<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>New Wave Marketing - Marketeers</title>
	<atom:link href="http://the-marketeers.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://the-marketeers.com</link>
	<description>Club, Mag, Net and Radio For Marketeers Community</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 01:57:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Membangun Strategi Harga yang Efektif</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/membangun-strategi-harga-yang-efektif.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/membangun-strategi-harga-yang-efektif.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 01:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manifesto]]></category>
		<category><![CDATA[currency]]></category>
		<category><![CDATA[pricing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29146</guid>
		<description><![CDATA[Penentuan harga suatu produk barang dan jasa tidak bisa hanya berhenti sampai berapa harga yang dikenakan untuk jasa tersebut, namun juga perlu menjawab faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian calon konsumen. Faktor seperti bagaimana cara harga jasa dikenakan kepada calon konsumen, kapan pembayaran harus dilakukan, bagaimana cara pembayaran dilakukan juga mempengaruhi apa yang disebut sebagai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/canadian-money.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29147" title="Membangun Strategi Harga yang Efektif" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/canadian-money.jpg" alt="canadian money Membangun Strategi Harga yang Efektif" width="640" height="415" /></a>Penentuan harga suatu produk barang dan jasa tidak bisa hanya berhenti sampai <strong>berapa harga yang dikenakan untuk jasa tersebut</strong><em>, </em>namun juga perlu menjawab faktor-faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian calon konsumen. Faktor seperti bagaimana cara harga jasa dikenakan kepada calon konsumen, kapan pembayaran harus dilakukan, bagaimana cara pembayaran dilakukan<em> </em>juga mempengaruhi apa yang disebut sebagai <em>psychology of pricing. </em>Misalnya, suatu jasa yang memiliki harga yang sama, yang dikenakan harga sesuai elemen jasa tersebut, akan memiliki persepsi harga yang berbeda dengan jasa yang sudah dipaketkan. Bahkan, pembayaran di muka dengan pembayaran setelah pemakaian pun dapat membentuk persepsi harga yang berbeda.</p>
<p>Saat melakukan pembelian jasa, konsumen secara tidak sadar akan menghitung biaya yang ia keluarkan dan membandingkannya dengan manfaat yang diterima dari pembelian tersebut. Perhitungan yang dilakukan oleh konsumen ini sering disebut sebagai <em>mental accounting, </em>yang dimulai dari saat memutuskan melakukan pembelian, melakukan transaksi atau pembayaran, hingga saat penggunaan jasa. Jadi sebelum mengambil keputusan untuk melakukan pembelian produk A, konsumen akan memastikan apakah manfaat yang diterima sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, baik manfaat secara fisik maupun manfaat emosional.</p>
<p>Untuk membangun persepsi bahwa konsumen benar-benar mendapatkan penawaran harga yang paling menarik, banyak cara dilakukan oleh pemasar, misalnya dengan memberikan program promosi dalam bentuk waktu pembayaran<em> </em>dan <em>bundling</em>. Dalam beberapa kasus, strategi-strategi harga ini terbukti berhasil mendorong keputusan pembelian konsumen dan pada akhirnya meningkatkan penjualan.</p>
<p>Waktu pembayaran dapat mempengaruhi keputusan pembelian dengan berbagai cara. Perusahaan dapat menawarkan ‘beli sekarang, bayar nanti’ untuk jasa yang ditawarkan untuk meningkatkan penjualan jasa, misalnya dengan memberikan skema cicilan pembayaran. Sedangkan beberapa jasa sengaja dikenakan harga lebih murah apabila konsumen melakukan pembayaran lebih cepat, untuk mendorong pembayaran awal dengan pertimbangan finansial. Misalnya, harga tiket suatu pementasan pada periode enam bulan sebelum pementasan lebih murah dibandingkan dengan harga tiket sebulan sebelum pementasan.</p>
