This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Thursday,July 24 2014

Trends & Observations*

Mempertahankan Pangsa Pasar Bersama “Guru Go Blog“

September 24 2011 | By Marketeers
Pasar teknologi informasi (TI) dalam negeri yang berkembang pesat turut meningkatkan penjualan komputer. Berita yang cukup menggembirakan adalah guru dan sekolah yang sudah melek TI dan media sosial berperan penting dalam penjualan produk tersebut.

Internet tidak hanya menyasar anak muda dan masyarakat di perkotaan. Kehadiran sejumlah provider internet di tanah air membuat teknologi ini bisa diakses di berbagai pelosok Indonesia. Memang tidak semua orang di daerah rural memanfaatkan teknologi ini, tetapi guru dan murid sekolah sudah seharusnya mengikuti perkembangan tersebut agar proses belajar mengajar menjadi lebih horizontal, komunikatif, dan lintas sektoral.

Guru yang selama bertahun tahun mengajar menggunakan papan tulis, kapur dan spidol kini sudah mengembangkan diri melalui blog dan media sosial. Proses belajar mengajar pun tidak lagi terbatas waktu dan tempat tetapi dilakukan dimana saja dan kapan saja. Guru dan murid pun mendapat informasi tidak lagi hanya dari buku pelajaran tetapi dari internet serta sharing informasi dan pengetahuan dengan sesamanya di dunia maya.

Itulah tanda dimulainya gerakan “Guru Go Blog”, sebuah gerakan mengajak guru untuk memanfaatkan blog dan media sosial dalam proses belajar mengajar. Guru yang awalnya menggunakan blog dan media sosial sebagai sarana curhat dan online diary, diajak untuk memanfaatkan teknologi tersebut untuk sarana belajar dan berbagi informasi.
Gerakan tersebut dimediasi oleh produsen TI, blogger serta pemerintah khususnya kementrian pendidikan nasional sejak 2009. Salah satu produsen TI yang aktif mendorong gerakan “Guru Go Blog” adalah Acer Indonesia yang pada 2010 menggelar penghargaan buat para guru lewat program Guru Era Baru (Guraru). Ajang penganugrahan Guraru Award pertama bersamaan dengan event pesta blogger 2010 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam program Guraru, Acer Indonesia mencari guru yang aktif menggunakan blog dan media sosial untuk kegiatan belajar mengajar. Salah satu kriteria untuk menjadi peserta dalam lomba tersebut adalah sang guru harus selalu meng-update blog-nya dengan informasi bermanfaat dan ilmu pengetahuan, bukan sekadar curhat.

Pemenang dalam ajang Guraru Award 2010 adalah Urip, guru kimia di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pangkalan Boen, Kalimantan Tengah. Guru yang aktif di blog ini menjadikan ilmu kimia yang susah menjadi membumi dan diminati murid-muridnya. Menurut Urip, ia terpilih menjadi juara karena tiga hal, yakni pemanfaatan TI, pembelajaran, dan berbagi. “Konten lain saya kira hanya sekadar pendukung,” ungkap Urip.

