<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>New Wave Marketing - Marketeers</title>
	<atom:link href="http://the-marketeers.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://the-marketeers.com</link>
	<description>Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community</description>
	<lastBuildDate>Fri, 24 May 2013 11:42:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4</generator>
		<item>
		<title>TIPS: Lakukan 5 Hal Ini Untuk Lebih Kreatif Dan Produktif Di Hari Esok</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/tips-lakukan-5-hal-ini-untuk-lebih-kreatif-dan-produktif-di-hari-esok.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/tips-lakukan-5-hal-ini-untuk-lebih-kreatif-dan-produktif-di-hari-esok.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 10:48:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ben Mukti W.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manifesto]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58104</guid>
		<description><![CDATA[Simon Rich, salah satu dari 100 Orang Paling Kreatif menurut Fast Company, memetakan 5 langkah untuk meningkatkan kreativitas Anda. Di umur 18, Simon Rich menulis buku pertamanya. Buku terbarunya, The Last Girlfriend On Earth, akan keluar pada tahun ini. Di umur 29, ia telah membuat banyak tulisan termasuk buku, novel, artikel majalah, cerpen, dan sketsa-sketsa dari Saturday Night Live. Ingin tahu rahasianya? Inilah 5 kunci untuk meningkatkan kreativitas yang dapat Anda lakukan mulai hari ini. 1. Mengetahui Waktu Kerja Terbaik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/archives/tips-lakukan-5-hal-ini-untuk-lebih-kreatif-dan-produktif-di-hari-esok.html/16557541-a-lightbulb-drawn-on-a-green-chalkboard-symbolizing-ideas-inspiration-and-creativity" rel="attachment wp-att-58106"><img class="aligncenter size-full wp-image-58106" title="TIPS: Lakukan 5 Hal Ini Untuk Lebih Kreatif Dan Produktif Di Hari Esok" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/16557541-a-lightbulb-drawn-on-a-green-chalkboard-symbolizing-ideas-inspiration-and-creativity.jpg" alt="16557541 a lightbulb drawn on a green chalkboard symbolizing ideas inspiration and creativity TIPS: Lakukan 5 Hal Ini Untuk Lebih Kreatif Dan Produktif Di Hari Esok" width="448" height="298" /></a></p>
<p>Simon Rich, salah satu dari 100 Orang Paling Kreatif menurut Fast Company, memetakan 5 langkah untuk meningkatkan kreativitas Anda. Di umur 18, Simon Rich menulis buku pertamanya. Buku terbarunya, The Last Girlfriend On Earth, akan keluar pada tahun ini. Di umur 29, ia telah membuat banyak tulisan termasuk buku, novel, artikel majalah, cerpen, dan sketsa-sketsa dari Saturday Night Live.</p>
<p>Ingin tahu rahasianya? Inilah 5 kunci untuk meningkatkan kreativitas yang dapat Anda lakukan mulai hari ini.</p>
<p><strong>1. Mengetahui Waktu Kerja Terbaik Anda</strong><br />
Ketika bangun tidur, hal pertama yang dilakukan Rich adalah menulis. &#8220;Biasanya saya selalu dapat menyelesaikan pekerjaan saya di pagi hari&#8221; ujar Rich. Setelah makan siang, biasanya kreativitas orang menurun. Rich mengestimasi perbandingan kreativitas sebelum dan sesudah makan siang adalah 80/20.</p>
<p><strong>2.Kerjakan Apa Yang Anda Sukai Pertama</strong><br />
Anda harus menyadari bahwa tidak semua hal yang Anda kerjakan dalam satu hari merupakan hal yang Anda sukai semuanya. Rich mengatakan, Anda lebih baik mengerjakan apa yang Anda sukai terlebih dahulu. &#8220;Terkadang memang tergantung dengan deadline. Tapi saya menemukan bahwa waktu yang paling efektif untuk menulis adalah menulis apa yang Anda ingin tulis.&#8221; Saran Rich.</p>
<p><strong>3. Kejar Kuantitas Dibandingkan Kualitas</strong><br />
Mungkin Anda kurang setuju dengan kata-kata di atas. Namun Rich punya penjelasan sendiri. &#8220;Dengan membuat tulisan sebanyak-banyaknya, Anda akan menemukan bbanyak dari tulisan Anda yang berkualitas.&#8221; Ujar Rich. Maksudnya, Jika Anda menunggu ide untuk menulis sesuatu yang berkualitas, itu malah akan menghambat waktu Anda.</p>
<p><strong>4. Mengatahui Bagaimana Anda Bekerja</strong><br />
Rutinitas Anda bekerja membuat Anda mengetahui bagaimana sesungguhnya cara Anda bekerja. Rich mengatakan &#8220;Banyak band yang membuat ratusan lagu. Tapi ada juga beberapa band yang hanya membuat 5 atau 6 lagu, dan mereka semua mempunyai jumlah lagu yang sama dalam 1 album&#8221; Ujar Rich. Maksudnya adalah jika Anda mengetahui bagaimana seharusnya Anda bekerja, maka Anda akan menemukan yang terbaik dari diri Anda. Anda akan menemukan dimana waktu yang paling kreatif, waktu yang paling tepat, dan waktu yang paling produktif dari diri Anda.</p>
<p><strong>5. Maafkan Diri Anda</strong><br />
Rich mengatakan bahwa ketika umur 18 tahun, ia takut untuk membaca ulang novel pertamanya karena ia merasa novelnya buruk. &#8220;Saya ingat, saya sangat marah karena setengah dari halaman novel itu saya tulis dengan membutuhkan banyak waktu. Padahal beberapa waktu yang lalu, saya meluncurkan sebuah novel yang bahkan itu hanya dikerjakan dengan sebagian kecil dari waktu saya. Pelajarannya? Anda menulis sebuah novel yang buruk. Jadi, perbaiki dalam novel yang selanjutnya&#8221; Saran Rich.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/tips-lakukan-5-hal-ini-untuk-lebih-kreatif-dan-produktif-di-hari-esok.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wedang Cokelat Choco’te Berawal dari Kegelisahan Seorang Pekerja Kantoran</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/wedang-cokelat-chocote-berawal-dari-kegelisahan-seorang-pekerja-kantoran.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/wedang-cokelat-chocote-berawal-dari-kegelisahan-seorang-pekerja-kantoran.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 10:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekoadiwaluyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth StartUp Icon 2013]]></category>
		<category><![CDATA[kakao]]></category>
		<category><![CDATA[Wedang Cokelat Choco’te]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58103</guid>
		<description><![CDATA[Chandra Soekotjo memulai bisnis lantaran pekerjaan yang dulu ia jalani tidak sesuai dengan passion-nya. Setelah memutuskan keluar dari sebuah perusahaan multinasional, ia lalu menekuni usaha minuman cokelat. Pilihannya ini termasuk tepat, mengingat tingkat konsumsi cokelat orang Indonesia masih rendah. Di samping itu, Bandung yang merupakan kota anak muda jelas menyimpan potensi pasar yang besar.Berikut petikan kisahnya kepada Marketeers dalam rangka audisi Marketeers Youth StartUp Icon 2013: Ceritakan sedikit tentang latar belakang bisnis yang baru Anda rintis dan pencapaian yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://the-marketeers.com/archives/wedang-cokelat-chocote-berawal-dari-kegelisahan-seorang-pekerja-kantoran.html/wedang-cokelat-chocote" rel="attachment wp-att-58105"><img class="aligncenter  wp-image-58105" title="Wedang Cokelat Choco’te Berawal dari Kegelisahan Seorang Pekerja Kantoran" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/wedang-cokelat-chocote.jpg" alt="wedang cokelat chocote Wedang Cokelat Choco’te Berawal dari Kegelisahan Seorang Pekerja Kantoran" width="640" /></a></p>
<p style="text-align: left;">Chandra Soekotjo memulai bisnis lantaran pekerjaan yang dulu ia jalani tidak sesuai dengan <em>passion</em>-nya. Setelah memutuskan keluar dari sebuah perusahaan multinasional, ia lalu menekuni usaha minuman cokelat. Pilihannya ini termasuk tepat, mengingat tingkat konsumsi cokelat orang Indonesia masih rendah.</p>
<p>Di samping itu, Bandung yang merupakan kota anak muda jelas menyimpan potensi pasar yang besar.Berikut petikan kisahnya kepada Marketeers dalam rangka audisi Marketeers Youth StartUp Icon 2013:</p>
<p><strong>Ceritakan sedikit tentang latar belakang bisnis yang baru Anda rintis dan pencapaian yang sudah dicapai?</strong></p>
