This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Tuesday,September 30 2014

Maestro

Menkeu Baru Salah Satu Endorser Buku Rising Middle Class in Indonesia

May 21 2013 | By taufik



Setelah menjadi bahan spekulasi berbulan-bulan, Presiden SBY akhirnya mengumumkan dan melantik Dr M Chatib Basri sebagai Menkeu RI yang baru. Ia dianggap pilihan paling pas di tengah ekonomi global yang masih bergejolak dan ditengah tekanan hebat ke fiskal RI. Mengapa?

Chatib Basri yang di kalangan teman-temannya dipanggil Dede adalah salah satu dari sedikit ekonom Indonesia dengan jaringan global yang hebat, sebelum duduk menjadi pejabat publik. Di Boston di tahun 2005, penulis bertemu Dede yang saat itu sedang keliling Amerika untuk bertemu dengan deretan ekonom terkenal Amerika yang bekerja di berbagai lembaga dan kampus terkemuka Amerika. Sebelumnya, dia pernah diundang di acara oleh klub kelompok eksklusif tak bernama yang beranggotakan orang-orang kaya di dunia.


Dengan latar belakang seperti itu, ia pun efektif untuk menjadi sherpa atau pemandu Presiden SBY di sejumlah KTT G-20. Bersama dengan Jubir luar negeri Presiden SBY saat itu Dino Patti Djalal, maka berbagai urusan yang susah-susah di KTT itu menjadi mudah berkat luasnya pergaulan yang dimiliki keduanya, selain pengetahuan yang bagus dibidang ekonomi dan hubungan internasional. Singkat kata ia pun menjadi team-player efektif untuk mendukung Presiden dan Menkeu di berbagai forum G-20.

Tanpa diketahui banyak orang, ia adalah penasihat Kanselir Jerman, negeri yang menurut mantan Presiden BJ Habibie adalah negeri kumpulan orang pintar dan merupakan perekonomian terkuat di Eropa. Jadi ia bukan hanya punya pergaulan luas internasional tapi diakui reputasinya. Artinya, dia punya modal untuk menjadi pejabat publik yang butuh koneksi internasional yang bagus seperti Menkeu.

Tapi Dede bukan hanya punya pengetahuan teoritis ekonomi, melainkan juga praktis ekonomi. Soalnya dia juga duduk sebagai komisaris di sejumlah perusahaan publik terkemuka Indonesia. Ia bahkan pernah tercatat sebagai salah satu pemegang saham individu terbesar Astra International.

Namun, ia bukan hanya punya pergaulan luas dan pinter, tapi juga punya character. Ketika ditunjuk sebagai Kepala BKPM, ia memutuskan melepas semua posisi di perusahaan publik. Sekalipun tidak ada larangan.

Mengapa? Supaya tidak ada conflict of interest. Sehingga trustworthiness untuk menarik investasi asing terjaga tinggi. Meskipun demikian, ia bukanlah pejabat publik yang kaku. Ketika diminta memberikan endorsement untuk buku Rising Middle Class in Indonesia: Opportunities for Marketers and Challenges for Policy Makers bersama dengan CEO Astra International Prijono Sugiarto, ia yang dulu pernah menjadi pembicara di Marketeers Dinner Seminar untuk Economic Outlook mengiyakan. Sekalipun mepet waktunya dan mengacu pada draft naskah yang masih diedit.

Moga-moga ia bukan hanya akan menjadi Menkeu yang berhasil menjaga fiskal dan membantu mendorong investasi, tapi juga merupakan Menkeu yang horizontal, sosial, dan  inklusif. Suatu hal yang tidak mudah tapi bisa dilakukan.


*Sumber ilustrasi: http://static.liputan6.com

taufik

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

Being deeply loved by someone gives you strength, while loving someone deeply gives you courage.

-Lao Tzu-