Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community



Solo Kota Pasar



PASAR KLEWER MARKET SOLO INDONESIA 6 Solo Kota Pasar

Source: http://lh5.ggpht.com/

Bukan dalam pengertian pasar tradisional, Solo kini merupakan pasar aneka jenis produk barang dan jasa. Walikota Joko ‘Jokowi’ Widodo harus disebut sebagai tokoh kunci, arsitek Kota Surakarta kontemporer, ketika banyak produsen dan pemasar seperti berebut tempat di kota yang baru saja berulang tahun ke-267 itu.

Di jalan-jalan sekunder, yang dulu terkesan gelap, ruwet, bahkan (maaf) mesum, kini tampak benderang seiring dengan kehadiran banyak tempat usaha baru, toko, kantor-kantor cabang perusahaan asal Jakarta, dan sebagainya. Biro jasa arsitektur, showroom mewah yang menyediakan aneka merek sepeda, hingga hotel-hotel melati yang melakukan renovasi menjadi lebih megah, demi mengubah citra dari ‘hotel tiga jaman’ menjadi tempat menginap yang nyaman bagi wisatawan dan pebisnis.

Saya masing ingat materi wawancara sendirian dengan Pak Jokowi, setahun sebelum masa jabatan periode pertamanya berakhir. Ketika banyak wartawan bertanya apakah Pak Jokowi akan mencalonkan kembali jadi walikota, saya ajukan pertanyaan memutar: untuk membangun Solo seperti yang diimpikan sebagai kota yang nyaman dan memberi dampak kesejahteraan signifikan bagi warga kota, Pak Joko butuh waktu berapa lama, berapa investasi daerah, dan berapa target investasi yang bisa didapat?

Jawab Pak Jokowi kira-kira begini: saya butuh waktu minimal sepuluh tahun. Itu pun baru tahap membangun pondasi, karena kalau mau ideal, perlu 25 tahun. Dalam kurun sepuluh tahun, kami bisa gunakan dana APBD sebesar Rp 650 miliar, hanya sebagai stimulan atau pancingan untuk menggaet investasi antara Rp 6,5 trilyun hingga Rp 9 trilyun!

Tak cuma isyarat tersembunyi Pak Jokowi akan mencalonkan lagi, tapi saya memperoleh gambaran betapa semua langkah yang dilakukannya sangat terencana dan terukur. Ia menyebut potensi pariwisata sebagai jembatan penting agar orang dunia berpaling ke Solo. Maka, dia ciptakan banyak event kultural sambil menata infrastruktur pendukung MICE. Semua kawasan wisata unik dibenahi, fakta banyaknya meeting dokter yang melibatkan perusahaan farmasi, juga aneka instansi negeri dan swasta pun dikelolanya, disikapi sebagai potensi luar biasa, yang bisa diharapkan bukan hanya trickle down effects-nya, namun multiplier effects-nya pula.

Kini, rumor terus berseliweran. Grup Aman yang konon mau membuka hotel eksklusif di sekitar Solo atau Trans Studio milik Chaerul Tanjung yang juga sedang melakukan penjajakan, seolah klop dengan petunjuk geliat usaha properti dan perhotelan yang trennya terus meningkat. Jalan raya di tengah kota yang kian padat dan macet di akhir pekan, bisa pula disebut sebagai pertanda banyaknya pendatang.

Pendapatan retribusi dari pasar tradisional yang terus melonjak dari kurang dari Rp 4 milyar per tahun pada awal 2000 menjadi di atas Rp 18 milyar setahun silam, tampaknya bisa dilihat sebagai indikasi adanya geliat usaha di sektor riil. Ada strategi menggarap sektor ‘atas’, namun berorientasi pada peningkatan kesejahteraan di level ‘bawah’.

Kota Solo, tampaknya akan terus menggeliat, apalagi jika melihat masa depan eksplorasi minyak Blok Cepu oleh ExxonMobil di Bojonegoro. Solo, mau tak mau akan kebagian kue jika melihat kondisi infrastruktur transportasinya yang lebih bagus dibanding Semarang atau Surabaya dari Kabupaten Bojonegoro. Banyak kebutuhan rekreatif para pekerjanya, terutama ekspatriat, yang bisa dipenuhi di Solo, yang bisa dijangkau lebih cepat dengan kondisi jalan raya yang jauh lebih bagus dibanding dua kota besar tersebut.

TWITTER REACTIONS

COMMENTS