<p>Saya memulai berbisnis Oktober 2012 setelah sebelumnya saya <em>resign </em>dari sebuah perusahaan multinasional di Jakarta. Kesadaran untuk memulai berbisnis sendiri sebenarnya lahir dari sebuah keresahan karena saya mendapati apa yang saya kerjakan saat itu ternyata bukanlah sesuatu yang menjadi <em>passion</em> saya. Dan, akhirnya saya membulatkan tekad untuk membuka bisnis. Plihannya jatuh pada minuman cokelat yang kami beri nama Wedang Cokelat Choco’te.</p>
<p>Kenapa minuman cokelat? karena cokelat di Indonesia ternyata belum terekspos secara maksimal. Ironisnya, Indonesia adalah penghasil kakao nomor 3 dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Jadi,  sebenarnya banyak sekali produk cokelat kualitas premium yang dihasilkan oleh kakao yang diproduksi di Indonesia, tapi sayangnya kita malah bangga impor cokelat Belgia. Selain itu, belum banyak usaha yang bergerak di bidang minuman cokelat, jadi ceruk pasarnya masih terbuka lebar.</p>
<p>Hal lain yang membuat saya memutuskan untuk terjun di bisnis ini adalah karena konsumsi susu Indonesia ternyata yang terendah di Asia (hanya 12.85 liter per tahun). Sebagai <em>brand</em> minuman cokelat berbasis cokelat dan susu, kami berharap agar produk kami juga bisa meningkatkan konsumsi susu, paling tidak untuk daerah Bandung terlebih dulu.</p>
<p><strong>Apa yang telah Anda lakukan dalam mengangkat perekonomian daerah Anda?</strong></p>
<p>Sumbangsih yang kami lakukan untuk perekonomian daerah kami belum besar karena skala usahanya pun masih mikro. Tapi, saya yakin dengan ketekunan dan persistensi dari kami selaku pelaku usaha, maka kontribusi usaha ini terhadap perekonomian daerah akan meningkat pula. Sehingga, kami juga dapat membawa bisnis ini sesuai dengan visi kami. Karena itu, kami berharap bisnis kami ini tidak hanya membawa manfaat bagi kami sebagai pelaku bisnisnya tapi juga orang-orang di daerah sekitar kami.</p>
<p><strong>Apa motivasi Anda dalam mengikuti kontes ini, dan kenapa Anda layak disebut sebagai ikon wirausaha muda di dunia startup dari kota Anda?</strong></p>
<p>Motivasi saya dalam mengikuti Marketeers Youth Start Up Icon 2013 adalah untuk belajar. Mendapatkan ilmu dari pelaku-pelaku usaha yang lainnya, <em>knowledge sharing</em>, dan juga memperluas <em>networking</em>. Karena buat pelaku usaha seperti saya, yang memulai bisnisnya tanpa punya latar belakang bisnis sama sekali  yang paling penting adalah pendampingan dan mentoring. Jika diibaratkan, menjadi seorang pelaku usaha yang tidak memiliki latar belakang bisnis itu adalah kita sedang berjalan dalam sebuah lorong gelap yang tidak ketahuan di mana ujungnya. Setitik cahaya atau sebuah lentera akan menjadi sangat berguna agar kita tidak tersesat ke jalan yang salah atau bahkan berhenti berjalan karena lelah tidak menemukan ujung jalannya. Jadi, salah satu motivasi saya adalah menemukan mentor agar saya terus konsisten dan persisten dalam menjalankan usaha ini.</p>
<p>Apakah saya layak disebut sebagai Youth Start up Icon 2013 dari Kota Bandung? Buat saya yang terpenting saat ini adalah usaha yang saya jalani ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang terlibat di dalamnya. Selain itu, saya berharap agar bisnis ini dapat berkembang sesuai dengan visi dan misi kami saat awal membentuk bisnis ini. Jika terpilih menjadi Youth Start Up Icon tentu saja itu adalah bonus.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/wedang-cokelat-chocote-berawal-dari-kegelisahan-seorang-pekerja-kantoran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>3 Hal Yang Menghambat Pekerjaan</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/3-hal-yang-menghambat-pekerjaan.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/3-hal-yang-menghambat-pekerjaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 10:36:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Raben Penyami</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manifesto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58093</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah anda merasa bosan dan tidak berkembang? Atau anda mungkin tahu kelebihan anda, tetapi juga sadar bahwa anda tidak bisa melakukan apa-apa dari hal tersebut? Berikut adalah 3 hal yang mungkin menandakan apa yang membuat hal-hal tersebut terhambat. &#160; Intuisi membuat anda terhambat Seperti halnya disaat anda memberikan pendapat, tetapi dipatahkan oleh pihak lain. Mungkin saran anda yang memang kurang sesuai dengan yang diinginkan. Tetapi coba pertimbangkan kembali, apakah saran anda hanya baik atau saran hebat. Melakukan pekerjaan yang hebat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-58097" title="3 Hal Yang Menghambat Pekerjaan" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/Workmuch.jpg" alt="Workmuch 3 Hal Yang Menghambat Pekerjaan" width="270" height="187" /></p>
<p>Pernahkah anda merasa bosan dan tidak berkembang? Atau anda mungkin tahu kelebihan anda, tetapi juga sadar bahwa anda tidak bisa melakukan apa-apa dari hal tersebut? Berikut adalah 3 hal yang mungkin menandakan apa yang membuat hal-hal tersebut terhambat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Intuisi membuat anda terhambat</strong></p>
<p>Seperti halnya disaat anda memberikan pendapat, tetapi dipatahkan oleh pihak lain. Mungkin saran anda yang memang kurang sesuai dengan yang diinginkan. Tetapi coba pertimbangkan kembali, apakah saran anda hanya baik atau saran hebat. Melakukan pekerjaan yang hebat dapat membuat anda sendiri lebih di kenal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Terpaku pada pekerjaan yang akan datang sebelum menyelesaikan yang sedang berjalan</strong></p>
<p>Mengendalikan antusias itu penting. Begitu mendapatkan berita baik didepan, banyak orang yang melupakan tugas yang sedang dikerjakan sampai terbengkalai. Mengetahui pencerahan di masa depan memang menarik. Tetapi menyelesaikan apa yang perlu di selesaikan terlebih dahulu akan lebih baik. Sabar dapat menjadi kata kunci dalam mengendalikan antusias.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Anda pernah gagal dan meninggalkannya begitu saja</strong></p>
<p>Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kalimat itu mungkin sudah anda pernah dengar sebelumnya. Tetapi kegagalan tanpa ada rasa untuk berubah dan memperbaiki akan lebih fatal akibatnya. Kegagalan yang berulang-ulang membuktikan kurangnya disiplin dalam berkerja. Hal tersebut tidak hanya dalam individu saja tetapi juga sebagai group maupun perusahaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/3-hal-yang-menghambat-pekerjaan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Butuh Mengerti Konsumen, P&amp;G Sekalian Ganti CEO</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/butuh-mengerti-konsumen-pg-sekalian-ganti-ceo.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/butuh-mengerti-konsumen-pg-sekalian-ganti-ceo.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 09:07:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Darus Salam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maneuver]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[CEO]]></category>
		<category><![CDATA[Lafley]]></category>
		<category><![CDATA[leadership]]></category>
		<category><![CDATA[marketeers]]></category>
		<category><![CDATA[Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[McDonald]]></category>
		<category><![CDATA[p&g]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin]]></category>
		<category><![CDATA[unilever]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58081</guid>
		<description><![CDATA[Tidak lama lagi Procter &#38; Gamble Co. (P&#38;G) akan ganti CEO. Jabatan yang semula diduduki oleh Bob McDonald akan dilimpahkan kepada A.G. Lafley. Meskipun bukan orang baru, banyak pekerjaan rumah yang menanti Lafley. Pria yang pernah menjadi presiden dan CEO P&#38;G sejak tahun 2000 hingga 2009 ini ditantang untuk mengembalikan kejayaan P&#38;G sebagai produsen consumer product terbesar. Seperti yang dilansir Bloomberg, pergantian kepemimpinan ini tidak terlepas dari peran Bill Ackman yang membeli saham P&#38;G senilai USD 1,8 miliar tahun lalu. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_58083" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><img class="size-full wp-image-58083 " title="Butuh Mengerti Konsumen, P&G Sekalian Ganti CEO" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/Procter-and-Gamble.jpg" alt="Procter and Gamble Butuh Mengerti Konsumen, P&G Sekalian Ganti CEO" width="640" height="409" /><p class="wp-caption-text">Sumber Ilustrasi: http://www.inc.com/erik-sherman/4-steps-to-innovate-the-procter-gamble-way.html</p></div>
