window seat or aisle seat?
Pada saat check in di bandara, anda pasti akan ditanya dengan pertanyaan “mau duduk dimana bu? Di jendela atau di pinggir?
Pasti sebagian besar dari anda mengatakan bahwa anda akan memilih untuk duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan dengan leluasa meskipun terkadang kita jadi susah untuk keluar-masuk apabila akan ke toilet.
Ternyata, menurut para peneliti dari American College of Chest Physicians, mereka mengatakan bahwa duduk di window seat bisa meningkatkan resiko Deep Vein Thrombosis (DVT) atau dalam bahasa Indonesia adalah pembekuan pembuluh darah. Sebab ketika kita duduk di pojok, memungkinkan kita tidak bergerak dalam beberapa waktu dan gumpalan darah bisa terbentuk di pembuluh darah betis dan paha. Akibatnya bisa fatal bila gumpalan tersebut pecah dan masuk ke pembuluh darah, karena menghambat aliran darah ke seluruh tubuh.
Salah satu resiko yang bisa terjadi seperti misalnya overweight. Resiko DVT terbesar paling tinggi bisa terjadi apabila penerbangannya mencapai 8-10 jam, namun bila anda memilih window seat dalam penerbangan hingga 4 jam tidak terlalu berisiko. Khusus untuk ibu hamil, untuk penerbangan yang lebih dari 4 jam tidak disarankan untuk duduk di window seat.
Agar anda terhindar dari resiko DVT selama penerbangan:
1. Cobalah untuk berjalan-jalan sejenak setiap satu atau 2 jam sekali
2. Banyaklah minum air putih, dan jangan konsumsi alkohol. Jangan sampai anda dehidrasi.
3. Jangan minum obat tidur
4. jangan minum obat-obatan seperti aspirin atau obat apapun yang bisa menggangu kesehatan anda selama penerbangan
5. Kalau anda dalam perjalanan dengan menggunakan bus atau mobil, cobalah untuk setiap 2-3jam untuk melakukan streching





















