This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Monday,October 20 2014

Manifesto

Peran Teknologi di Mata Marketer

March 17 2013 | By Eko Adiwaluyo
Dalam buku Marketing 3.0: Value Driven Marketing disebutkan bahwa ada beberapa kekuatan besar yang menggerakkan dunia bisnis ke dalam persaingan yang baru di masa mendatang. Di antaranya adalah kekuatan teknologi, new wave yang mendorong perilaku manusia menjadi lebih ekpresif, partisipatif, dan kolaboratif.

Era ini disebut sebagai The Age of Partisipation & Collaborative Marketing. Pada era ini, perusahaan tidak dapat lagi memandang konsumen hanya sasaran atau objek pemasaran. Nah, bagaimana para marketer dari beragam perusahaan di Indonesia menjadi bagian era ini. Di negara ini, ada banyak perusahaan yang telah “melek teknologi”dan menggunakan untuk aktivitas marketing.  Berikut beberapa kisah dari para marketer dari beragam industri.

BCA adalah salah satu yang sudah mengaplikasi teknologi. Bank ini sudah menggunakan automatic teller machine (ATM) sejak 1989 dan uang yang berputar hingga 2012 sudah Rp 1600 triliun. Kemudian, tahun 2002, bank ini sudah menerapkan online banking. Volume rupiah yang diputar sudah mencapai Rp 2000 triliun. Melebihi perputaran di ATM.

“Inovasi yang akan datang adalah inovasi memberikan nilai value hidup yang lebih baik atau menonjolkan humanity, bukan sekadar untuk competitive advantage. Inilah yang kami lakukan di BCA dengan teknologi, membuat orang semakin mudah bertransaksi dengan aman,” kata Santoso, Senior General Manager Card Center BCA.

Teknologi juga mendorong pertumbuhan pasar di industri otomotif. Dengan internet yang sudah mudah diakses konsumen sekarang bisa melihat spesifikasi mobil secara online. Konsumen pun dengan mudah membandingkan satu produk dengan produk lainnya. Bahkan, sekarang ini pemahaman spesifikasi mobil antara konsumen dengan sales sudah hampir sama.

“Dampak teknologi ini begitu luar biasa. Bagi perusahaan bisa untuk menangkap target konsumen baru. Kemudian, untuk berinteraksi secara dua arah dengan konsumen dan menunjang lifestyle pengguna mobil,”kata CEO PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO).

Selain di dua industri tersebut di atas, teknologi juga semakin berperan di industri kosmetik.  Di industri ini, teknologi membuat konsumen bisa melakukan percobaan warna untuk wajah di komputer terlebih dulu dengan aplikasi khusus. “Yang tadinya orang harus melakukan pencampuran warna secara langsung di wajah, sekarang bisa dilakukan di laptop. Dengan begitu, begitu ke toko bisa langsung membeli warna kosmetik yang diinginkan,”kata Samuel Pranata, Marketing Director PT Martina Berto-Martha Tilaar Group.

Masih banyak lagi contoh betapa teknologi menjadi change factor dalam lanskap dunia marketing. Sebutlah satu contoh lagi dalam bisnis sepeda lifestyle, orang bisa melihat sepeda mode terbaru dan kualifikasinya di internet dan masih banyak lagi lainnya. Dengan semakin pentingnya teknologi, satu hal yang perlu diingat para marketer, menggunakan teknologi yang berbasis human spirit bukan untuk mengejar keuntungan semata.

Eko Adiwaluyo

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Salesman yang baik adalah yang telinganya gede, artinya mau mendengarkan konsumen"

-Suparno Djasmin, CEO PT Astra International Tbk- Daihatsu Sales Operation-