<p>Tidak lama lagi Procter &amp; Gamble Co. (P&amp;G) akan ganti CEO. Jabatan yang semula diduduki oleh Bob McDonald akan dilimpahkan kepada A.G. Lafley. Meskipun bukan orang baru, banyak pekerjaan rumah yang menanti Lafley. Pria yang pernah menjadi presiden dan CEO P&amp;G sejak tahun 2000 hingga 2009 ini ditantang untuk mengembalikan kejayaan P&amp;G sebagai produsen consumer product terbesar.</p>
<p>Seperti yang dilansir Bloomberg, pergantian kepemimpinan ini tidak terlepas dari peran Bill Ackman yang membeli saham P&amp;G senilai USD 1,8 miliar tahun lalu. Ackman kemudian mendorong agar McDonald diganti sebagai CEO. McDonald sendiri sebenarnya telah dikenal sebagai pemimpin yang terpandang. Tahun lalu Ia mencanangkan program pemotongan biaya USD 10 miliar hingga tahun 2016 dan mengembalikan fokus korporat pada bisnis yang menjadi unggulan P&amp;G. Namun, latar belakang McDonald adalah seorang Chief Operating Officer yang lebih ahli dalam menangani bidang operasi daripada menetapkan keputusan-keputusan strategis.</p>
<p>&#8220;Dewan memanggil saya dan bertanya apakah saya dapat kembali. Begitulah tugas memanggil. Saya bersemangat dan siap masuk kembali ke bisnis,&#8221; ujar Lafley seperti dirilis Bloomberg. McDonald yang telah berumur 59 tahun akan pensiun pada 30 Juni mendatang. Meski begitu, Lafley mengatakan akan tetap meneruskan program yang sudah dimulai McDonald.</p>
<p>Sebagai catatan, Lafley dikenal sebagai pemimpin yang mendorong inovasi di tubuh P&amp;G. Semasa kepemimpinannya, Ia mendorong P&amp;G untuk masuk ke pasar berkembang seperti Asia dan Amerika Latin. Selain itu, ia mengakuisisi Gillette Co. pada 2005 senilai USD 57 miliar untuk melebarkan ekspansi. Lafley juga melakukan penetrasi dengan mengembangkan produk Tide and Bounty versi premium.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/butuh-mengerti-konsumen-pg-sekalian-ganti-ceo.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vaganza Pastry &amp; Bakery, Usaha Pastri dan Kue dengan Dukungan Penuh Keluarga</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/vaganza-pastry-bakery-usaha-pastri-dan-kue-dengan-dukungan-penuh-keluarga.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/vaganza-pastry-bakery-usaha-pastri-dan-kue-dengan-dukungan-penuh-keluarga.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:53:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jaka Perdana</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth StartUp Icon 2013]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Bolu Gulung Raza-ras]]></category>
		<category><![CDATA[Rezza Adryan]]></category>
		<category><![CDATA[Vaganza Pastry & Bakery]]></category>
		<category><![CDATA[youth startup icon 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58062</guid>
		<description><![CDATA[Membuka usaha tidak harus sendiri. Keterlibatan keluarga justru menjadi senjata ampuh untuk memajukan usaha. Itulah yang dilakukan oleh Rezza Adryan lewat Vaganza Pastry &#38; Bakery. Bisnis yang didirikannya dengan sokongan keluarga tersebut bisa menghasilkan produk yang tidak hanya laku, namun jadi ikon. Bagaimana kisah Rezza dan usaha pastry dengan produk yang terkenal lewat Bolu Gulung Raza-ras tersebut, yang merupakan bagian dari Youth StartUp Icon 2013. Ceritakan sedikit tentang latar belakang bisnis Anda dan pencapaian yang sudah didapat selama ini? Semua [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/Vaganza-Cake-Bakery1.jpg"><img class="aligncenter  wp-image-58074" title="Vaganza Pastry & Bakery, Usaha Pastri dan Kue dengan Dukungan Penuh Keluarga" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/Vaganza-Cake-Bakery1.jpg" alt="Vaganza Cake Bakery1 Vaganza Pastry & Bakery, Usaha Pastri dan Kue dengan Dukungan Penuh Keluarga" width="600" /></a></p>
<p>Membuka usaha tidak harus sendiri. Keterlibatan keluarga justru menjadi senjata ampuh untuk memajukan usaha. Itulah yang dilakukan oleh Rezza Adryan lewat Vaganza Pastry &amp; Bakery. Bisnis yang didirikannya dengan sokongan keluarga tersebut bisa menghasilkan produk yang tidak hanya laku, namun jadi ikon. Bagaimana kisah Rezza dan usaha pastry dengan produk yang terkenal lewat Bolu Gulung Raza-ras tersebut, yang merupakan bagian dari Youth StartUp Icon 2013.</p>
<p><strong>Ceritakan sedikit tentang latar belakang bisnis Anda dan pencapaian yang sudah didapat selama ini?</strong></p>
<p>Semua orang di dunia menyukai hal yang indah dan manis. Siapa yang tidak menyukai keceriaan saat seseorang menerima sebuah cake yang manis nan lezat dan menikmatinya bersama keluarga atau teman. Saya rasa semua orang pasti menyukainya. Itulah alasan mengapa kami berani memberikan produk pilihan yang tepat bagi masyarakat untuk berbagi keceriaan lewat cake dan bakery.</p>
<p>Awalnya ini semua berangkat dari hobi keluarga membuat kue dan makanan. Karena sulitnya mencari bahan baku untuk membuat produk kue dan makanan, maka saya dan keluarga berkecimpung di dunia peralatan dan bahan-bahan baku kuliner, dengan nama toko Priangan yang cukup dikenal di area Bandung Barat. Saat itu kami benar-benar mengutamakan ketersediaan bahan-bahan, kecepatan pelayanan pelanggan, dan konsultasi kuliner gratis.</p>
<p>Hingga suatu saat pada tahun 2011, pelanggan kami yang rata-rata pengusaha kuliner, benar-benar yakin mendukung niat kami yang telah ada dari dulu untuk mendirikan perusahaan pastry and bakery. Dan pada November 2011, kami secara resmi membuka toko pertama, dan Bolu Gulung Raza-ras adalah salah satu produk yang paling disenangi serta menjadi ikon bagi Vaganza sampai sekarang. Semangat ini kami nilai sebagai awal untuk membangun gairah industri di area Bandung Barat dan bersyukur kami mendapat dukungan penuh dari Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Cimahi.</p>
<p><strong>Apa yang telah Anda lakukan dalam mengangkat perekonomian daerah Anda?</strong></p>
<p>Dalam perjalanan outlet Vaganza, kami telah sukses membuat suatu stimulus baru di dunia dan industri pangan daerah Bandung Barat. Pada 2010, kami menstimulus pelaku-pelaku bisnis untuk membantu usaha mereka. Sampai saat ini, Vaganza telah merekrut dan mendidik SDM dari lingkungan terdekat dan telah membuka peluang kerja untuk 15 orang. Sehingga otomatis menaikkan taraf hidup masyarakat dan mengurangi angka pengangguran di lingkungan Vaganza.</p>
<p><strong>Apa motivasi Anda dalam mengikuti kontes ini dan kenapa Anda layak disebut sebagai ikon wirausaha muda di dunia startup dari kota Anda?</strong></p>
<p>Saya sadari untuk mendekati kesuksesan, saya harus menempuh jalan panjang dan berliku. Saya perlu ‘asahan’ dan proses belajar yang membuat kami semakin tajam. Awalnya saya tidak menyangka dalam kurun waktu 1 setengah tahun, produk Vaganza banyak diminati hingga luar kota (Cianjur, Jakarta, Bekasi), luar pulau (Banjarmasin), bahkan ada yang membawa sebagai oleh-oleh ke Malaysia dan Singapura.</p>
<p>Saya yakin ini suatu pertanda besar bagi visi perusahaan, bahwa saya berhasil membuat jatuh hati pelanggan dalam 6 bulan pertama. Dan saya rasakan banyak faktor-faktor penting dalam perjalanan usaha yang harus dimengerti. Contohnya adalah konsep strategi pemasaran solid dan kreatif seperti dalam artikel-artikel majalah Marketeers.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/vaganza-pastry-bakery-usaha-pastri-dan-kue-dengan-dukungan-penuh-keluarga.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda? 8 Merek Terkenal Ini Didirikan Oleh Wanita (part 2)</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-2.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ben Mukti W.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maneuver]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58054</guid>
