Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Living Like A Local in Kampung Naga



hang on to your eco Living Like A Local in Kampung Naga

Seorang traveler asal Denmark tengah menulis bersama anak-anak (Photograph by Bowo Hartanto)

The-Marketeers.com – Living like a local in Kampung Naga. Awalnya, saya tidak percaya akan tinggal beberapa hari di Kampung Naga. Ajakan seorang teman dari Denmark yang membuat saya mencari tahu bagaimana cara untuk tinggal beberapa hari disana.

Penduduk kampung Naga terkenal karena keramahannya ketika menyambut traveler lokal maupun asing. Sebelum menginap, Anda terlebih dahulu harus meminta izin dari pejabat setempat beberapa hari sebelumnya. Patuhi peraturan adat, dijamin Anda akan merasa betah menginap beberapa hari di sini.

Tinggal di kampung Naga di desa Neglasari, kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya sungguh menyenangkan. Setibanya di kampung ini, Anda akan melihat ratusan pohon-pohon yang tumbuh tinggi, hamparan sawah hijau, dan sungai Ciwulang panjang. Selain itu, Anda akan menghirup udara segar dan suara gemericik air sungai sepanjang hari.

kampung Naga Living Like A Local in Kampung Naga

Jalan setapak menuju Kampung Naga (Photograph by Bowo Hartanto)

Di sinilah Anda bisa pergi dalam pengasingan, menikmati tinggal di rumah sederhana dan mandi di Sungai Ciwulan. Anda juga bisa menikmati malam tenang di kamar dengan hanya menggunakan lampu tempel. Pastikan Anda untuk melupakan teknologi selain kamera selama di kampung ini. Disini, Anda akan disuguhkan dengan kicauan burung, gemericik aliran air, hembusan angin, serta serangga dan katak yang berdendang. The journey really opened up my eyes. It taught me that Indonesia is indeed a paradise on earth. Exotic!

Kampung Naga merupakan suatu perkampungan yang dihuni oleh sekelompok masyarakat yang sangat kuat dalam memegang adat istiadat peninggalan leluhurnya, dalam hal ini adalah adat Sunda. Senada dengan permukiman Badui, Kampung Naga menjadi objek kajian antropologi mengenai kehidupan masyarakat pedesaan Sunda di masa peralihan dari pengaruh Hindu menuju pengaruh Islam di Jawa Barat.

Kampung yang memiliki luas 1,5 hektar ini masih sangat terlihat ‘hijau’ dan sama sekali belum dipengaruhi oleh modernisasi. Kurang lebih 318 orang tinggal di desa ini. Lokasi Kampung Naga tidak jauh dari jalan raya yang menghubungkan kota Garut dengan kota Tasikmalaya.

Kampung ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat karena di dalam hutan tersebut terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Di sebelah Selatan dibatasi oleh sawah-sawah penduduk, dan di sebelah Utara dan Timur dibatasi oleh sungai Ciwulan yang sumber airnya berasal dari Gunung Cikuray di daerah Garut.

Memiliki adat istiadat Sunda yang khas yang tetap mereka pegah teguh hingga kini. Mulai dari rumah adat, budaya, dan gaya hidup. Let’s living like a local in Kampung Naga. This would be a perfect fit for you!

Happy Green Travels!

TWITTER REACTIONS

COMMENTS