Lawan Amazon, Google Buka eBook Store
Persaingan di ranah tablet makin seru. Sejak Amazon meluncurkan Kindle Fire, banyak pemain lama merasa perlu waspada. Tidak hanya produsen tablet, tapi juga para penyedia konten saling berebut pelanggan. Salah satunya adalah toko buku digital. Amazon selama ini dikenal sebagai raksasa toko buku online dan juga toko buku digital. Dengan kehadiran Kindle Fire, kebutuhan konsumen akan bacaan, khususnya buku digital, lebih gampang terpenuhi.
Melihat hal itu, Google sebagai raksasa online tidak mau tinggal diam. Jumat (07/10/2011), Google meluncurkan toko buku digitalnya atau ebook store pertama kali untuk melawan dominasi Amazon. Demikian berita yang dirilis The Telegraph pada hari yang sama. Banyak penerbit, seperti Hachette, Random House, dan Penguin sudah menandatangani kontrak kerjasama untuk pengisian konten dengan akses gratis pada lebih dari dua juta judul buku.
Buku digital Google ini akan tersedia untuk semua orang melalui web dengan aplikasi untuk iOS dan Android serta terintegrasi dengan Android Marketplace. Banyak yang menilai ini menjadi langkah besar perusahaan untuk menjadi pemain utama penyedia konten. Namun, bila dibandingkan Amazon dan Apple, Google masih tergolong baru. “Kami sudah bekerja bersama penerbit selama beberapa lama untuk membangun sumber pemasukan online bagi penulis dan penerbit. Dengan Google eBooks, pembaca bisa mengakses buku mereka dengan berbagai jenis gadget. Penerbit telah membuka sebuah platform untuk menjual buku-buku mereka,” kata Jason Hanley dari Google.
Tantangan Google memang nyata. Kesuksesan toko buku digital Amazon dan Apple terkait erat dengan kesuksesan gadget mereka, Kindle dan iPad. Sementara, tablet Android sudah masuk ke pasar, tapi peminatnya masih terbatas. Kesuksesan Android di sektor ponsel pintar belum terjadi di ranah tablet. Kepala media analis Screen Digest
Dan Crayn mengatakan kesuksesan layanan konten hampir selalu terkait erat dengan kesuksesan perangkatnya. “iTunes Store, Kindle Store, Xbox Movie selalu terintegrasi dengan perangkat keras dan ekosistem kontennya,” kata Crayn.
Dengan logika di atas, tampaknya Google kudu bisa bekerja lebih keras membesarkan toko buku digitalnya. Apalagi Kindle Fire besutan Amazon ini menjadi ancaman serius bagi bisnis buku digitalnya yang baru dimulai.
Sumber gambar: http://www.blogcdn.com/www.engadget.com/media/2009/10/oct2709librar.jpg





