<p>Cara lain yang juga sering digunakan adalah <em>bundling, </em>yaitu dengan menggabungkan beberapa jasa dalam suatu paket harga yang lebih murah dengan tujuan untuk mendorong konsumen menambah item produk yang dibeli. Misalnya suatu tiket pementasan dijual dengan harga Rp.10,000,- untuk satu pertunjukan, namun bila membeli paket tiket pementasan untuk 4 kali pertunjukan hanya dikenakan harga Rp.30,000,-</p>
<p>Namun menurut John Gourville, dalam ulasannya <em>Pricing and The Psychology of Consumption</em>, strategi-strategi harga tersebut memang memiliki dampak positif terhadap penjualan, namun perusahaan perlu mewaspadai dampak negatif terhadap konsumsi jasa.</p>
<p>Tapi mengapa konsumsi begitu penting? Menurutnya, <em>mental accounting </em>yang dilakukan konsumen untuk menghitung biaya dan manfaat suatu jasa tidak hanya berhenti sampai waktu pengambilan keputusan, namun juga hingga penggunaan dan konsumsi produk. Sehingga, pada akhirnya bila jasa tersebut jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali, maka konsumen akan berpikir bahwa ia merugi dan tidak akan melakukan pembelian ulang.</p>
<p>Motivasi utama yang mendorong konsumsi produk adalah perasaan tidak ingin menyiakan biaya yang dikeluarkan, sehingga untuk mendorong konsumsi perusahaan perlu memperkuat persepsi biaya yang sudah dikeluarkan oleh konsumen. Terdapat dua faktor utama yang memiliki peran penting dalam membentuk persepsi biaya ini, yaitu waktu pembayaran serta pemahaman terhadap biaya yang telah dikeluarkan.</p>
<p><strong>Bagaimana waktu pembayaran<em> </em>mempengaruhi konsumsi konsumen?</strong></p>
<p>Umumnya keputusan waktu pembayaran ditentukan berdasarkan pertimbangan permintaan (untuk meningkatkan penjualan) atau berdasarkan pertimbangan finansial (perhitungan pengeluaran biaya dan pendapatan jasa). Keputusan waktu pembayaran jarang ikut mempertimbangkan pengaruhnya terhadap pola konsumsi produk.</p>
<p>Konsumsi didorong oleh persepsi terhadap biaya yang telah dikeluarkan oleh konsumen, sehingga semakin dekat waktu pembayaran dengan waktu konsumsi, keinginan konsumen untuk menggunakan produk atau secara maksimal lebih besar. Sedangkan pembayaran yang dilakukan jauh sebelum waktu konsumsi atau setelah konsumsi akan mengaburkan persepsi biaya yang dikeluarkan oleh konsumen.</p>
<p>Suatu riset dilakukan terhadap anggota klub kesehatan, dimana klub kesehatan tersebut menawarkan pembayaran biaya keanggotaan secara bulanan, semesteran, atau tahunan. Dari riset yang dilakukan tersebut memperlihatkan bahwa anggota klub yang melakukan pembayaran secara tahunan, cenderung aktif pada beberapa bulan awal setelah pembayaran, namun frekuensi kedatangan mereka semakin lama semakin berkurang. Konsumen cenderung melupakan biaya yang telah dikeluarkan dan mulai menganggap jasa klub kesehatan tersebut sebagai sesuatu yang didapatkan secara gratis. Pola yang berbeda terlihat pada anggota klub yang melakukan pembayaran bulanan. Frekuensi kedatangan mereka cenderung stabil karena setiap bulan secara konsisten mereka diingatkan mengenai biaya yang telah dikeluarkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Lalu bagaimana mengatasinya? Dan memanfaatkan pengaruh psikologi ini? </strong></p>
<p>Cara paling umum yang digunakan untuk ‘selalu mengingatkan’ konsumen terhadap biaya yang telah ia keluarkan adalah dengan memberikan pembayaran secara bertahap hingga waktu konsumsi, atau dengan membuat waktu pembayaran dengan frekuensi yang lebih sering untuk jasa yang bersifat langganan.</p>
<p>Tapi pola konsumsi yang tidak konsisten, justru dapat dimanfaatkan oleh jasa-jasa yang memiliki kapasitas terbatas untuk mengendalikan permintaan. Misalnya klub kesehatan yang memiliki kapasitas terbatas namun jumlah anggota yang banyak dapat membagi waktu pembayaran anggota klub dalam 12 bulan dalam setahun secara merata. Kelompok pembayaran Januari diprediksikan akan memenuhi klub selama periode Januari – Maret dan semakin berkurang, selanjutnya kelompok pembayaran April akan memenuhi klub selama April – Juni, dan seterusnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bagaimana penetapan harga produk yang di-<em>bundling </em>dapat mempengaruhi konsumsi?</strong></p>
