Konsumen yang Minder Membeli Produk Fashion
Pelaku bisnis yang bergerak di bidang retail telah lama mengetahui bahwa lingkungan mempengaruhi perilaku konsumen ketika berbelanja termasuk barang yang mereka beli. Untuk itulah banyak pengusaha retail yang mengeluarkan investasi besar untuk mengatur sedemikian rupa agar toko yang mereka bangun memberi kenyamanan untuk memberikan daya tarik dan niat beli konsumen. Contohnya seperti pengaturan tata letak peralatan, tata cahaya, mannequin, dan banayak hal lainnya.
Namun, Journal of Consumer Research mempublikasikan temuan yang perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis retail. Ketika penjual atau SPG yang memiliki badan bagus dan mengenakan produk dagangan yang awalnya ingin menarik minat pembeli, malah dapat menimbulkan efek sebaliknya. Dari hasil riset ditemukan konsumen yang memiliki postur tubuh yang biasa saja atau bahkan kurang menarik cenderung untuk mengurungkan niat untuk membeli produk.
Periset menemukan permasalahan ini baik dalam konteks sosial tapi juga psikologis konsumen. Orang-orang secara alami mendapatkan informasi dari rekan dan lingkungannya yang mempengaruhi perilaku sehari-hari. Untuk konsumen dengan postur buruk, mereka memiliki pertimbangan bahwa bila produk dikenakan oleh berpostur baik, mereka memiliki anggapan lebih baik memilih produk lainnya yang lebih sesuai di badan. Banyak dari konsumen yang takut dibandingkan dengan orang lain yang memakai produk yang sama namun dengan postur yang lebih menarik.
Studi ini juga menimbulkan ide untuk perancangan ruang pas di masa depan. Ruang pas pakaian sebaiknya dikondisikan agar konsumen semakin tertarik dengan produk. Bisa jadi di masa depan ruang pas ini didesain sedemikian rupa agar konsumen semakin pede mengenakan produk yang dicoba dan memiliki sugesti untuk terus membeli produk lain di toko tersebut.
Artikel ini diadaptasi dari Journal of Consumer Research





















