This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Sunday,October 26 2014

Maneuver

Polisi Cilik, Strategi Polda Metro Rangkul Anak Muda

April 10 2013 | By Hendra Soeprajitno


Di era new wave marketing, perusahaan atau brand harus bersikap horizontal, inklusif, dan sosial sebaik mungkin. Tujuannya agar perusahaan atau brand bisa mendapatkan tempat di hati konsumen, selayaknya seorang teman.

Hal serupa pun dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Di bawah kepemimpinan Inspektur Jenderal Polisi Putut Eko Bayu Seno, Polda Metro Jaya pun merilis berbagai program edukasi, antara lain Polisi Remaja dan Polisi Cilik. “Kami ingin memberikan pendidikan sedari kini. Dengan merangkul anak muda, kami secara otomatis juga mengajak orang tua mereka,” kata Putut.

Polisi Remaja adalah pendidikan yang diberikan Polda Metro Jaya bagi kalangan remaja, khususnya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui program ini, beberapa SMA di Indonesia memberikan rekomendasi muridnya untuk menjadi Polisi Remaja. “Mereka menjadi pengawas dan pengingat bagi teman-temannya, semisal dalam kasus minuman keras atau narkoba di kalangan pelajar. Mereka juga menjadi pengawas jikalau ada tawuran,” kata Putut.

Sedangkan untuk Polisi Cilik, Polda Metro Jaya membuka kesempatan bagi anak Sekolah Dasar kelas satu hingga tiga untuk bergabung. Dalam kesempatan ini, sang anak akan mendapatkan kesempatan berlatih berbaris, bernyanyi, dan lainnya. “Kami mendidik mereka dari awal dan membangun karakter sehingga besar tidak menjadi preman. Banyak orang tua berebutan agar anaknya bisa menjadi polisi cilik. Jadi selain merekrut anak, kami juga mendidik orang tuanya,” kata Putut.

Dengan kedua program itu, Polda Metro berharap  bisa mendapatkan hati di masyarakat Ibukota. “Kami berharap polisi bisa dikagumi dan menjadi teman masyarakat,” katanya.

Hendra Soeprajitno

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

"Persaingan di perbankan Indonesia sangat ketat. Kalau bank tidak berinovasi, pasti akan ketinggalan."

-Abdul Rachman, Direktur PT Bank Mandiri, Tbk-