This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Thursday,April 24 2014

Maestro

Paus Fransiskus: The New Wave Pope?

March 19 2013 | By Sigit Kurniawan
Sumber Ilustrasi: Mashable


Pada 17 Maret yang lalu, Paus Fransiskus sebagai paus yang baru saja terpilih menulis pesan di Twitter dengan akun @Pontifex. Akun resmi kepausan ini sempat ditutup sementara menyusul mundurnya Benediktus XVI dari kursi kepausan. Dalam tweetnya yang pertama, Paus menulis, "Dear Friends, I thank you from my heart and I ask you to continue to pray for me. Pope Francis."

Dalam tweet pertamanya, Paus Fransiskus menyebut para followernya sebagai sahabat. Paus yang dalam konteks hierarki adalah pemimpin tertinggi, tapi menyebut orang-orang yang ada di bawah kepemimpinannya dengan sebutan yang horisontal: sahabat.

Seperti dikutip dari Mashale, tweet Paus pertama itu disambut antusias oleh para pengikutnya. Banyak yang menyatakan harapannya agar Paus baru ini lebih sering menggelar percakapan di Twitter.

Sejak cerobong asap Kapel Sistine, tempat pemilihan paus atau konklaf diadakan, mengepulkan asap putih sebagai tanda terpilihnya paus baru, banyak orang menanti-nantikan pemimpin umat Katolik sedunia itu dengan harapan membuncah. Terpilihnya Kardinal Jose Mario Bergoglio dari Argentina sebagai paus baru diharapkan banyak orang akan memunculkan harapan baru bagi dinamika Gereja Katolik yang lebih segar dan dinamis.

Terpilihnya Jose Mario Bergolio sebagai paus menorehkan sejarah dengan tinta tebal. Pertama, dia merupakan Paus pertama dari benua Amerika, khususnya Amerika Latin. Kedua, dia merupakan Paus dari dari Ordo Serikat Jesus (SJ) atau Jesuit pertama, komunitas pastor yang terkenal dinamis dan progresif dalam kerasulannya. Ketiga, sosok Jose Mario Bergoglio yang sangat dekat umat dan masyarakat kebanyakan. Ketiga hal tersebut membuat banyak pihak, tidak hanya umat Katolik, berharap akan ada wajah baru dalam Gereja Katolik.

Sosok Jose Mario Bergolio selama menjadi uskup dan kardinal dikenal dekat dengan umat. Meminjam istilah Jokowi, dia merupakan sosok gembala yang mau "blusukan" di tengah-tengah masyarakat. Penampilan dan gaya hidupnya juga sederhana. Saat bepergian, ia lebih memilih angkutan umum. Meski dia menempati posisi tinggi, tapi ia tidak menunjukkan mentalitas "priyayi" yang semua serba dilayani. Ia sangat konsisten sebagai seorang pastor, yakni menggembalakan dan melayani umatnya. Dia sosok yang sangat inklusif, terbuka dan mau bekerja sama dengan masyarakat dari semua lapisan.

Begitu terpilih sebagai Paus, Jose Mario Bergolio langsung memilih nama Fransiskus yang merupakan nama dari Fransiskus Asisi, seorang santo yang sangat dikenal sebagai santo rendah hati dan dekat dengan orang-orang miskin dan termarginalkan. Pilihan nama inilah yang menjadi inspirasi Paus baru ini untuk tetap rendah hati dalam kepemimpinannya dan dekat dengan orang-orang miskin dan termarginalkan. Ini sejalan dengan salah satu misi gereja, yakni option for the poor, masyarakat yang haus akan keadilan.

Kehadiran Jose Mario Bergolio menguarkan harapan akan wajah Gereja Katolik yang baru. Bukan berarti wajah lama yang buruk. Namun, ada sentuhan-sentuhan anyar dari Gereja Katolik yang akhirnya membuat pewartaan Kabar Gembira menjadi lebih baik lagi. Mungkin Gereja Katolik akan lebih horisontal, inklusif, dan sosial. Persis seperti semangat New Wave Marketing yang saat ini terjadi sebagai arus besar di lanskap bisnis.

Semoga!

 

 

 

 

Sigit Kurniawan

Writer, Journalist, Free Thinker. Twitter: @sigit_kurniawan

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Jadi, saat ini atau masa depan, tak mungkin era broadband tak dibutuhkan. Jadi, bukan seeing is believing, tapi believing is seeing."

-Muh. Awalluddin, Direktur Enterprise & Wholesale PT Telkom Indonesia, Tbk-