Operasional Prima di Industri Perbankan
Industri perbankan telah berevolusi dari waktu ke waktu. Terdapat berbagai perubahan baik dari segi pengembangan produk perusahaan , inovasi teknologi, kebijakan pemerintah, dan berbagai peristiwa dari industri lain yang membawa dampak kepada industri perbankan. Agar dapat bersaing dengan baik, masing-masing bank kini bersaing untuk memberikan pelayanan terbaik pada konsumen. Berbagai program dilancarkan industri perbankan untuk memenangkan hati para nasabahnya.
Mengenai kegiatan operasional terdapat dinamika yang terjadi di industri seperti:
- Perbaikan dalam rasio biaya dan pendapatan. Disesuaikan dengan kondisi pasar, perbankan telah memiliki usaha jangka panjang untuk memperbaiki struktur pembiayaan dan hal ini telah memberikan hasil positif.
- Peningkatan produktivitas penjualan. Kinerja semua industri perbankan menunjukan angka perbaikan. Jumlah akun yang ditangani setiap tenaga penjual telah meningkat dari sekitar 600 akun per orang menjadi 1.100 akun per orang
- Peningkatan efiensi operasional kantor. Efisiensi telah berhasil dilakukan pada beberapa sektor perbankan terutama pada program pinjaman konsumen
- Perbaikan struktur produk perbankan. Bank-bank kelas atas telah merancang produk dengan tingkat kompleksitas yang jauh berkurang. Sehingga pekerjaan yang dilakukan karyawan juga terbilang lebih sederhana lagi.
Selain itu terdapat empat aspek penting pada operational excellence seperti:
- Client excellence, terutama interaksi dengan konsumen terutama pada “moment of truth” antara kedua belah pihak. Caranya dengan menyediakan penjualan dan pelayanan yang efektif, menghubungi dan membantu konsumen secara proaktif, dan menyampaikan produk yang “mudah dibeli, mudah dijual, dan mudah dilayani”
- Proses yang efisien dan efektif, dengan mendesain proses yang sederhana, cepat dan ideal. Memberikan pelayanan yang tepat pada saat pertama kali berhubungan, memberikan tugas yang tepat kepada orang yang tepat.
- Struktur organisasi yang ringkas. Memiliki struktur organisasi yang ramping dengan fokus penjualan dan pelayanan yang jelas, sebisa mungkin meminimalisir jumlah tingkatan mulaid dari karyawan garis depan sampai dengan manajemen puncak, dengan birokrasi yang minimal
- Kemampuan organisasi yang kuat, memperbaiki secara terus menerus model operasional yang baik dan kinerja biaya melalui pengurangan, manajemen kinerja yang baik dikaitkan dengan insentif dan inisiatif lainnya
Artikel diadaptasi dari bcgperspectives.com





















