Mengagumi Ciptaan Tuhan di Norwegia
Saya kemarin benar benar jadi kagum pada Genesis, Kitab Kejadian. Betapa tidak, sejak pagi pukul lima pagi, saya sudah terbangun di State-room 7050 Crystal Serenity. Setelah cek BBM dan email secukupnya, saya segera memakai sepatu olahraga dan langsung keluar kamar. Naik lift langsung ke Lido Deck 12 dan naik tangga lagi ke Deck 13. Di situ, ada tempat jogging keliling kapal dengan hamparan karpet hijau.
Tapi, sayangnya gerimis kecil. Jadi saya akhirnya hanya jalan cepat sebentar aja dan menjuj ke haluan kapal atau yang sering disebut “bow of the ship”. Waktu Cruise Alaska bulan lalu, saya berebut tempat di “bow” ketika Ms Statendam memasuki area Glacier. Kemarin pagi kosong! Mungkin karena masih sangat pagi. Jadi orang pada malas keluar kamar.Padahal pemandangan kiri kanan luar biasa.
Kapal memasuki “jalan tikus” yang diapit kiri kanan Fjord yang sangat indah. Yang lebih sensasional, saya melihat ada kapal lain di depan dan kapal lain lagi di belakang. Jadi ada tiga kapal beriringan “baris” menuju ke Hellesylt.
Docking pertama di Norwegia setelah kapal berangkat dari Copenhagen mulai Jumat sore.Di sepanjang perjalanan “akhir” menuju Hellesylt itu,jarak Fyord dikiri kanan semakin menyempit dan berkelok-kelok. Sementara di darat kadang-kadang terlihat satu dua rumah kecil warna warni. Oh, betapa riang hati saya kemarin pagi melihat Alam Asli yang begitu indah.
Tapi karena sudah harus ikut On-Shore Tour mulai pukul 7.45, saya cepat-cepat jebur dulu ke Hot Tub yang ada dua buah di samping Out-Door pool di Lido Deck. Di Ms Statendam dulu, saya lakukan “kumkum” (berendam—red) itu setiap hari karena saya memang gak bisa renang. Jadi satu-satunya cara menikmati pool di kapal, ya “nyemplung” di Hot Tub itu. Nikmat sekali karena airnya benar-benar panas. Jadi badan serasa dipijat-pijat selama kurang lebih sepuluh menit.
Setelah itu, saya sarapan papaya Hawai yang kecil-kecil dua piring. Saya memang sangat tergantung pada papaya untuk memperlancar “digestion”. Di Ms Statendam dulu, saya harus minta dulu, baru papaya keluar. Saya tak tahu kenapa, kok gak didisplay di breakfast-buffet.Tapi, karena di sana hampir seluruh crew dining-room adalah orang Indonesia, semuanya jadi gampang.
Apalagi beberapa mengenali saya. Jadi apa pun yang saya minta keluar dengan cepat. Setelah sarapan papaya, kemarin saya juga minta White Egg Omelette supaya lebih sehat. Crew di Lido kebanyakan Filipino,jadi harus ngomong Inggris dulu baru dilayani dengan baik. Itu pun, perasaan saya, masih jauh lebih ramah crew Indonesia yang selalu siap “melayani dengan hati”. Tapi bisa jadi bias juga karena mereka senang ketemu orang Indonesia seperti saya waktu itu. Nah, setelah mandi, saya siap berangkat tur darat.
Karena Kapal tidak merapat, kita diangkut pakai “life-boat” yang diturunkan dari kapal. Tender-service itu berjalan lancar karena satu life-boat ternyata bisa muat sampai 40 orang. Untuk pertama kali saya naik “sekoci penyelamat” seperti itu. Paling tidak , ada perasaan aman, karena ternyata Lifeboat-nya bisa jalan beneran. Bukan sekadar pajangan!
Di darat, kita sudah ditunggu empat bus besar yang mengangkut kita singgah di kota-kota kecil seperti Hornindal, Ullsheim, dan Stryn. Kira-kira dua puluh tahun lalu, saya pernah ke Norway tapi hanya sampai di Oslo. Ternyata keindahan Norway yang sebenarnya ada di kota-kota kecil itu. Kalau Oslo ada di timur, kemarin kita diajak muter di barat. Kota-kota itu rata-rata hanya berpenduduk 500 sampai 2000 orang dengan alam yang tidak tercemar. Air terjun dimana mana dan sungai pun sangat bersih. Biru sekali.
Diperjalanan, kita juga selalu melihat danau-danau yang tak terhitung banyaknya. Sedang Glacier yang putih “tercecer” di Fyord yang kita lalui. Luar biasa. Makan siang di Visnes Hotel denga menu makanan rumah Salmon. Saya jadi ingat di Alaska dulu, hampir saban hari saya selalu makan Salmon dan ikan-ikan lain seperti Halibut. Sekarang juga!
Karena Norway adalah penghasil Salmon nomer satu di dunia. Pemandangan alam murni plus makan siang home-made menjadikan hari saya kemarin jadi “teduh”. Abis makan siang, tur masuk ke puncaknya. Bus yang dikemudikan lady-driver ini naik kepuncak gunung di daerah Grainger. Di sinilah, saya benar benar melihat alam yang tidak tersentuh manusia sama sekali. Hasil pekerjaan Tuhan selama berjuta tahun. Setelah melewati Ice-Age maka jadilah alam Norway yang begitu indah. Alaska indah, tapi Norway jauh lebih indah!
Beberapa air terjun sekaligus kelihatan “melata” dan “terpecah” dari atas Fyord mengalir ke sungai atau danau di bawahnya. Saking indahnya dan saking banyaknya, sebelum mencapai puncak pun, saya sudah sampai malas memfoto.Terlalu banyak yang harus diabadikan. Di situlah saya langsung ingat Genesis dan langsung memuji Tuhan sekaligus . Oh My God…You are so great ! Allahu Akbar! Tuhan Maha Besar!
Di Puncak Grainger,semua yang dibawah terlihat indah. Saya melihat kapal saya sudah menunggu dibawah. Ternyata, selama kita “jalan darat”, kapal melaju dan “menerobos” Fyord dan menunggu di Grainger yang merupakan “jalan buntu.” Setelah turun dan kembali kekapal, Crystal Serenity harus berputar balik untuk “keluar” lagi. Begitu balik kapal, saya masih keburu ikut “interdominant service” hari Minggu sore mulai pkl 5.30 sore.
Di situlah, saya merayakan indahnya acara spiritual itu setelah mengagumi Ciptaan Tuhan seharian. Setelah itu, saya langsung ke Sushi Bar nya Celebrity Chef Nobu di Deck 7. Saya makan sashimi sepuasnya plus menu wagyu khusus kreasi Nobu. Semuanya memang gratis di kapal. Jadi memang harus dinikmati mumpung sudah bayar kan?
Setelah makan malam,saya sudah tidak bisa menunggu lagi untuk langsung menulis laporan ini di dekat lobi di Deck 5,sambil mendengarkan piano tunggal. Di jendela, saya melihat Fyord-fyord indah itu sedang dilewati oleh kapal yang sudah berlayar lagi selama dua hari. Sebelum docking lagi ditujuan berikutnya.
Tunggu laporan saya berikutnya…
























