Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Meditasi di Crystal Serenity



HK5 150x150 Meditasi di Crystal SerenityKemarin seharian, kapal saya—Crystal Serenity—berada di laut. Dari Copenhagen, kapal berlayar  ke Utara melewati Skagen, terus belok ke Barat dan ke Utara lagi. Pagi ini,  pukul 7 pagi atau pukul 12 siang hari Minggu Waktu Indonesia Barat, kapal akan berlabuh di Hellesyit.

Tujuannya untuk melihat Fjord Geiranger yang keren gambarnya. Selama seharian kemarin, hidup saya cukup seimbang.Terbangun pukul lima pagi, saya tidak  bisa tidur lagi. Masih jetlag! Apalagi begitu buka gorden jendela kamar, sudah keliatan orang mulai jalan cepat mengitari kapal. Maklum, kamar saya berada di Deck 7—tempat  orang jalan-jalan. Tergoda untuk keluar. Tapi, saya masih menyempatkan diri menonton CNN di kamar. Ternyata ada negara terbaru ke-196 di dunia, yaitu Sudan Selatan dan ada demo besar di Malaysia.

hk11 Meditasi di Crystal Serenity

Usai Nordic Walking di kapal.

Saya juga baca berita di internet bahwa partai Demokrat yang kalah Pemilu mulai menuntut pembubaran partai Phue Thay yang “bentukan” Thaksin Shinavatra. Wah, saya pikir Indonesia ini memang benar-benar jadi gadis cantik di mata orang luar. Walaupun politik lagi seru di tanah air, tapi berita tentang Indonesia baik-baik saja.Kayaknya Pers Internasional sudah bosan memberitakan bad news dari Indonesia!

Sebaliknya, berita tentang negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand selalu negatif belakangan ini. Bahkan, Singapura yang  begitu stabil diberitakan tentang menguatnya oposisi di pemilu terakhir. Indonesia menjadi keliatan cantik karena yang lain lagi menurun trennya! Apalagi setelah Julia Roberts bikin film di Ubud tahun lalu dan Richard Gere juga ke Indonesia dua minggu lalu. Berarti Indonesia benar-benar menjadi “Pretty Woman” Country, kan?

hk10 Meditasi di Crystal Serenity

Bersama Yongkie Sugiarto, bos Hyundai Indonesia saat official dinner.

Pukul 6.30 pagi, akhirnya saya keluar kamar dan ikut jalan cepat mengelilingi kapal. Saya punya target sejam dan tidak akan berhenti sebelum itu. Jarak mengelilingi kapal adalah 480 meter. Jadi, kalau sepuluh kali keliling sudah hampir lima kilometer. Untuk memacu semangat, saya selalu mencari “pesaing” diam diam. Kemarin, diam-diam saya “menetapkan” seorang pasangan suami istri sebagai pesaing.

Saya bertekad harus bisa menyalip mereka karena itu harus berjalan lebih cepat dari mereka. Nah, setelah tiga putaran, saya bisa menyalip mereka. Puas rasanya! Tapi, belum cukup karena itu saya punya target baru. Saya harus bisa berputar lebih cepat lagi dan menyalip mereka lagi. Nah, setelah lima putaran, saya ternyata saya bisa menyalip mereka untuk kedua kalinya.

Dan ketika kepingin untuk menyalip ketiga kalinya, mereka ternyata berhenti dan masuk ruangan! Wah, ada rasa menang dalam hati! Saya selalu melakukan hal seperti itu ketika jogging supaya bisa memacu semangat. Nah, setelah tepat satu jam, saya ketemu pelatih fitness di kapal yang menawarkan untuk mencoba Nordic Walking.

Saya dipinjami dua tongkat yang terbuat dari metal ringan. Cara jalannya unik, kaki dan tangan kanan melangkah secara bersamaan. Gantian dengan tangan dan kaki kiri. Setelah bisa, ternyata kalori yang dibuang bisa lebih banyak karena tangan kita menekan tongkat ke bawah tanah. Jadi, otot lengan otomatis ikut berolah raga juga! Itulah kegiatan fisik saya pagi kemarin.

Kegiatan intelektual saya isi dengan melahap International Herald Tribune yang dicetak dikapal on-demand. Saya memang memilih koran favorit ini untuk dibaca di kapal dengan biaya USD  6.50 per kopi.  Tidak murah sih, tapi saya masih merasa tidak cukup mem baca informasi hanya dari internet. Koran bagaimanapun kalau disajikan secara komprehensif dan menarik seperti di IHT sangat bermanfaat untuk mendalami suatu kasus. Media konvensional masih bisa bertahan asal fokus dan mendalam.

hk12 Meditasi di Crystal Serenity

Poster film di Teater Hollywood

Kalau gak begitu, pasti akan kalah oleh media sosial yang real-time tapi kurang dalam. Enaknya di kapal seperti ini, saya bisa pindah pindah tempat di berbagai Deck. Dan dimanapun, kapanpun selalu tersedia makanan dan minuman non-alkohol gratis.

Mau dipinggir pool sambil ngeliat orang renang. Atau di jendela sambil liat laut dan kapal-kapal lain yang berpapasan. Juga bisa baca bacanya di perpustakaan atau sambil dengar piano tunggal atau kuartet di lounge. Buat saya, kenikmatan emosional juga saya dapatkan dari mendengarkan lagu-lagu kesayangan lewat iPhone 4 yang baru saya beli sesaat sebelum naik kapal. Di Jakarta, saya tidak pernah punya waktu mendengarkan lagu-lagu  Michael Buble atau Rod Stewart pilihan saya walaupun semuanya sudah disiapkan di situ. Dan, akhirnya aktivitas spiritual saya terpenuhi karena kemarin sore pukul 5 sore waktu setempat, saya bisa mengikuti Misa Kudus di Teater Hollywood.

Jadi ada empat kelompok aktivitas untuk mengasah PQ, IQ, EQ, dan SQ supaya hidup jadi seimbang. Yang membuat suasana jadi meriah kemarin adalah adanya ketentuan bahwa sesudah pukul enam sore, semua harus memakai pakaian resmi. Jadi, semuanya dress-up! Berbagai pasangan dan keluarga malah berfoto di studio di kapal untuk kenang-kenangan. Dinner pun jadi semarak, karena semuanya rapi dalam berpakaian.

Di Lido Deck yang teratas, kemarin Kapten Kapal juga menyelenggarakan welcoming party dan memperkenalkan semua perwiranya. Karena kecapekan, kemarin saya tidak “dugem” lagi seperti hari pertama. Pagi ini, saya harus bangun pagi-pagi karena siap “mendarat” untuk liat Fjord.

Kemarin sudah dijelasin apa yang akan dilihat hari ini supaya semua bisa antisipasi. Setelah cruise seminggu di Alaska dan sekarang rencananya dua minggu di Norwegia, terus terang saya mulai addicted! Saya jadi ingat kata pak Joger di Bali bahwa kita bisa meditasi kapan aja. Itulah yang saya alami sekarang.

Saya sedang “meditasi” dalam arti ” berbicara dengan diri sendiri” sambil jogging, baca IHT,menikmati iPhone 4 atau waktu Misa.Meditasi lewat penajaman PQ, IQ, EQ,  dan SQ!

TWITTER REACTIONS

COMMENTS