This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Thursday,April 24 2014

Marketing Ideas

Membrandingkan Karakter Budaya Indonesia?

October 03 2010 | By Waizly Darwin
Judul diatas terasa sangat menarik, tapi menyisakan sedikit tanda tanya bagi sebagian orang. Menarik, karena mem-branding-kan budaya Indonesia adalah suatu langkah yang masih jarang dilakukan oleh perusahaan. Langkah ini bisa dikatakan sebuah strategi yang cerdas mengingat Indonesia memiliki budaya yang sangat kaya dan beragam. Namun yang menjadi tanda tanya adalah, bagaimana mem-branding-kan budaya Indonesia menjadi suatu strategi perusahaan?

Memang, kalau bicara branding, banyak sisi yang menarik untuk dianalisis lebih jauh. Apalagi bila menganalisis prosesnya, mulai dari bagaimana menciptakan brand hingga membangun brand itu agar kuat tertanam di benak customer.

Nah, untuk menjawab pertanyaan diatas, kita bisa melihat strategi yang sukses dilakukan Hotel Santika dalam mem-branding-kan budaya Indonesia. Sejak awal berdiri, Hotel yang dibangun pada tahun 1981 ini fokus “menjual” ciri khas budaya Indonesia menjadi sebuah brand. Sehingga, di benak customer-nya akan terbentuk brand awarness yang kuat bahwa Hotel Santika adalah hotel budaya Indonesia. Keunggulan nilai budaya inilah yang menjadikan Hotel Santika berbeda dan memiliki nilai lebih dibandingkan hotel lainnya.

Ada beberapa nilai budaya Indonesia yang diadopsi Hotel Santika sehingga bisa menjadi sebuah strategi penciptaan brand. Nilai-nilai tersebut antara lain keramahan Indonesia, nilai-nilai keluarga, tradisi lokal setempat di mana Santika Hotel berada, sentuhan alami, serta suasana segar. Kelima nilai ini kemudian diterjemahkan ke dalam interior dan eksterior hotel, produk dan servis yang ditawarkan, serta perilaku semua staf Santika Hotel. Alhasil, Hotel Santika dapat memiliki brand yang kuat sebagai hotelnya Indonesia.

Memang, di Hotel Santika keramahan Indonesia seperti telah menjadi suatu keharusan, mengingat hampir 80 persen tamunya adalah warga negara Indonesia. Strategi keramahan ini berupa pelayanan yang ramah, tulus, tata krama yang tepat, dan responsif. Seperti misalnya, seorang staf yang harus bersedia menjadi teman bicara yang baik dan berlaku sebagai tuan rumah bagi semua tamunya.

Selain itu, Nilai-nilai keluarga ditunjukkan Hotel Santika melalui citra hotel yang ”bersih” serta menjunjung nilai-nilai moral.

Strategi lainnya, Hotel Santika merasa perlu mengangkat budaya lokal di manapun berada. Dengan demikian, Hotel Santika ikut membantu mempopulerkan budaya daerah, makanan dan minuman khas, serta tempat pariwisata di daerah tersebut.

Satu lagi, Hotel Santika membungkus konsep hotelnya dengan sentuhan alami serta suasana segar yang mendukung kenyamanan para pelanggan untuk tinggal. Nilai-nilai tersebut secara nyata diwujudkan dalam suasana hotel yang alami dan senantiasa terawat, makanan yang alami bebas pengawet, MSG, maupun bahan tambahan buatan.

Hebat memang, karena keseluruhan perwujudan komitmen dari nilai-nilai tersebut selalu didukung oleh manajemen Hotel Santika secara konsisten dan komitmen penuh. Dan hasilnya, semua langkah tersebut ternyata mampu meningkatkan hunian rata-rata hingga diatas 50 persen di semua cabangnya.

Keberhasilan Hotel Santika dalam mem-branding-kan budaya Indonesia ternyata membawa keuntungan tersendiri. Banyak investor yang kemudian tertarik untuk mempercayakan dananya. Sehingga manajemen Hotel Santika tidak ragu-ragu lagi memperluas bisnis perhotelannya dengan investasi tersebut.

Salah satu yang dilakukan Hotel Santika adalah membangun jaringan hotel berbintang dua dengan merek Amaris. Tentunya, nilai-nilai dasar dalam mem-branding-kan budaya Indonesia juga diterapkan kepada jaringan hotel ini.

Sejak mulai di bangun, jaringan hotel ini sengaja membidik pasar business travellers dan leisure travellers. Karena karakter pasar ini lebih menuntut harga yang lebih murah namun tetap menginginkan nilai-nilai budaya seperti yang terdapat pada Hotel Santika.

Memang, walaupun terdapat perbedaan level pelayanan antara Hotel Santika dengan Amaris, namun nilai-nilai dasar yang ditawarkan tetap sama. Akibatnya, Hotel Amaris lebih mudah mendapatkan kepercayaan pelanggan. Pelanggan pun menjadi lebih yakin saat memutuskan untuk tinggal di Amaris. Dalam hal ini, berarti Hotel Santika sukses meng-endorse jaringan Hotel Amaris dengan kekuatan brand budaya Indonesia.

Dengan keberhasilan mem-branding-kan budaya Indonesia ini pula, Hotel Santika bermaksud untuk memperluas bisnisnya ke penyediaan hotel bintang lima dan hotel premium lainnya seperti hotel butik dan vila. Hotel ini memiliki konsep, karakter dan target pasar yang berbeda dengan jaringan Hotel Amaris. Tentu saja strategi pemanfaatan mereknya tidak sama dengan saat mendirikan Hotel Amaris. Namun konsep dasar dalam memberikan kesan kuat sebagai hotel budaya Indonesia tetap konsisten dilakukan.

Menarik memang langkah-langkah Hotel Santika ini. Berawal dari konsistensi dan komitmen dalam menerapkan strategi mem-branding-kan Indonesia, saat ini Hotel Santika berhasil melakukan ekspansi usaha ke berbagai segmen pasar.

Lalu, bagaimana dengan strategi branding Anda lewat karakter Budaya Indonesia?

Waizly Darwin

Marketeers, Milan, and Music

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Salesman yang baik adalah yang telinganya gede, artinya mau mendengarkan konsumen"

-Suparno Djasmin, CEO PT Astra International Tbk- Daihatsu Sales Operation-