[Outlook 2012] Pasca-Investment Grade, what’s next?
Pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Bahkan, pencapaian gemilang diraih di saat perekonomian dunia, dalam hal ini Eropa dan AS, mengalami kelesuan. Indonesia telah belajar banyak hal dari krisis yang melanda pada tahun 1997-1998. Demikian diungkapkan oleh Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dalam keynote speech-nya di Financial Lecture bertajuk “Pasca-Investment Grade, what’s next?” di Ritz-Carlton, Pacific Place, Rabu (18/01/2012).
Tapi, Darmin optimisis zona Euro kembali normal dalam waktu yang tidak lama dan gejolak ekonomi dunia bisa mereda. Hal ini akan memberi harapan bagi iklim investasi dunia.
Meskipun infrastruktur Indonesia masih banyak yang tertinggal, sambung Darmin, optimisme dalam membangun iklim investasi masih ada. Ini terbukti dalam kondisi seperti ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa bertumbuh 7 persen. Pertumbuhan suku bunga deposito berada di angka tiga persen.
Selain itu, instrumen-instrumen investasi harus diperbanyak, baik yang diterbitkan oleh pemerintah maupun swasta. Darmin juga melihat banyaknya perusahaan-perusahaan keluarga di Indonesia sehingga susah untuk terbuka. Dia mendorong perusahaan-perusahaan lain untuk melakukan go public sehingga banyak peluang untuk investasi. Selain itu, butuh regulasi yang lebih jelas dan pembenahan struktur industri untuk mengatur investasi tersebut.
“Investment grade itu bukan tujuan, tapi sebagai sarana. Kita harus bisa membangun struktur industri yang kuat,” tandas Darmin.




