		<description><![CDATA[Jika dulu ada pemikiran bahwa hanya lelaki yang menguasai dunia perbisnisan, saat ini entrepreneurship tidaklah memandang gender. Dikutip dari Business News Daily (8/3), ada 7,8 juta wanita yang memiliki bisnis sendiri di AS pada tahun 2007. Angka ini bertambah 20% sejak tahun 2002, dan bertambah hampir 45% dari tahun 1997. Bagi Anda para wanita, berikut ini adalah nama-nama wanita hebat yang mendirikan merek-merek terkenal di dunia. Semoga cerita di bawah dapat menginspirasi Anda untuk memulai sebuah bisnis. (baca part 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-2.html/18women_1-articlelarge-2" rel="attachment wp-att-58060"><img class="aligncenter size-full wp-image-58060" title="Tahukah Anda? 8 Merek Terkenal Ini Didirikan Oleh Wanita (part 2)" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/18women_1-articleLarge1.jpg" alt="18women 1 articleLarge1 Tahukah Anda? 8 Merek Terkenal Ini Didirikan Oleh Wanita (part 2)" width="600" height="330" /></a></p>
<p>Jika dulu ada pemikiran bahwa hanya lelaki yang menguasai dunia perbisnisan, saat ini entrepreneurship tidaklah memandang gender. Dikutip dari Business News Daily (8/3), ada 7,8 juta wanita yang memiliki bisnis sendiri di AS pada tahun 2007. Angka ini bertambah 20% sejak tahun 2002, dan bertambah hampir 45% dari tahun 1997.</p>
<p>Bagi Anda para wanita, berikut ini adalah nama-nama wanita hebat yang mendirikan merek-merek terkenal di dunia. Semoga cerita di bawah dapat menginspirasi Anda untuk memulai sebuah bisnis.<a href="http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-1.html"> (baca part 1 nya di sini)</a></p>
<p><strong>5. Ruth Fertel &#8211; Founder RUTH CHRIS STEAK HOUSE</strong><br />
Setelah berkarir sebagai pengajar dan pelatih kuda, Ruth Fertel menggadaikan rumahnya pada tahun 1965 untuk membeli sebuah restoran kecil, Chris Steak House, di daerah New Orleans. Naas baginya, api melanda restoran tersebut pada 1976 dan memaksa dia untuk membuka di lokasi baru dengan nama baru, Ruth Chris Steak House.<br />
Pada tahun yang sama, Fertel setuju untuk membiarkan Tom Moran, seorang pelanggan setia, untuk membuka tempat waralaba pertama pertama Ruth Chris. Saat ini ada lebih dari 130 perusahaan dan waralaba Ruth Chris di seluruh dunia.</p>
<p><strong>6. Patricia Gallup &#8211; Co-founder PC CONNECTION</strong><br />
Melihat peluang bisnis yang signifikan di industri komputer pribadi, Patricia Gallup dan David Hall mendirikan PC Connection pada tahun 1982. Menggunakan tabungan pribadi mereka, PC Connection membeli peralatan sebesar USD 8.000 dan menempatkan iklan di majalah Byte. Iklan bekerja, akhirnya perusahaan ini tumbuh dengan nilai lebih dari USD 1 miliar pada tahun 1999.<br />
Gallup, yang tetap menjadi chairman PC Connection, telah muncul di daftar Majalah Fortune sebagai Top Young Entrepreneurs dan juga selama tiga tahun masuk ke dalam daftar Working Woman&#8217;s List of The Top 50 Women Business owner di AS.</p>
<p><strong>7. Maxine Clark &#8211; founder BUILD-A-BEAR WORKSHOP INC.</strong><br />
Maxine Clark mendapatkan ide untuk membuat Build-A-Bear Workshop ketika ia berbelanja dengan bocah 10 tahun yang bertanya mengapa ia tidak membuat mainannya sendiri jika ia tidak menemukan satu mainan yang ia suka. Clark menjadikan idenya menjadi bisnis ketika ia membuka Build-A-Bear pertama di St. Louis pada tahun 1997.<br />
Saat ini, Build-A-Bear Workshop telah ada di 400 toko di seluruh dunia. Clark juga diberi penghargaan sebagai salah satu dari 25 orang paling berpengaruh dalam dunia Retailing oleh Chain Store Age pada tahun 2008.</p>
<p><strong>8.Katie Rodan dan Kath Fields &#8211; Co-founder PROACTIV</strong><br />
Sebagai teman ketika belajar dermatologi bersama di Stanford University, Katie Rodan dan Kathy Fields merasa yakin untuk menemukan pengobatan yang lebih baik untuk jerawat. Setelah berkreasi secara terpisah, akhirnya mereka berhasil menemukan formulanya.<br />
Selama 5 tahun, Rodan dan Fields mengembangkan sistem komprehensif jerawat untuk perawatan kulit, Proactiv Solution. Produk ini berhasil meraih sukses melalui informasi di televisi selama 30 menit, dan telah menjadi obat jerawat terlaris di AS.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Ikut #PROJECT25? Ini Syarat dan Ketentuannya</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/mau-ikut-project25-ini-syarat-dan-ketentuannya.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/mau-ikut-project25-ini-syarat-dan-ketentuannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:30:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth StartUp Icon 2013]]></category>
		<category><![CDATA[project25]]></category>
		<category><![CDATA[youth startup icon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58061</guid>
		<description><![CDATA[by: Doinc #Project25 adalah platform akselerator untuk merealisasikan dan memasarkan produk/komoditi dengan tujuan kebaikan bersama yang digagas oleh Handoko Hendroyono dan Rene Suhardono. Program ini didukung oleh berbagai pihak yaitu Marketeers, TDA Kampus, P3I, Impact Factory, The Lean StartUp, beserta beberapa pemuda yang sebagian besar berasal dari TDA Kampus dan akhirnya tergabung dalam #Project25 Board, mereka adalah Yora Anastasha pemilik brand Zaida Hejab, Arry Rahmawan founder CerdasMulia Leadership and Training Center, Wisnu Dewobroto – Direktur Pusat Inkubator Bisnis Universitas Trisakti, Ubay Dillah, Budi Setyawan dari TDA Pusat, serta Akbar dari GenerAksi, dan Anggayudha.  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_58068" class="wp-caption alignnone" style="width: 660px"><img class="size-full wp-image-58068" title="Mau Ikut #PROJECT25? Ini Syarat dan Ketentuannya" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/Project251.jpg" alt="Project251 Mau Ikut #PROJECT25? Ini Syarat dan Ketentuannya" width="650" height="400" /><p class="wp-caption-text">#Project25 adalah platform akselerator untuk merealisasikan dan memasarkan produk/komoditi dengan tujuan kebaikan bersama</p></div>
<h1><span style="font-size: 13px;">by: </span><a style="font-size: 13px;" title="Posts by Doinc" href="http://www.doinc.org/author/doinc/" rel="author">Doinc</a></h1>
<div>
<p>#Project25 adalah <em>platform</em> akselerator untuk merealisasikan dan memasarkan produk/komoditi dengan tujuan kebaikan bersama yang digagas oleh Handoko Hendroyono dan Rene Suhardono. Program ini didukung oleh berbagai pihak yaitu Marketeers, TDA Kampus, P3I, Impact Factory, The Lean StartUp, beserta beberapa pemuda yang sebagian besar berasal dari TDA Kampus dan akhirnya tergabung dalam #Project25 Board, mereka adalah <a href="https://twitter.com/yoraanastasha">Yora Anastasha</a> pemilik brand <a href="https://twitter.com/zaidahejab">Zaida Hejab</a>, <a href="https://twitter.com/ArryRahmawan">Arry Rahmawan</a> founder CerdasMulia Leadership and Training Center, <a href="https://twitter.com/WisnuDewobroto">Wisnu Dewobroto</a> – Direktur Pusat Inkubator Bisnis Universitas Trisakti, <a href="https://twitter.com/Ubee_">Ubay Dillah</a>, Budi Setyawan dari TDA Pusat, serta Akbar dari <a href="https://twitter.com/generAksi">GenerAksi</a>, dan <a href="https://twitter.com/Ayesaja">Anggayudha</a>.  Sebelum kalian mengirimkan ide bisnis ke #Project25, mari lihat syarat dan ketentuannya berikut ini:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Ketentuan Umum:</strong></p>
<ol>
<li>Like facebook fans page DoInc di <a href="http://www.facebook.com/doincdotorg">http://www.facebook.com/doincdotorg</a></li>
<li>Follow twitter DoInc pada alamat twitter <a href="https://twitter.com/doinc_">@doinc_</a></li>
<li>#Project25 terbuka bagi youthpreneur atau calon youthpreneur dengan usia di bawah 25 tahun</li>
<li>Peserta dapat mendaftarkan ide bisnis dan proposal bisnis mereka melalui<a href="http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fwww.doinc.org%2Fdoshare%2Fproject25-form%2F&amp;h=zAQFaA7IU&amp;s=1" rel="nofollow" target="_blank">http://www.doinc.org/doshare/project25-form/</a> (jika kamu tidak bisa klik link tersebut, copy paste link disamping)</li>
<li>Pendaftaran kompetisi ini dimulai dari 15 Mei 2013 dan ditutup 15 Juni 2013</li>
<li>#Project25 memiliki dua kategori:</li>
</ol>
