Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Menulis dan Buku



Bulan September dan Oktober kemarin sebenarnya banyak aktivitas di ranah daring yang erat dengan kegiatan tulis-menulis. Masih ingat dengan kontes menulis Flash Fiction Challenge – Ubud Writers & Readers Festival 2010? Kontes daring ini unik. Kita diminta mengirimkan cerita fiksi pendek, yang jelas latar belakang dan karakteristik tokohnya, namun harus memberikan kejutan (twist) di akhir cerita. Meski susah-susah gampang, ternyata kontes ini mengundang partisipasi 50.000 orang, entah sebagai penulis atau pun sebagai pengirim vote. Siapa yang menyangka kalau kita punya banyak bibit penulis berpotensi luar biasa?

Aktivitas lainnya di dunia daring adalah munculnya startup lokal yang bergerak di bidang publikasi tulisan. Yang pertama adalah Evolitera, yang membantu distribusi ebook. Setiap orang (blogger atau bukan) diajak untuk mengirimkan tulisan, dan Evolitera akan membantu mempublikasikannya. Sampai saat ini sepertinya Evolitera masih fokus pada pengembangan fitur, belum terlihat jelas pola bisnis yang akan dikembangkannya di masa datang. Apa pun pola bisnisnya, pastinya penulis seharusnya akan lebih diuntungkan.

evolitera 300x185 Menulis dan Buku

Kalau boleh berbagi, salah satu kelemahan menjadi penulis di Indonesia adalah royalti yang diterimanya. Penulis biasanya menerima royalti 8-10% dari harga buku. Prosentase terbesar habis untuk distribusi dan toko buku. Belum lagi pajak. Harga buku anak dan remaja biasanya dipatok tak lebih dari Rp.25.000, karena ini batas psikologi harga yang dianggap mampu dibeli oleh anak dan remaja. Silakan berhitung seberapa mampu buku Anda terjual setiap bulannya, dan pendapatan yang Anda akan terima. Pendapatan ini pun biasanya dibayar mundur minimal 3 bulan, setelah laporan penjualan masuk ke data penerbitan. Untuk menjadi penulis buku di Indonesia, seseorang memang perlu punya nafas panjang.

Selain Evolitera, juga muncul situs Nulisbuku.com, yang digarap oleh pendiri situs belanja Kutukutubuku.com. Nulisbuku.com mencoba menjawab sebagian tantangan di atas, dengan membantu penulis menerbitkan buku secara independen. Harga buku ditentukan sendiri oleh penulis, dengan skema pembagian pendapatan yang menguntungkan penulis. Calon pembeli bisa melihat cuplikan buku di Nulisbuku.com, dan kalau tertarik dengan isinya, ia bisa langsung memesan buku tersebut. Selanjutnya Nulisbuku.com akan mencetak buku sesuai pesanan dan mengirimkannya ke pembeli. Di sini, penulis (yang umumnya amatir) didorong untuk melatih diri pula menjadi seorang pemasar dan penerbit. Semakin banyak orang tertarik dengan bukunya, semakin besar pula keuntungan yang didapatnya.

nulisbuku1 300x151 Menulis dan Buku

Bulan September kemarin Nulisbuku.com resmi diluncurkan di Senayan, sambil menggandeng 99 penulis untuk ikut mempublikasikan karyanya melalui Nulisbuku.com. Saat ini Nulisbuku.com menggandeng penerbitan digital Mizan, yang akan membantu distribusi karya penulis lebih luas. Pola bisnis yang sama sekali berbeda dengan pola penerbitan tradisional. Mudah-mudahan saja bisnis yang digeluti Nulisbuku.com bisa menginspirasi lebih banyak lagi penulis, dan syukur-syukur bisa memberikan kesejahteraan bagi para penulisnya. Nulisbuku.com juga masuk sebagai salah satu pemenang Sparx Up Award 2010.

Artikel ini juga bisa dibaca di blog penulis: Menulis dan Buku

TWITTER REACTIONS

COMMENTS

  • http://bangwinissimo.com Abang Edwin SA

    Sebenarnya apa yang dilakukan oleh nulisbuku.com adalah bukan sesuatu yang baru. Jauh sebelum nulisbuku.com lahir ada Online On-Demand Publishing Company juga yang bernama lulu.com telah melakukan persis apa yang dilakukan oleh nulisbuku.com. Perbedaannya adalah nulisbuku.com menggunakan tarif Rupiah, yang tentunya sangat memudahkan bagi penulis2 indie dan juga pembeli lokal tentunya :-)

    • http://www.media-ide.com Pitra Satvika

      Bagus sih, cuma hihihi penulis harus belajar marketing juga. Kayaknya karena ini sama2 baru, nulisbuku.com pun harus aktif bikin workshop deh. Untuk ngajarin penulis untuk bantu mempromosikan dirinya. Seperti yang dilakukan @revolutia dengan buku print on demand-nya. Sukses berat tuh soalnya. Cetaknya pun dibantu oleh nulisbuku.com soalnya.
      Cuma kayaknya print on demand masih terlalu mahal untuk buku2 full color. Agak susah jualan buku galeri fotografi/ilustrasi/desain, untuk kasus lokal ya.