This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Saturday,September 20 2014

Maneuver

Obama dan Strategi Pemasaran Politiknya

May 07 2012 | By Dian Marisa Sandhi

Keberhasilan Barack Hussein Obama dalam Pemilu AS  2008 silam bukan hanya kepiawaian dalam negosiasi politik semata, namun juga karena Obama berhasil menerapkan unsur-unsur marketing dalam perjuangan politikya menuju Gedung Putih. Tim suksesnya membuat perencanaan positioning, differentiating dan branding dengan seksama dan menjalankan program-program political marketing dengan optimal. Dalam konteks aktivitas politik, political marketing dimaksudkan untuk menyebarluaskan informasi tentang kandidat, partai dan program yang dilakukan oleh aktor-aktor politik melalui saluran-saluran tertentu yang ditujukan kepada segmen atau sasaran tertentu dengan tujuan mengubah wawasan, pengetahuan, sikap dan perilaku calon pemilih sesuai dengan keinginan si pemberi informasi.


Segmentasi, Targetisasi, Branding, Positioning dan Differentiation Barack Obama


Segmentasi adalah proses penyusunan profil pemilih berdasarkan klasifikasi tertentu. Targetisasi adalah pemilihan segmen pemilih mana yang akan menjadi target kampanye. Saat sejumlah jejak pendapat jelang pemilu menunjukkan bahwa banyak warga pemilih yang tampaknya sudah bosan dengan muka lama yang belum saja membawa kemajuan bagi Amerika. Barack Obama mengerti sekali bahwa masyarakat AS menginginkan suatu perubahan (change). Jargon “Change” yang diusungnya di setiap kampanye, Obama melakukan aktivitas brand-building dengan sangat baik, sehingga dirinya dipersepsikan baik oleh warga AS sehingga dapat menumbuhkan loyalitas di kalangan para pemilihnya. Melalui positioning, Obama berhasil menempatkan diri di benak massa calon pemilihnya. Melalui jargon ”Yes We Can”, Obama berjanji merubah ekonomi Amerika yang sudah hancur lebur ditimpa krisis.  Sebagai agen perubahan, untuk mengubah dan memperbaiki kebijakan presiden sebelumnya George W. Bush yang selama delapan tahun memanjakan kaum pengusaha mapan dengan tidak menerapkan pajak yang sepantasnya bagi mereka dan di saat yang sama tidak memperdulikan kepentingan kelas pekerja dan kaum menengah ke bawah yang susah payah mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan dengan harga terjangkau. Agar positioning kuat, ia harus didukung oleh diferensiasi yang kokoh. Keberanian Obama menjamah banyak isu, mulai dari persoalan irak, pemulihan krisis ekonomi, hingga pelayanan kesehatan, membuatnya terlihat berbeda dan istimewa.


Dalam strateginya, Obama melakukan Pull Marketing (pemanfaatan teknologi internet dalam menjaring dukungan dan dana), Push Marketing dan Pass Marketing (Dukungan kuat dari pemilih muda atau young voters dan pemilih minoritas). Salah satu rahasia kemenangan Obama terletak pada pemanfaatan teknologi internet dalam menjaring dukungan dan dana. Obama adalah contoh sukses pertama kali teknologi diintegrasikan dengan model perubahan organisasi politik yang menekankan partisipasi sukarelawan dan umpan balik dalam skala yang luas, meningkat dan cepat, dan menyebabkan antusiasme yang tak pernah terjadi sebelumnya. Tim kampanye Obama berani menolak jatah dana kampanye dari pemerintah karena percaya diri mampu meraup dana secara swadaya, salah satunya melalui teknologi dalam menggalang dana dan hasilnya tidak percuma, kubu Obama sanggup meraup dana kampanye lebih banyak. Disaat McCain rivalnya, masih melakukan pendekatan konvensional dengan mengambil jatah dana kampanye dengan risiko tidak boleh mencari dana lagi dan akhirnya kelabakan karena dana yang sudah tipis pada hari-hari akhir kampanye, Obama di saat yang sama bisa menghabiskan puluhan juta dollar untuk menayangkan iklan kampanye berdurasi 30 menit di semua jaringan televisi nasional.


 Melihat fenomena seperti itu, kini pemilihan presiden tidak hanya menjadi masalah politik saja tetapi juga pemasaran. Rakyat pemilih bisa terbagi-bagi sedemikian rupa. Penerapan Political Marketing yang dilakukan oleh Barack Obama sudah baik menurut saya, Indonesia bisa belajar banyak dari proses demokrasi dari Amerika tersebut. Bukan saatnya calon presiden sekarang sekadar maju tanpa ada strategi pemasaran yang tepat dan visi yang jelas. Dan sudah saatnya kita menjadi customer dan voter yang kritis



 

Dian Marisa Sandhi

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Co-opetition adalah seni. Levelnya di atas kompetisi maupun akuisisi."

-Hasnul Suhaimi, Presdir PT XL Axiata-