<p>a. Grup A:       Start a Business  (bagi peserta yang belum memiliki usaha/bisnis)</p>
<p>b. Grup B:        Running a Business (bagi peserta yang sudah memiliki usaha/bisnis)</p>
<p>*Catatan: Kategori running a business terbuka bagi peserta yang memiliki usaha/bisnis dengan usia minimal 3 bulan dan tidak lebih dari 1 tahun.</p>
<p>7.  #Project25 dapat diikuti oleh individual maupun kelompok dengan maksimal anggota 3 (tiga) orang.</p>
<p>8.  Peserta yang memiliki banyak jenis bisnis, hanya bisa mendaftarkan satu jenis bisnis untuk diikutsertakan dalam #Project25.</p>
<p>9.  Kategori bisnis yang bisa didaftarkan berupa produk seperti makanan, kerajinan, fashion, dsb</p>
<p>10.  Peserta hanya bisa mensubmit ide bisnis atau proposal bisnis mereka sebanyak 1 (satu) kali. Simpan unique code  untuk mengedit proposal yang telah dikirimkan.</p>
<p>11.  Peserta harus mengirimkan bukti Kartu Identitas, jika berkelompok, seluruh anggota kelompok harus menyertakan bukti Kartu Identitas, sertakan pula 3 buah foto sebagai syarat utama keikutsertakan dalam #Project25 yaitu:</p>
<p>-          Foto Produk.</p>
<p>-          Foto proses produksi produk (bisa juga berfoto bersama para pekerja).</p>
<p>-          Foto peserta bersama produk.</p>
<p>* Foto bisa dikirim lebih dari satu.</p>
<p>12.  Ide bisnis dan proposal bisnis yang dikirimkan harus orisinil belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan sebelumnya dalam kompetisi sejenis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hadiah dan Pemenang:</strong></p>
<p>1.  Pemenang Utama berhak mendapatkan modal usaha sebesar Rp25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah)</p>
<p>2.  Dari peserta yang masuk, akan dipilih 25 (dua puluh lima) finalis terbaik untuk kedua kategori.</p>
<p>3.  25 finalis akan mengikuti U25 Camp selama 3 hari di Jakarta (tempat dan tanggal akan dikonfirmasi)</p>
<p>4.  Kami akan menanggung akomodasi bagi seluruh finalis yang mengikuti U25 Camp.</p>
<p>5.  Transportasi peserta (finalis) yang berasal dari luar kota Jakarta untuk sampai pada check point yang telah ditentukan, ditanggung oleh peserta.</p>
<p>6.  Pada U25 Camp, finalis akan mengikuti berbagai pelatihan dan mentoring dari Rene Suhardono (founder Impact Factory, Flux Me), Handoko Hendroyono (penulis Brand Gardener dan pengagas DoInc), Singgih Kartono (founder Radio Magno), Arie Parikesit (founder Kelanarasa Culinary Solutions), Michael Nathaniel Kurniawan (dosen DKV Universitas Ciputra), Fellexandro Ruby (perwakilan dari The Lean Startup), beserta mentor lainnya dari luar negeri yang akan memberikan mentoring melalui video call.</p>
<p>7.  Setelah mengikuti U25 Camp, juri akan memilih 1 (satu) pemenang utama dari setiap kategori.</p>
<p>8.  Pemenang Utama akan menandatangani sebuah kontrak untuk mempertanggungjawabkan hadiah yang sudah dimenangkan.</p>
<p>9.  Hadiah Utama akan diberikan kepada pemenang secara bertahap dan disertakan dengan Logbook. Logbook adalah laporan keuangan dimana semua transaksi harus tercatat dan terdokumentasikan seperti bukti kuitansi dan lainnya. Jika Pemenang Utama tidak bisa mempertanggungjawabkan laporan keuangannya, hadiah tersebut harus dikembalikan kepada panitia #Project25 yang berdiri dibawah bendera DoInc.</p>
<p>10.  Keputusan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Kriteria Penjurian:</strong></p>
<p>Setiap ide bisnis dan proposal bisnis harus memiliki beberapa aspek:</p>
<ol>
<li>Aspek Kreativitas, ide yang benar-benar baru maupun pengembangan dari ide-ide yang sudah ada.</li>
<li>Aspek Bisnis, telah melalui riset dan memiliki nilai keberlanjutan dari segi bisnis, serta validasi pasar.</li>
<li>Aspek Komunitas Sosial dan Lingkungan, mempunyai visi untuk mengembangkan sosial atau lingkungan.</li>
</ol>
<p>Ide Bisnis harus bisa menjawab tantangan:</p>
<p>1. Membuka lapangan kerja.</p>
<p>2. Memaksimalkan dan memberdayakan lingkungan sekitar.</p>
<p>3. Mampu bersaing dalam industri terkait.</p>
<div></div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/mau-ikut-project25-ini-syarat-dan-ketentuannya.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mapple, Hadirkan Aksesoris Dengan Jumlah Terbatas</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/mapple-hadirkan-aksesoris-dengan-jumlah-terbatas.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/mapple-hadirkan-aksesoris-dengan-jumlah-terbatas.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:28:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Soeprajitno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth StartUp Icon 2013]]></category>
		<category><![CDATA[aksesoris]]></category>
		<category><![CDATA[diana yuliastuti]]></category>
		<category><![CDATA[mapple]]></category>
		<category><![CDATA[marketeers]]></category>
		<category><![CDATA[yogyakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Youth Start Up Icon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58057</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis aksesoris memang memang memiliki peluang yang besar, apalagi jika produk itu dibuat secara terbatas dan khusus. Konsep inilah yang ditawarkan Diana Yuliastuti, melalui Mapple. Sebuah hal yang menarik, selain menawarkan berbagai produk itu secara umum, Diana juga memperkerjakan masyarakat sekitar agar bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Hebatnya lagi, Diana masihlah berusia 21 tahun. Simaklah kisah wirausahawan yang berdomosili di Yogyakarta ini dalam mendirikan Mapple: Bagaimana latar belakang dari bisnis yang Anda dirikan? Sebagai seorang mahasiswi beasiswa TPL Kementerian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_58058" class="wp-caption aligncenter" style="width: 451px"><a href="http://the-marketeers.com/archives/mapple-hadirkan-aksesoris-dengan-jumlah-terbatas.html/mapple" rel="attachment wp-att-58058"><img class="size-full wp-image-58058" title="Mapple, Hadirkan Aksesoris Dengan Jumlah Terbatas" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/mapple.jpg" alt="mapple Mapple, Hadirkan Aksesoris Dengan Jumlah Terbatas" width="441" height="640" /></a><p class="wp-caption-text">mapple</p></div>
<p>Bisnis aksesoris memang memang memiliki peluang yang besar, apalagi jika produk itu dibuat secara terbatas dan khusus. Konsep inilah yang ditawarkan Diana Yuliastuti, melalui Mapple.</p>
<p>Sebuah hal yang menarik, selain menawarkan berbagai produk itu secara umum, Diana juga memperkerjakan masyarakat sekitar agar bisa mendapatkan penghidupan yang lebih baik. Hebatnya lagi, Diana masihlah berusia 21 tahun.</p>
<p>Simaklah kisah wirausahawan yang berdomosili di Yogyakarta ini dalam mendirikan Mapple:</p>
<p><strong><em>Bagaimana latar belakang dari bisnis yang Anda dirikan?</em></strong></p>
<p>Sebagai seorang mahasiswi beasiswa TPL Kementerian Perindustrian RI, saya berkeinginan untuk menciptakan sebuah usaha yang tidak hanya memberikan manfaat dan profit bagi diri saya sendiri, akan tetapi juga dapat bermanfaat bagi kelompok masyarakat di lingkungan saya.</p>
<p>Usaha ini berawal dari hobi saya mengoleksi berbagai produk rajut dan aksesoris, yang kemudian membuat saya tertarik untuk dapat membuat sendiri dengan berbagai pilihan warna dan variasi sesuai keinginan yang tidak saya dapatkan di tempat lain.</p>
<p><strong><em>Apa konsep bisnis Anda?</em></strong></p>
<p>Konsep bisnis yang saya buat adalah dengan membuat produk rajut, bros, kalung, gelang dan aksesoris lainnya di mana satu barang dibuat spesial untuk satu pelanggan dan tidak diproduksi dalam jumlah masal karena 100% handmade.</p>
<p>Ini yang membuat produk Mapple berbeda dengan produk lain karena barang yang akan dibeli pelanggan hanya ada satu barang saja. Karenanya, kreativitas dan inovasi harus dilakukan secara terus – menerus. Sumbangan ide saya peroleh dengan memberdayakan dan menampung berbagai aspirasi kreatifitas karyawan.</p>
<p>Usaha yang saya dirikan juga bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia di sekitar tempat tinggal, di mana sebagian besar dari ibu rumah tangga dan anak perempuan di sekitar tempat tinggal saya bekerja sebagai petani musiman. Setelah selesai masa bertani, kebanyakan dari mereka tidak memiliki penghasilan selain dari suami yang sebagian besar bekerja di luar negeri.</p>