Bukan Hanya Penetrasi tetapi Literasi
Lalu apa manfaatnya event dan program tersebut bagi Acer Indonesia. Astrid Warsito, PR Specialist Marketing Communication Department Acer Indonesia mengatakan, dalam program Guraru Award itu pihaknya mencari guru-guru yang sudah mengimplementasi TI dalam proses belajar mengajar. Guru Urip yang aktif di blog dan Twitter sangat menginspirasi guru-guru lainnya. “Karena itu kami membawa Pak Urip ke mana-mana untuk sharing,” beber Astrid.
Lewat program itu Acer tidak hanya memiliki komitmen yang tinggi soal penetrasi produk TI tetapi juga literasi TI di seluruh lapisan masyarakat. Dengan demikian mereka tahu cara memaksimalkan penggunaan produk untuk meningkatkan kualitas Individu, komunitas, atau organisasi itu sendiri sehingga mereka bisa memiliki daya saing yang tinggi di industrinya.
Karena itu Acer tidak langsung berjualan kepada para Guru tetapi bagaimana ia mengedukasi guru-guru untuk melek TI dan media sosial melalui Guru Urip. Jika Urip yang hidup di daerah terpencil saja sudah bisa aktif nge-blog dan memanfaatkan media sosial, apalagi guru-guru lain yang hidup di kota-kota besar.
Di saat roadshow, ketika guru-guru tersebut tercambuk untuk mengikuti jejak Guru Urip dan berencana mengaplikasikannya buat diri dan sekolah mereka maka akan terjadi dialog mengenai pemanfaatan blog dan media sosial buat guru serta produk TI apa yang cocok buat mereka. Saat itulah, Guru Urip yang sudah menjadi duta Acer Indonesia akan merekomendasikan merek dan produk TI yang pas buat guru. Tentunya merek Acer akan tertancap kuat di benak guru berkat story telling yang lancarkan Guru Urip.
Di era yang horizontal ini, rekomendasi dari teman atau sesama rekan akan lebih berpengaruh dibanding iklan di media tradisional. Acer Indonesia menggunakan strategi yang low budget high impact itu untuk menggarap guru dan sekolah. Itulah salah satu strategi Acer untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader di kategori Personal Computer (PC) dan Laptop.
Di luar program pemberdayaan guru ini, ada beberapa program lain yang digelar Acer kepada sejumlah komunitas seperti UKM dan Perempuan. Namun diakuinya, program Guraru turut berkontribusi besar terhadap penjualan Acer Indonesia sekaligus mempertahankan posisi Acer sebagai market leader sejak tahun 2007. Sebagaimana diketahui, untuk kuartal pertama 2011 market share PC Acer sebesar 25 persen. Sementara market share untuk laptop sebesar 31 persen.
”Kami nomor satu di Indonesia. Dan saat ini kami sedang mempertahankan posisi itu,” ujar Astrid. Ia menambahkan saat ini, Acer tidak lagi sekadar memperluas jaringan, service center atau hal lainnya, tetapi sedang mengkreasi berbagai program untuk giving back to the society, misalnya lewat program Guru Era Baru.
Apakah hanya Acer saja yang mengalami untung dengan program melek TI bagi guru dan sekolah. Tentu saja tidak, perusahaan lain seperti Datascrip yang juga menjadi distributor komputer merek Asus meraup untung dari kondisi seperti itu.
Joshua Siregar Marketing Manager Asus Datascrip mengatakan, guru dan sekolah menjadi pendorong utama peningkatan penjualan komputer pada semester pertama 2011. Hal itu terjadi karena guru dan sekolah-sekolah mulai menggunakan komputer dalam proses belajar mengajar. “Dengan demikian permintaan terhadap PC dan laptop menjadi meningkat di kalangan mereka,” ujar Joshua.
Ketika guru mereka mulai mengajar lewat blog dan media sosial, mau tak mau para murid turut menggunakan media tersebut. Sekolah pun harus mengakomodasi kebutuhan itu dengan menyediakan komputer di tempat mereka untuk keperluan belajar mengajar.
Penjualan komputer merek Asus pada semester pertama 2011 menurutnya naik 30 persen di banding semester pertama tahun sebelumnya. Angka tersebut akan terus bertambah mengingat masih banyak sekolah-sekolah yang membutuhkan komputer sebagai salah satu perangkat belajar-mengajar.
Apalagi jumlah PC yang ada di Indonesia saat ini baru berjumlah 15 juta unit, atau sekitar 5 persen dari total jumlah penduduk menurut data Kadin Indonesia. Sementara angka yang mendekati ideal adalah jumlah PC sebesar 40 persen dibanding jumlah populasi. Kekurangan PC selama ini digantikan dengan laptop dan tablet yang sudah marak di Indonesia.
Memang kebutuhan komputer untuk pasar perkantoran mulai mengalami stagnasi. Namun untuk sekolah-sekolah masih akan terus berkembang. Perkembangan teknologi informasi, berperan dalam peningkatan tersebut. Walhasil, produsen dan distributor pun kebagian berkah.

Atajudin Nur

Marketeers

Editorial team of Marketeers Media Fleet (media unit of MarkPlus, Inc). Follow our Twitter @the_marketeers

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

Keep love in your heart. A life without it is like a sunless garden when the flowers are dead.

-Oscar Wilde-