This text will be replaced. Streaming solutions by Primcast - Shoutcast hosting, Flash Streaming
Marketeers, Thursday,July 31 2014

Movement

Tantangan Membongkar Korupsi Perusahaan Swasta

May 21 2013 | By Sigit Kurniawan


Praktik korupsi oleh perusahaan-perusahaan swasta tidak kalah banyak dengan praktik korupsi di pemerintahan. Kejahatan oleh pihak yang sering disebut dengan kejahatan kerah putih (white collar crime) ini menjadi tantangan bagi para wartawan saat ini. Hal ini disampaikan oleh Metta Dharmasaputra, mantan redaktur pelaksana Tempo dan pendiri KATADATA, dalam The First Corporate Governance Media Reporting Conference in Indonesia, di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (21/05/2013).

"Ada beberapa tantangan untuk membongkar kejahatan kerah pputih ini, seperti persoaan teknis yang memang sulit dipahami, narasumber yang sering irit berbicara dan cenderung tertutup, serta perhatian publik yang tidak sebesar isu lain di luar persoalan ekonomi," kata Metta.

Metta menekankan bahwa peliputan ekonomi dan bisnis harus mutlak berdasar pada data dan fakta. "Ini juga menjadi tantangan bagi media bisnis. Harus ada fakta dan data dan bukan sekadar pernyataan, seperti halnya berita politik," kata Metta.

Sementara itu, dua sasaran peliputan utama media bisnis terutama dalam rangka membongkar kejahatan perusahaan, antara lain praktik korupsi dan kejanggalan padar proses tender, transaksi, maupun alokasi dana. "Wartawan yang menginvestigasi sebaiknya memperhatikan hal-hal tersebut yang biasa ditengarai adanya praktik korupsi," kata Metta.

Metta juga menyebut ada tiga kunci pemberantasan korupsi bagi wartawan yang melakukan investigasi, yakni membongkar korupsi sektor swasta yang jumlahnya masif, perlindungan whistle-blower, dan memahami jerat pencucian uang. "Kita butuh whistle-blower dalam hal ini karena sering susah sekali membongkar korupsi perusahaan tanpa peran orang dalam. Selain itu, kita perlu memahami jerat pencucian uang seperti yang sudah dilakukan oleh KPK sekarang," imbuh Metta.

Metta mencontohkan beberapa kasus korupsi dan manipulasi korporasi yang pernah ia tangani ketika masih bergabung di Majalah Tempo. "Laporan investigasi ini penting, terutama untuk membangkitkan penggalian berita yang terancam lenyap di era sekarang. Khususnya, di tengah euforia media sosial yang sering kurang verifikasi," kata Metta menyitir pendapat Lucinda S Flesson, penulis buku "Ten Steps to Investigative Reporting."

*Sumber ilustrasi: http://3.bp.blogspot.com

Sigit Kurniawan

Writer, Journalist, Free Thinker. Twitter: @sigit_kurniawan

View Profile

Multimedia

marketeers quote of the day

Sehebat-hebatnya pemerintah, ia hanya membawa 1/4 perubahan. 1/4 lagi ada di bisnis, 1/4 lagi ada di civil society movement seperti ormas dan komunitas. Dan 1/4 lagi ada di media

-Ridwan Kamil, Walikota Bandung-