<p>Untuk itu saya berkomitmen untuk dapat sedikit membantu perekonomian mereka dengan merekrut sebagai tenaga kerja. Mereka pun tidak harus datang pagi dan pulang sore, melainkan dapat mengambil bahan dan mengerjakan di rumah sesuai target dan standar yang telah disepakati. Dengan demikian karyawan, yang mayoritas ibu rumah tangga ini tetap bisa melaksanakan peran sebagai ibu rumah tangga seperti biasa akan tetapi mereka memiliki penghasilan sampingan.</p>
<p><em><strong>Selain produk, apa yang Anda tawarkan?</strong></em></p>
<p>Selain menjual produk rajut dan aksesoris, usaha ini juga menawarkan jasa kursus dan pelatihan untuk privat maupun kelompok. Pelatihan ini bisa didapat secara intensif dengan biaya cukup terjangkau bagi yang berminat untuk menekuni usaha ini, hingga pelatihan gratis yang akan kami berikan untuk kelompok masyarakat tertentu.</p>
<p>Dengan adanya pengembangan ketrampilan terutama bagi kaum wanita di daerah pedesaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan taraf hidup mereka serta membangun jiwa kemandirian dan kepercayaan diri bagi mereka.</p>
<p><strong><em>Apa harapan Anda ke depannya?</em></strong></p>
<p>Ke depan seiring perkembangan usaha ini, saya berharap dapat terus menambah berbagai pelatihan lain yang dapat saya bagikan kepada kaum wanita pedesaan dan ibu rumah tangga agar memiliki kegiatan dan keahlian yang bermanfaat dan menambah penghasilan sehingga tidak bergantung kepada suami.</p>
<p>Sampai sejauh ini saya telah mampu mengajak kelompok ibu pengajian di desa saya. Saat ini kelompok pengajian tersebut telah memproduksi berbagai bros jilbab, yang kemudian kami pasarkan di berbagai swalayan, pasar dan toko aksesoris di Madiun.</p>
<p>Di usia yang telah menginjak 21 tahun, saya telah mampu memberdayakan kaum wanita dan ibu rumah tangga di lingkungan. Tentunya ini merupakan pencapaian yang cukup membanggakan karena sampai saat ini masih minim sekali kesadaran wirausaha di daerah saya, terutama di kalangan anak muda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/mapple-hadirkan-aksesoris-dengan-jumlah-terbatas.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Marketeers Dukung #Project25</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/marketeers-dukung-project25.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/marketeers-dukung-project25.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:25:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth StartUp Icon 2013]]></category>
		<category><![CDATA[handoko hendroyono]]></category>
		<category><![CDATA[project25]]></category>
		<category><![CDATA[rene suhardono]]></category>
		<category><![CDATA[youth startup icon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58045</guid>
		<description><![CDATA[Banyak kegiatan entrepreneurship yang belakangan digelar di Indonesia. Sasarannya adalah untuk membuat para entrepreneur muda di tanah air terlihat lebih cool, inspiring, dan progressive. Salah satunya adalah #Project25 yang digagas oleh Handoko Hendroyono, Rene Suhardono, dkk. Apa itu #Project25? Berikut petunjuk mengenai programnya sebagaimana yang diterima dari tim @doinc_ Sekarang Era Youthpreneur Sebuah obrolan antara Handoko Hendroyono dan Rene Suhardono suatu sore rupanya berujung pada sebuah proyek serius yaitu #Project25. Ketika ide ini diperbincangkan kepada TDA Kampus dan PPPI, Fauzi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_58055" class="wp-caption alignnone" style="width: 660px"><a href="http://www.doinc.org/category/project-25/"><img class="size-full wp-image-58055" title="Marketeers Dukung #Project25" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/Project25.jpg" alt="Project25 Marketeers Dukung #Project25" width="650" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">#Project25 adalah platform akselerator untuk merealisasikan dan memasarkan produk/komoditi dengan tujuan kebaikan bersama</p></div>
<p>Banyak kegiatan entrepreneurship yang belakangan digelar di Indonesia. Sasarannya adalah untuk membuat para entrepreneur muda di tanah air terlihat lebih cool, inspiring, dan progressive. Salah satunya adalah #Project25 yang digagas oleh Handoko Hendroyono, Rene Suhardono, dkk.</p>
<p>Apa itu #Project25? Berikut petunjuk mengenai programnya sebagaimana yang diterima dari tim @doinc_</p>
<p><a title="#Project25" href="http://www.doinc.org/category/project-25/">Sekarang Era Youthpreneur</a></p>
<p>Sebuah obrolan antara Handoko Hendroyono dan Rene Suhardono suatu sore rupanya berujung pada sebuah proyek serius yaitu #Project25. Ketika ide ini diperbincangkan kepada <a href="https://twitter.com/TDA_Kampus">TDA Kampus</a> dan <a href="https://twitter.com/P3Ijkt">PPPI</a>, <a href="https://twitter.com/fauzirachmanto">Fauzi Rachmanto</a>, ketua TDA menyambut hangat ide ini, ia dengan semangat pernah menyampaikan bahwa inilah tahun untuk <em>action</em>, bukan tahun wacana, pada pembukaan acara TDA Kampus di Depok beberapa waktu lalu. Begitupun dengan Haris Thayib, sebagai ketua PPPI ia pun sepakat untuk berkolaborasi karena merupakan kewajiban asosiasi dan praktisi periklanan (branding) utnuk memberikan kontribusi nyata. Beberapa perwakilan dari TDA dan TDA Kampus yaitu: <a href="https://twitter.com/yoraanastasha">Yora Anastasha</a> pemilik brand <a href="https://twitter.com/zaidahejab">Zaida Hejab</a>, <a href="https://twitter.com/ArryRahmawan">Arry Rahmawan</a> founder CerdasMulia Leadership and Training Center, <a href="https://twitter.com/WisnuDewobroto">Wisnu Dewobroto</a> – Direktur Pusat Inkubator Bisnis Universitas Trisakti, <a href="https://twitter.com/Ubee_">Ubay Dillah</a>,<a href="https://twitter.com/budiuno"> Budi Setyawan</a>, serta <a href="https://twitter.com/rahmatullahkbar">Akbar</a> dari <a href="https://twitter.com/generAksi">GenerAksi</a>, dan <a href="https://twitter.com/Ayesaja">Anggayudha</a> yang jauh-jauh datang dari Bandung, datang untuk membicarakan #Project25, bersama-sama dengan para pemuda ini terbentuklah #Project25 Board.</p>
<p>Melalui #Project25, kami ingin menyediakan platform bagi para <em>youthpreneur</em> untuk merancang bisnis yang memiliki muatan kebaikan. Wisnu berkata dalam sebuah pertemuan, “Bisnis yang dibangun harus membangun solusi”. Kami sangat setuju dengan hal ini, karena sejatinya apapun yang dibuat harus merupakan kebutuhan serta sebagai jalan keluar dari masalah yang terdapat pada masyarakat.</p>
<p>#Project25 adalah <em>platform</em> akselerator untuk merealisasikan dan memasarkan produk/komoditi dengan tujuan kebaikan bersama. Para <em>youthpreneur</em> berusia di bawah 25 tahun, yang memiliki visi dan misi yang terarah, baik bisnis yang telah berjalan maupun yang baru akan dibangun, dapat mengirimkan <em>bussiness plan</em> untuk ikut serta dalam #Project25. Dari banyaknya berkas yang masuk, kami akan memilih 25 finalis dengan <em>business plan</em> terbaik. 25 finalis tersebut akan mengikuti pelatihan U25 Camp selama 3 hari untuk mematangkan <em>business plan</em> yang akan mereka bangun ataupun akan lanjutkan.</p>
<p>Sebuah kajian dari Harvard Business Review menyebutkan 75% startup mengalami kegagalan. Bisa dibayangkan kerugian waktu, biaya dan upaya yang harus ditanggung secara kolektif. #Project25 berkomitmen untuk meningkatkan prosentase keberhasilan dengan memanfaatkan metodologi <a href="http://theleanstartup.com/">Lean StartUp</a>. Teknik, proses dan metode Lean StartUp menekankan keharusan bagi para entrepreneur untuk memvalidasi ide-ide bisnis melalui serangkaian proses pengujian hipotesa (baca: asumsi bisnis) yang diperoleh langsung dari calon pelanggan/pengguna. Sebagai perwakilan dari Lean StartUp akan hadir <a href="https://twitter.com/captainruby">Fellexandro Ruby</a> yang juga fotografer dan <em>business enthusiast</em>.</p>
<p>Kami percaya bisnis berkesinambungan yang berdampak sosial harus melalui sebuah proses pembelajaran panjang para pendirinya. U25 Camp ditujukan untuk menguji, mengkaji dan memvalidasi asumsi-asumsi tersebut lebih awal, lebih tepat dan lebih cepat.</p>
