Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Midnight Sun di North Cape



HK8 150x150 Midnight Sun di North CapeKemarin adalah hari “bersejarah” bagi sebagian penumpang Crystal Serenity, termasuk saya. Setelah dua hari di laut, kapal “docking” di Honnninsvag di Pulau Mageroy. Pulau ini tidak terletak di Norway Mainlandtapi terhubung oleh terowongan bawah laut. Orang bisa mencapai pulau ini bisa lewat terowongan tadi jalan darat, naik pesawat kecil atau naik kapal kecil.

Tentu saja cara mencapai kota kecil tersebut secara “in-style” ya lewat kapal pesiar. Ketika kita nge-dock kemarin ternyata juga ada Costa yang dua hari lalu sama-sama ada Geiranger Fjord. Kota Honningsvag adalah “pintu gerbang” menuju ke North Cape atau Tanjung Utara yang terletak di Lintang Utara 71 derajat. Hanya berpenduduk 5000 orang, kota kecil ini merupakan komunitas tersendiri.

Ketika saya naik bus menuju North Cape yang letaknya hampir 25 km dari situ, saya tidak melihat pohon. Katanya tidak ada pohon bisa “survive” di situ, terutama di Musim Dingin.  Pada November, Desember,  dan Januari, tidak ada matahari sama sekali di situ. Total Blackout! Dan sangat dingin!

IMG01141 20110712 1800 Midnight Sun di North Cape

di depan bola dunia North Cape

Sekarang Summer Time, kebalikannya Sunshine terus dua puluh empat jam.  Di perjalanan, saya melihat beberapa Raindeer yang sering disebut Santa Claus Animal. Menurut cerita, waktu Summer Mei, Juni, dan Juli seperti sekarang ini, mereka berenang selama dua minggu dari Mainland ke Island. Untuk apa? Ternyata, di darat banyak nyamuk dan terlalu “panas”. Jadi, mereka meyeberang Laut Arctic disertai pemiliknya, yaitu suku Asli yang sekarang hidup di empat negara—Norwegia,  Swedia, Finlandia, dan Rusia.

Orang-orang Sami selalu hidup berkelompok dalam rumah-rumah tradisional. Dalam perjalanan ke North Cape, bus berhenti disalah satu rumah mereka. Pemandangan selama perjalanan indah karena terlihat banyak fjord dan danau. Tapi, jauh sekali, dibanding apa yang saya lihat di Hellesyt dan Grainger yang sudah saya ceriterakan sebelumnya. Fjord di sini tidak tinggi, tidak tipis dan “gundul”.

Tapi kata guide lokal, di musim dingin semuanya jadi putih karena salju bisa sampai dua meter di situ. Karena itu mobil pun harus berjalanan beriringan membuntuti mobil khusus pembersih salju. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana bahayanya! Wong, kemarin aja, waktu terang benderang, jalan yang ada terasa kecil dan berkelok-kelok di antara fjord dan jurang.

IMG01160 20110712 2029 Midnight Sun di North Cape

Di dalam ice bar

Di mana-mana saya melihat banyak orang camping di luar atau cukup di mobilnya. Kayaknya orang Norwegia sendiri sangat bahagia menyambut summer yang buat saya sangat dingin, karena udaranya kemarin jadi 7 derajat celcius. Kemarin, kata guide, kita semua “lucky” karena cuaca tidak berubah. Padahal, biasanya cuaca bisa “empat musim” dan berubaubah tiap lima menit!

Tiba di North Cape, saya melihat ada Monumen Peringatan oleh tujuh anak dari berbagai bangsa. Mereka pernah menginap di “puncak dunia” itu selama seminggu untuk mendirikan Monumen Perdamaian itu. Selain itu juga ada Simbol Bola Dunia yang melambangkan North Cape. Ada film dua puluh menit yang menggambarkan perubahan empat musim di North Cape.

IMG01134 20110712 1726 Midnight Sun di North Cape

bersama orang Sami

Di Winter, ternyata seperti di Alaska,disitu juga ada yang namanya Aurora! Ketika cuaca gelap gulita, kadang kadang terlihat sinar hijau yang jelas di udara. Waktu saya Cruise Alaska bulan lalu, saya juga melihat film Aurora yang hanya terjadi pada waktu Winter. Di sana malah ada kelompok orang yang “memburu” Aurora atau Aurora Chaser! Aurora ini memang merupakan atraksi tersendiri bagi orang yang mau mengunjungi Alska atau North Cape di waktu “black out”.

Di North Cape, saya juga melihat ada Kapel Perdamaian dan Museum Thailand! Ternyata pada tahun 1906, Raja Chulalongkorn pernah mengunjungi North Cape dan mendirikan Museum tersebut. Karena itulah barangkali, satu dari tujuh anak yang mendirikan Monumen itu adalah dari Thailand. Anak Asia lain yang saya lihat disitu adalah dari Jepang. Saya memang belum pernah pergi ke Antartica di Kutub Selatan, tapi saya pernah mengunjungi Cape of Hope di South Africa. Tapi Tanjung Harapan di dekat Cape Town itu masih agak “jauh” dari Kutub Selatan.

Setidaknya kemarin saya sudah “mendekati” Kutub Utara,bahkan lebih dekat dari waktu saya di Alaska dulu. Balik dari North Cape, saya tidak langsung naik kapal. Tapi sempat mampir di Ice Bar di Honningsvag. Unik sekali.  Ternyata mereka membangun Bar itu di waktu Winter dengan menggunakan potongan Es asli dari laut. Dengan potongan seperti itulah, mereka membentuk Bar yang berubah-ubah bentuk tiap tahun. Januari nanti bangunan akan dirobohkan dan dibangun yang lain.

IMG01138 20110712 1749 Midnight Sun di North Cape

berada di monumen perdamaian yang didirikan oleh Tujuh Anak berbagai Bangsa

Dengan temperatur minus lima derajat Celcius, setiap pengunjung harus pakai pakaian khusus supaya tidak kedinginan.Tiket masuk bayar 130 Kron, termasuk dua gelas minuman penghangat badan. Menarik sih untuk pengalaman masuk Ice Bar di Antartika. Sebelumnya saya pernah masuk bar seperti itu di Dubai Mall.  Di Uni Emirat Arab yang sangat panas itu memang ada tempat main ski termasuk Ice Bar di dalamnya. Saya juga pernah masuk Ice Bar kecil di LenMarc Mall Surabaya.

Kemarin malam di Deck 12, ada party dengan musik mulai pukul 11 malam sampai lewat tengah malam. Waktu itu, kapal sudah meninggalkan Honningsvag pelan pelan dan berada di sekitar North Cape. Tempat yang saya kunjungi tiga jam sebelumnya. Cuma sekarang, pemandangan jadi beda ketika dilihat dari laut. Dan….matahari ternyata memang tidak tenggelam sama sekali.  Benar-benar kali ini saya menyaksikan Midnite Sun dengan mata kepala sendiri. Wow, Unforgettable Experience!

TWITTER REACTIONS

COMMENTS