnis, dan bisnis. Sebab itu, sekarang ini, kami ingin menampilkan sisi CSR-nya,” kata Johnny.
Langkah CSR ini, sambung Johnny, sudah lama dilakukan Astra cuma masih dalam pertimbangan apakah mau dieskpos atau tidak. Sekarang justru saatnya menjelaskan apa yang sudah dilakukan Astra melalui tema “Berbagai Bersama Bangsa.”
Sementara itu, bisnis Grup Astra Internasional juga berkembang. Dulu, sumbangan terbesar datang dari otomotif sebesar 70-80 persen, sekarang sudah mulai seimbang antara otomotif dengan lainnya, seperti pertambangan, agro, dan sebagainya. “Kami memang tidak menyangkal sumbangan terbesar datang dari otomotif. Tapi, sekarang, kami juga membuktikan bahwa kami tidak tergantung pada otomotif saja,” kata Johnny.
Untuk tahun 2012, Johnny mengatakan akan ada diversifikasi dengan lebih komplit mengingat tren perekonomian nasional yang terus menunjukkan gelagat positif. “Kami berharap Astra tetap maju,” pungkas Johnny.





