<p>Untuk mencapai tujuan tersebut, kami akan memberikan para finalis mentoring baik mentor/praktisi dari dalam negeri seperti Singgih Susilo Kartono (founder Radio Magno). Singgih adalah seorang pembuat radio kayu dan kerajinan tangan di Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah. Radio Magno diapresiasi oleh pasar mancanegara setelah memenangkan beberapa Design Award, diantaranya Good Design Award 2008 dan Brit Insurance Design Award 2009. Mentor selanjutnya adalah <a href="https://twitter.com/arieparikesit">Arie Parikesit</a> (founder Kelanarasa Culinary Solutions), Kelanarasa Culinary Solutions merupakan Konsultan Kuliner dan EO Khusus Kuliner yang ia dirikan bersama Bondan Winarno. Akan hadir pula Michael Nathaniel Kurniawan dosen Desain Komunikasi Visual dari Universitas Ciputra.</p>
<p><a href="https://twitter.com/ReneCC">Rene Suhardono</a>, sebagai founder dari <a href="http://www.impact-factory.com/">Impact Factory</a>, <a href="http://www.hardrockfm.com/hrfm-entertainment/news/3364-whats-flux-me">Flux Me</a> dan sebagai Global Ambasador dari <a href="http://www.c2mtl.com/">C2 – MTL</a> Rene berkempatan untuk mengandeng beberapa mentor dari luar negeri untuk memberikan mentoring melalui <em>video call</em> dalam U25 Camp ini.</p>
<p>Jadi? Siapkan dirimu, idemu dan business planmu dari sekarang. Siapkan diri untuk memvalidasi semua asumsi yang ada. Lakukan benchmark tertinggi kualitas pada produkmu. Kemudian kirim business plan serta karya produkmu ke #Project25. Kami percaya kiprah <em>youthpreneur</em> Indonesia bukan sekedar dipasar domestik namun juga bisa mendunia.</p>
<p><em>Think big, start small, act now – the future begins the day you do something about this calling.</em></p>
<p><em>Indonesian young people</em>, nyalakan semangat dan sampai berjumpa di #Project25!</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/marketeers-dukung-project25.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis Cimol yang Menggoda</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/bisnis-cimol-yang-menggoda.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/bisnis-cimol-yang-menggoda.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:15:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sigit Kurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Youth StartUp Icon 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58047</guid>
		<description><![CDATA[Bisnis penganan  seperti cimol memang menggoda untuk dilakoni. Cika, perempuan asal Yogyakarta, tertarik dengan cimol dan merintisnya menjadi bisnis yang menjanjikan. Dengan modal ketekunan, Cika berhasil mengembangkan bisnis cimol yang awalnya sebatas satu gerobak menjadi satu kios yang ramai oleh pengunjung. Seperti apa usahanya? Simak penuturan Cika kepada Marketeers dalam rangka audisi Marketeers Youth StartUp Icon 2013 berikut ini: Ceritakan sedikit tentang latar belakang bisnis yang baru Anda rintis dan pencapaian yang sudah didapati selama ini? Bisnis cimol MadeAriska dilandasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Bisnis penganan  seperti cimol memang menggoda untuk dilakoni. Cika, perempuan asal Yogyakarta, tertarik dengan cimol dan merintisnya menjadi bisnis yang menjanjikan. Dengan modal ketekunan, Cika berhasil mengembangkan bisnis cimol yang awalnya sebatas satu gerobak menjadi satu kios yang ramai oleh pengunjung. Seperti apa usahanya?</span></p>
<p><span style="font-size: 13px; line-height: 19px;">Simak penuturan Cika kepada Marketeers dalam rangka audisi Marketeers Youth StartUp Icon 2013 berikut ini:</span></p>
<p><strong>Ceritakan sedikit tentang latar belakang bisnis yang baru Anda rintis dan pencapaian yang sudah didapati selama ini?</strong></p>
<p>Bisnis cimol MadeAriska dilandasi dari jiwa saya dan almarhumah ibu saya yang suka memasak dan bereksperimen. Awalnya, resep yang saya miliki adalah resep batagor. Saya mencoba menjual batagor buatan saya di depan rumah. Hingga suatu hari saya berbincang-bincang dengan seorang pedagang cimol dan saat itu muncullah ide untuk bertukar resep dengan pedagang cimol tersebut. Akhirnya, kami bertukar resep. Saya mulai berlatih membuat cimol. Memang tidak langsung berhasil dan rasanya masih hambar. Dengan seringnya bereksperimen, saya mencoba untuk menambahkan varian rasa seperti ebi, udang, dan lainnya. Saya dan ibu saya berhasil mendapatkan rasa cimol yang pas dan enak. Setelah itu, dengan bermodal Rp 63.000 saya menjual cimol itu di dekat rumah saya.</p>
<p>Karena rumah saya kebetulan berada di dekat sekolah dari dasar hingga menengah atas. Waktu itu belum terpikir oleh saya tentang merk dagang cimol saya ini. Hingga akhirnya saya mencoba memberi nama dagang cimol ini dengan nama Cimol MadeAriska. MadeAriska merupakan singkatan nama dari seluruh anggota keluarga saya. Awalnya masih berupa warung kecil. Sekarang berkembang menjadi kios. Seiring dengan peningkatan usaha saya sampai sekarang. Semakin lama warung cimol saya semakin dikenal oleh masyarakat mulai dari anak sekolah hingga dewasa. Sampai warung saya menjadi tongkrongan anak anak sekolah. Mereka menyukai cimol saya karena memang banyak variasi rasanya.</p>
<p>Suatu hari, saya berpikir untuk mengembangkan usaha saya dalam skala yang lebih besar. Dengan bantuan dari orang tua, terkumpulah uang untuk membuat satu gerobak dan perlengkapannya. Grobak tersebut ditempatkan di depan minimarket di Ajibarang* (nama kecamatan dan pusat kota). Saat itu saya sudah tidak mampu membuat cimol sendiri, karena kesibukan kuliah saya juga, hingga akhirnya saya memilih tetangga rumah untuk menggantikan saya. Awalnya saya hanya mempunyai karyawan untuk bagian produksi dan itupun dari keluarga dekat. Untuk itu, demi mendukung pengembangan usaha kami membuka lowongan buat masyarakat di sekitar tempat saya. Sekarang, saya menggandeng empat karyawan produksi dan 10 orang bagian pemasaran. Bahkan sampai sekarang sudah ada beberapa orang yang melamar untuk menjual cimol saya. Saat ini sudah cimol saya sudah tersebar di 7 kecamatan dan kurang lebih ada 10 cabang.</p>
<p><strong>Apa yang telah Anda lakukan dalam mengangkat perekonomian daerah  Anda?</strong></p>
<p>Selama ini keuntungan dari usaha yang saya geluti ini adalah pedagang lebih besar keuntungannya dibandingkan saya sendiri. Sehingga secara langsung pedagang mendapat keuntungan yang besar. Sebab itu, menjadi peluang besar bagi calon pedagang cimol yang tertarik melamar ke usaha saya. Dengan ingin menambah cabang baru tentu akan membuka peluang kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar tempat tinggal saya untuk mendapatkan pekerjaan. Ketika saya berdiskusi dengan karyawan saya di waktu senggang, terutama mengenai pekerjaan dan keluarga, banyak yang menceritakan bahwa keuntungan dari berjualan cimol dapat membantu biaya hidup maupun sekolah anaknya. Saya senang dapat membantu dalam perekonomian tetangga dan masyakat sekitar saya. Selain itu, dari hasil wirausaha cimol ini saya sedikit mengurangi beban orang tua saya dalam membiayai kuliah.</p>
<p><strong>Apa motivasi Anda dalam mengikuti kontes ini, dan kenapa Anda layak disebut sebagai  ikon wirausaha muda di dunia startup dari kota Anda?</strong></p>
<p>Motivasi saya mengikuti ajang ini adalah selain untuk meningkatkan kapasitas jiwa wirausaha saya lebih luas, juga untuk membantu mengkaryakan masyarakat desa saya yang masih banyak belum mempunyai pekerjaan. Di dalam menjalankan sebuah usaha tentu sangat penting dengan yang namanya relasi atau jaringan. Harapannya, saya bisa menambah jumlah relasi saya sehingga nama cimol MadeAriska semakin terkenal. Apabila saya dapat lolos dan juara, tentu akan semakin menambah keinginan saya untuk lebih banyak lagi membuka cabang baru dan semakin banyak orang yang akan mendapatkan kesempatan bekerja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/bisnis-cimol-yang-menggoda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahukah Anda? 8 Merek Terkenal Ini Didirikan Oleh Wanita (part 1)</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-1.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:11:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ben Mukti W.</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maneuver]]></category>
