Pemandu Museum Marketing 3.0: Profesi yang penuh Tantangan
The-Marketeers.com – Kapan terakhir Anda berkunjung ke museum? Mungkin ketika masih berseragam dan itu sudah lama sekali. Jika Anda sedang di Bali dan melewati Jalan Raya Ubud, pastikan mampir ke Museum Marketing 3.0.
November 2011, Ubud dinobatkan sebagai “Top 10 Cities in Asia” dan Bali sebagai “Top 10 Islands in Asia” oleh Conde Nast Traveler Magazine. Museum terasa hambar tanpa adanya pemandu. Daniel Kurniawan (26), seorang yang menjalani profesi pemandu di Museum Marketing 3.0, Ubud – Bali.
Alasan berprofesi sebagai pemandu museum?
Pemandu museum adalah pekerjaan yang penuh tantangan. karena kita harus membantu menyampaikan informasi menjadi knowledge kepada para pengujung.
Apa latar belakang pendidikan dan pekerjaan Anda sebelumnya?
Latar belakang pendidikan saya itu Ilmu Komunikasi dan pekerjaan sebelumnya yaitu Talent Secker.
Mengapa Anda banting setir menjadi pemandu museum?
Karena seorang pemadu museum marketing 3.0 di tuntut untuk bisa menginformasikan semua hal yang ada dalam museum menjadi knowledge, selain itu saya harus mengerti karakteristik setiap pengujung yang datang. Dan, itu tantangan untuk saya.
Kenapa memilih Museum Marketing 3.0?
Museum Marketing hanya ada satu di dunia dan itu disini. Saya bangga menjadi bagian dari Museum Marketing 3.0 dan disini saya bisa belajar banyak tentang marketing. Saya sangat ngefan dengan pakar marketing dunia Pak Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler. Museum ini, juga menampilkan profile perorangan atau perusahaan yang tidak hanya fokus pada brand maupun konsumen, tapi juga ke Human Spirit.
Apakah Anda mendapatkan training ketika memulai profesi ini?
Ya, tentu ada.
Suka dan duka menjalani profesi ini?
Sukanya banyak. saya bisa ketemu banyak orang dari negara lain. Otomatis membuat saya termotivasi untuk belajar banyak bahasa asing selain bahasa inggris. Dan, banyak orang hebat Indonesia datang secara khusus ke Ubud hanya untuk datang ke Museum Marketing 3.0. Mengenai dukanya tidak ada.
Bagaimana cara Anda menghadapi pengunjung ‘nakal/aneh’?
Sampai detik ini tidak ada pengunjung yang “nakal/aneh”. amien!
Adakah waktu-waktu museum ramai dikunjungi?
Hampir setiap hari museum ini ramai, terutama setelah makan siang.
Apa yang harus dilakukan agar pelajar/masyarakat luas berminat datang ke museum daripada ke mal?
Hampir setiap bulan minimal 2 kali kita kedatangan kujungan melibatkan pelajar dan seniman. Beberapa waktu lalu, kita mengundang para blogger dan memperkenalkan produk dari salah satu perusahaan besar Indonesia yang mengundang para pelajar dan seniman tentang seni melukis secara digital, dengan acara seperti itu banyak melibatkan pelajar dan masyarakat. Hal ini merangsang minat masyarakat luas untuk datang, belajar, dan berkujung ke museum.
Fast Track
Jalan Raya Ubud, Bali – Indonesia
For more info, visit mm3-ubud.org
Contact the writer on Twitter





















