Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Petikan Gitar Ivan Nestorman Langsung dari Studio New Wave Radio



ivan1 Petikan Gitar Ivan Nestorman Langsung dari Studio New Wave Radio

Waizly Darwin dan Ivan Nestorman. Foto: Chairul | The Marketeers

Dua lagu bernuansa Flores mengalun dari studio New Wave Radio, Kamis sore ini (11/08). Lagu yang tak biasa dalam play list yang diputar New Wave Radio. Maklum,  sang pelantun Ivan Nestorman langsung memainkannya di studio yang berada di lantai empat kantor MarkPlus, Jakarta ini. Dengan gitarnya, musisi asal Flores ini memainkan dua buah lagu yang bercerita tentang ajakan ke kebun untuk membakar singkong dan lagu pengantar masuk bilik.

Ivan yang pada 30 Juli lalu menjadi salah satu pengisi “Concert for Komodo”  bersama Dwiki Dharmawan, Marcell, Dira Sugandi di Pantai Kuta, Bali, juga bercerita sedikit pada Marketeers tentang Flores, kampung halamannya. Ivan lahir dari pasangan asal Manggarai dan Manggarai Barat. Ia dan keluarganya tinggal di Pulau Rinca, salah satu pulau tempat komodo berada, sebelum akhirnya meninggalkannya usai tamat SMA.

Musisi dengan rambut gimbal ini boleh dibilang sebagai ambassador Flores. Maklum, kemana-mana terutama di konser tingkat dunia, Ivan selalu memperkenalkan Flores melalui lagu-lagunya. “Saya rasa Flores adalah tempat segala wonder of the world berkumpul di sana. Di sana, meskipun kecil, ada banyak gunung berapi, mempunyai danau tiga warna Kelimutu, dan ada lagi air terjun,” kata Ivan.

Ivan menyebut masyarakat Flores  dengan singing society. Maklum, hampir di semua aktivitas masyarakat Flores, mereka senantiasa bernyanyi dan berpantun. Entah dalam ritual saat lamaran, ibadah untuk orang meninggal, dan sebagainya.

Ivan bercerita juga tentang kearifan lokal yang ada  di Lamalera, khususnya tradisi menangkap ikan paus di sana. Bagi masyarakat Lamalera, Lembata, NTT, menangkap ikan paus ini sudah menjadi tradisi. Cara berburu ikan paus, sambung Ivan, sangat tradisional dan tidak pernah menggunakan alat-alat modern. “Masyarakat Lamalera menyebut laut sebagai Bunda. Karena itu, mereka bisa minta apa saja pada laut. Sesekali mereka diberi hadiah ikan paus. Masyarakat Lamalera sangat menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong-royong,” imbuh Ivan.

ivan2 Petikan Gitar Ivan Nestorman Langsung dari Studio New Wave RadioDi Oktober mendatang, sambung Ivan, akan digelar Festival Baleo. “Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja untuk datang ke sana. Di sana, akan ada aneka penampilan musik daerah, seperti  musik Dolo-Dolo yang sedikit bergaya Portugis,” kata Ivan. Mereka yang ingin bertandang ke Lamalera, Ivan memberikan rute yang gampang, yakni dari Denpasar menuju Maumere, lalu ke Larantuka, dari Larantuka  naik perahu motor menuju Lamalera.

Di depan banyak potensi Flores tersebut, Ivan merasa prihatin pada masih minimnya promosi budaya di sana. “Dana untuk promosi di kantor-kantor pariwisata di Flores masih kurang sehingga kurang bisa mem-blow-up pariwisata di sana,” kata Ivan.

Sementara itu, kolaborasi Marketeers dengan Ivan Nestorman akan terus berlanjut dalam rangkaian kampanye Komodo The Real Wonder of The World. Ivan akan kembali  mengisi acara dalam Komodo Night yang akan digelar di Opera Point Marquee, Sydney Opera House, 9 September 2011 dan di Crystal Garden Navy Pier Chicago, 22 September 2011.

TWITTER REACTIONS

COMMENTS