		<category><![CDATA[wanita entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[wirausaha]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58026</guid>
		<description><![CDATA[Jika dulu ada pemikiran bahwa hanya lelaki yang menguasai dunia perbisnisan, saat ini entrepreneurship tidaklah memandang gender. Dikutip dari Business News Daily (8/3), ada 7,8 juta wanita yang memiliki bisnis sendiri di AS pada tahun 2007. Angka ini bertambah 20% sejak tahun 2002, dan bertambah hampir 45% dari tahun 1997. Bagi Anda para wanita, berikut ini adalah nama-nama wanita hebat yang mendirikan merek-merek terkenal di dunia. Semoga cerita di bawah dapat menginspirasi Anda untuk memulai sebuah bisnis. 1. Sandra Lerner [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-1.html/18women_1-articlelarge" rel="attachment wp-att-58046"><img class="aligncenter size-full wp-image-58046" title="Tahukah Anda? 8 Merek Terkenal Ini Didirikan Oleh Wanita (part 1)" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/18women_1-articleLarge.jpg" alt="18women 1 articleLarge Tahukah Anda? 8 Merek Terkenal Ini Didirikan Oleh Wanita (part 1)" width="600" height="330" /></a></p>
<p>Jika dulu ada pemikiran bahwa hanya lelaki yang menguasai dunia perbisnisan, saat ini entrepreneurship tidaklah memandang gender. Dikutip dari Business News Daily (8/3), ada 7,8 juta wanita yang memiliki bisnis sendiri di AS pada tahun 2007. Angka ini bertambah 20% sejak tahun 2002, dan bertambah hampir 45% dari tahun 1997.</p>
<p>Bagi Anda para wanita, berikut ini adalah nama-nama wanita hebat yang mendirikan merek-merek terkenal di dunia. Semoga cerita di bawah dapat menginspirasi Anda untuk memulai sebuah bisnis.</p>
<p><strong>1. Sandra Lerner &#8211; Co-founder CISCO</strong><br />
Sandra Lerner mendirikan sebuah perusahaan yang saat ini menjadi raksasa teknologi, Cisco, bersama suaminya (pada saat itu masih menjadi kekasihnya), Len Bosack. Awal mula ide Cisco adalah saat pasangan ini tidak mampu untuk berkirim email satu sama lain di gedung yang berbeda saat mereka bekerja bersama di Sanford University.<br />
Hasrat Lerner ini membuat mereka merancang router multi protokol yang akhirnya diluncurkan Cisco pada tahun 1984. Lerner akhirnya keluar dari perusahaan pada tahun 1990 dengan membawa USD 170 juta, dan dia melanjutkan usahanya di Urban Decay, sebuah perusahaan kosmetik.</p>
<p><strong>2. Caterina Fake &#8211; Co-founder FLICKR</strong><br />
Di umur 35, Caterina Fake yang sebelumnya bekerja sebagai art director di Salon.com, mendirikan sebuah platform untuk berbagi foto dalam website pada tahun 2002. Flickr, nama website yang didirikan bersama sang suami Stewart Butterfield, akhirnya menjadi populer. Di tahun 2005, Fake dan suami menjual Flickr kepada Yahoo dengan harga USD 35 juta.</p>
<p><strong>3. Anita Roddick &#8211; Founder THE BODY SHOP</strong><br />
Setelah mencoba berbisnis hotel dan restoran, Anita Roddick membuka The Body Shop pada taun 1976 di Inggris. Setelah 6 bulan membuka toko, ia akhirnya membuka toko keduanya dan tak lama kemudian Roddick meluncurkan program waralaba untuk The Body Shop.<br />
Perusahaan ini akhirnya go public pada tahun 1986 dan 2006. Setelah 30 tahun berdiri, Roddick menjual The Body Shop kepada L&#8217;Oréal dengan harga USD 1.4 miliar. Saat ini The Body Shop sudah memiliki lebih dari 2.500 toko di 61 negara.</p>
<p><strong>4. Bette Nesmith Graham &#8211; Founder LIQUID PAPER</strong><br />
Liquid Paper adalah gagasan dari Bette Nesmith Graham, yang pada tahun 1950-an mulai menggunakan cat putih berbahan air dan kuas untuk menutup kesalahan dalam pengetikannya. Akhirnya dia menjual botol pertamanya dengan nama Mistake Out. Pada tahun 1956, Graham kemudian mematenkan produknya dengan merek Liquid Paper.<br />
Setelah memulai dengan 100 borol penjualan per bulan, Grahamberhasil menjual Liquid Paper sebanyak 25 juta botol per tahun. Graham lalu menjual perusahaannya ini seharga USD 47,5 juta pada tahun 1979. Bagi Anda yang mengetahui band The Monkees, ia adalah ibu dari vokalisnya, Michael Nesmith.</p>
<p><a href="http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-2.html"> Baca part 2 nya di sini.</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/tahukah-anda-8-merek-terkenal-ini-didirikan-oleh-wanita-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Situs E-Commerce Kian Menjamur, SendnPay.com Tawarkan Produk Kesehatan</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/situs-e-commerce-kian-menjamur-sendnpay-com-tawarkan-produk-kesehatan.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/situs-e-commerce-kian-menjamur-sendnpay-com-tawarkan-produk-kesehatan.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 08:02:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Hendra Soeprajitno</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movement]]></category>
		<category><![CDATA[e-commerce]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[multiply]]></category>
		<category><![CDATA[Produk]]></category>
		<category><![CDATA[situs]]></category>
		<category><![CDATA[www.sendnpay.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=58029</guid>
		<description><![CDATA[Tamatnya riwayat Multiply rupanya tidak menyurutkan kelahiran sejumlah situs e-commerce lainnya. Nah, salah satu situs e-commerce yang baru saja lahir di Indonesia adalah SendnPay.com. Mereka melihat, peningkatan pendapatan per kapita sebuah negara umumnya mengerek peningkatan kesadaran masyarakatnya terhadap kesehatan, tidak terkecuali Indonesia. Maklum, hasil riset Frost &#38; Sullivan yang dipaparkan pada akhir Maret 2013 silam di Jakarta mengungkapkan bahwa nilai industri kesehatan di Indonesia akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2018 nanti. Dengan asumsi rata-rata pertumbuhan sebesar 14,9% per [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_58042" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://the-marketeers.com/archives/situs-e-commerce-kian-menjamur-sendnpay-com-tawarkan-produk-kesehatan.html/sendnpay-com" rel="attachment wp-att-58042"><img class="size-full wp-image-58042" title="Situs E Commerce Kian Menjamur, SendnPay.com Tawarkan Produk Kesehatan" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/sendnpay.com_.png" alt="sendnpay.com  Situs E Commerce Kian Menjamur, SendnPay.com Tawarkan Produk Kesehatan" width="640" height="296" /></a><p class="wp-caption-text">sendnpay.com</p></div>
<p>Tamatnya riwayat Multiply rupanya tidak menyurutkan kelahiran sejumlah situs e-commerce lainnya. Nah, salah satu situs e-commerce yang baru saja lahir di Indonesia adalah SendnPay.com.</p>
<p>Mereka melihat, peningkatan pendapatan per kapita sebuah negara umumnya mengerek peningkatan kesadaran masyarakatnya terhadap kesehatan, tidak terkecuali Indonesia. Maklum, hasil riset Frost &amp; Sullivan yang dipaparkan pada akhir Maret 2013 silam di Jakarta mengungkapkan bahwa nilai industri kesehatan di Indonesia akan meningkat dua kali lipat pada tahun 2018 nanti. Dengan asumsi rata-rata pertumbuhan sebesar 14,9% per tahun dari 2012 – 2018, nilai belanja kesehatan masyarakat Indonesia akan mencapai US$60,6 milliar atau Rp 598 Triliun). Indonesia yang terdiri lebih dari 17.000 pulau memberikan tantangan tersendiri bagi distribusi produk kesehatan konvensional.</p>
<p>Nah, melihat fakta ini, SendnPay.com merilis situs e-commerce yang menawarkan berbagai produk kesehatan. Berbeda dengan sistem pembayaran kebanyakan situs eCommerce lain di mana si pembeli harus membayar terlebih dahulu, SendnPay.com menerapkan sebuah sistem pembayaran di mana pembeli dapat membayar setelah menerima barang pesanannya.</p>
<p>Sebagai pemain baru, SendnPay.com berkomitmen melakukan pengiriman produk di Jabodetabek tidak lebih dari 72 jam. Saat ini, SendnPay.com memasarkan lebih dari 1.000 produk kesehatan dari berbagai vendor.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/situs-e-commerce-kian-menjamur-sendnpay-com-tawarkan-produk-kesehatan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
