Pub dengan Konsep Self Service
Konsep tempat makan dan nonkrong terus berubah dari waktu ke waktu. Banyak pelaku usaha yang bergerak di bidang ini mencoba mengambil tema untuk memberikan atmosfer tersendiri sehingga konsumen yang datang mendapat experience dan nuansa yang berbeda. Seringkali tindakan ini salah satu faktor diferensiasi dibandingkan tempat lainnya. Di Korea, bar di dekat Universitas Kunguk di Seoul mencoba menawarkan konsep bisnis yang berbeda dibandingkan bar di tempat lain.
Beer Barket, tempat semacam pub di Korea menawarkan konsep swalayan dalam penyajian produknya. Konsumen dipersilahkan untuk memilih dan mengambil bir yang diinginkan dari lemari es yang telah disediakan. Di lemari es, setiap produk telah diberi label harga, dan konsumen juga diberi kebebasan untuk mengambil es sesuai dengan keinginan. Setelah selesai, karyawan akan membawa botol kosong yang ada di meja dan kemudian melakukan pembayaran di kasir.
Konsep pub ini menjadi tren di Korea, terutama di kalangan pelajar. Dengan konsep swalayan seperti ini, biaya operasional dapat ditekan sehingga pihak pub dapat memberlakukan kebijakan harga yang relative murah. Dengan harga murah tentu akan dapat menarik konsumen yang cukup sensitif dengan harga.
Meskipun konsep tempat cukup sederhana, tempat ini ramai dikunjungi konsumen. Bagi kalangan pelajar, mereka lebih toleran terhadap kenyamanan tempat. Mereka memilih tempat yang cukup nyaman untuk hang-out dengan harga yang cocok dengan saku. Berbeda dengan tempat lain di Korea, di tempat ini, konsumen dapat memesan minum tanpa perlu memesan makanan snack. Dengan ini, konsumen pun dapat menekan pengeluaran yang dianggap tidak terlalu perlu.
Bagaimana dengan Indonesia? Mungkin konsep ini dapat menjadi ide bagi para wirausaha untuk membuat tempat makan atau minum self service. Namun mungkin perlu diperhatikan karakter masyarakat Indonesia yang memang berbeda dari konsumen negara maju.
Artikel ini diadaptasi dari artikel CNN.com





















