This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Friday,August 22 2014

Manifesto

Kelirumologi dalam Marketing

April 23 2013 | By Sigit Kurniawan


Tentu Anda tahu istilah "kelirumologi." Instilah ini dipopulerkan oleh Jaya Suprana. Bahkan, Jaya sempat menyusun satu bundel buku yang isinya tentang hal-hal keliru. Kalau dalam pemasaran, apa saja yang bisa masuk dalam kelirumologi selama ini? Dalam konteks ini, kelirumologi dalam dunia pemasaran dipahami sebagai pemahaman keliru seputar dunia pemasaran, khususnya di ranah customer service.

Pakar pemasaran Hermawan Kartajaya selalu mengatakan hal yang sering dipahami secara keliru oleh banyak orang tentang pemasaran adalah bahwa pemasaran dianggap sama dengan promosi. Selain itu, pemasaran hanya dipahami secara sempit sebagai public relation. Lebih sempit lagi, pemasaran adalah soal diskon. Bahkan, lebih parah lagi, ketika pemasaran dianggap sebagai ilmu "memperdaya" atau "mbujuki" konsumen.

Tentu saja pemahaman keliru itu bukan salah dari kebanyakan orang. Bisa jadi, hal itu dikarenakan oleh para perilaku orang-orang bagian terkait pemasaran yang memang buruk. Misalnya, jadi tukang membohongi konsumen. Akibatnya, citra dari pemasaran pun turut buruk. Pemasaran mengalami proses penyoratif alias degradasi makna. Tak heran, bila pemasaran sering dianggap dalam pandangan di atas sebagai ilmu "memperdaya" konsumen.

Di tengah kelirumologi soal pemasaran tersebut, pemahaman itu harus pelan-pelan diluruskan kembali. Hermawan mengatakan dalam salah satu bukunya, pemasaran harusnya diposisikan sebagai disiplin bisnis strategis yang mengarahkan proses penciptaan, penawaran, dan perubahan values dari perusahaan kepada stakeholder-nya. Pemahaman ini mau menegaskan posisi pemasaran sebagai bagian dari visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan.

Sebagai misi, pemasaran harus menjadi jiwa perusahaan. Dengan demikian, setiap orang dalam perusahaan itu memperlakukan diri sebagai pemasar. Sebagai visi, pemasaran harus memastikan perusahaan bisa mencapai kepuasan pada tiga stakeholder utama, yakni karyawan, pelanggan, dan pemegang saham. Sebagai nilai, pemasaran harus mampu membawa perusahaan percaya pada tiga hal, antara lain merek lebih berharga daripada produk, semua bisnis pada dasarnya adalah service business, dan semua orang harus terlibat dalam proses pemuasan pelanggan, baik secara langsung maupun tidak langsung.

*Referensi: MarkPlus, Converting Customer Service into Sales (2006) | Sumber Ilustrasi: http://emsincorporated.com

Sigit Kurniawan

Writer, Journalist, Free Thinker. Twitter: @sigit_kurniawan

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

Bali terkenal karena turisme dan kulturnya. Kami akan mengembangkan lagi menjadi kota ekonomi kreatif

-Rai Dharmawijaya Mantra, Walikota Denpasar-