<p>Riset maupun praktek pemasaran semenjak beberapa tahun lalu sudah membuktikan bahwa menggabungkan item-item jasa dalam satu paket dapat menurunkan sensitivitas harga dan meningkatkan kemungkinan pembelian. Karena itulah berbagai jasa, dari produk peralatan rumah tangga, restoran, hingga layanan provider komunikasi, memberikan penawaran secara paket dibandingkan penawaran per item produk.</p>
<p>Namun, apakah <em>bundling </em>juga memberikan pengaruh positif terhadap konsumsi? Kembali lagi kepada teori bahwa konsumsi sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap biaya yang telah dikeluarkan, <em>bundling </em>menyamarkan biaya yang harus dikorbankan konsumen untuk masing-masing item jasa. Konsumen cenderung melihat biaya sebagai suatu paket bukan untuk masing-masing item, sehingga pola konsumsi yang dilakukan tidak dilakukan secara maksimal untuk masing-masing item jasa.</p>
<p>Untuk mendapatkan dampak positif terhadap penjualan dari produk <em>bundling, </em>sekaligus menjaga antusiasme konsumen dalam melakukan konsumsi untuk menjaga kepuasan dan loyalitas, perusahaan perlu secara hati-hati dalam mengkomunikasikan produk <em>bundling </em>tersebut. Cara komunikasi oleh perusahaan akan membentuk persepsi biaya dan mempengaruhi <em>mental accounting </em>konsumen dalam menentukan keputusan konsumsi.</p>
<p>Contoh yang cukup populer dari Gourville adalah <em>bundling </em>paket perjalanan ski. Kepada dua kelompok responden yang berbeda, diberikan masing-masing skenario mengenai paket perjalanan ski. Kelompok pertama dikomunikasikan bahwa mereka telah membayar paket perjalanan ski seharga US$40 per hari untuk 4 hari. Sedangkan kelompok kedua diberitahukan bahwa mereka telah membayar sebesar US$160 perjalanan ski yang berlangsung selama empat hari.</p>
<p>Pada kedua kelompok tersebut diberitahukan bahwa pada hari keempat cuaca buruk sehingga tidak terlalu nyaman untuk bermain ski, kemudian ditanyakan apakah mereka tetap akan bermain ski atau tidak. Meski secara finansial biaya yang dikeluarkan sama, hasil dari riset jauh berbeda. Sebagian responden di kelompok satu memutuskan untuk tetap bermain ski agar tidak membuang uang sebesar US$  40 yang telah dibayarkan. Sedangkan kelompok kedua memutuskan untuk pulang saja dan tidak melanjutkan bermain ski.</p>
<p>Contoh lain adalah ‘<em>buy one, get one free’</em>. Riset dilakukan terhadap 3 kelompok dengan masing-masing 40 responden, dimana mereka semua diberitahukan bahwa mereka mendapatkan tiket untuk dua hari pertunjukan dengan harga satu tiket karena adanya program ‘<em>buy one, get one free’</em>. Mereka sangat puas dengan pertunjukan hari pertama, namun pada pertunjukan hari kedua, seorang teman mengundang mereka untuk hadir dalam pesta perayaannya. Responden diminta memilih apakah ia akan tetap menonton atau akan datang ke pesta teman.</p>
<p>Kelompok satu diberitahukan bahwa maksud dari ‘<em>buy one get one free’</em> adalah mereka membeli tiket di hari pertama sehingga mendapat tiket hari kedua secara gratis. Kelompok kedua diberitahukan bahwa mereka membeli tiket di hari kedua sehingga mendapat tiket hari pertama secara gratis. Sedangkan kelompok ketiga dibiarkan memiliki asumsi masing-masing.</p>
<p>Seperti yang telah diduga, 27 dari 40 responden kelompok satu memilih untuk pergi ke pesta teman; sedangkan hanya 9 dari 40 responden di kelompok dua memilih untuk menonton. Kemudian hanya 10 dari 40 responden di kelompok tiga yang memilih untuk tetap menonton, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar responden menganggap bahwa pertunjukan hari kedualah yang gratis.</p>
<p>Keputusan kebijakan penentuan harga harus dilakukan secara teliti sesuai dengan tujuan perusahaan. Selain mempertimbangkan dampaknya terhadap penjualan, perusahaan juga perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap faktor lain misalnya konsumsi. Berbagai strategi harga dapat digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan, selama perusahaan telah mempertimbangkan seluruh implikasi dari strategi tersebut.</p>
<p>Sumber: <strong>Majalah Marketeers edisi Oktober 2011</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/membangun-strategi-harga-yang-efektif.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andrew Nasuri : Personal Touch Sangat Penting Bagi Pasar Premium</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/andrew-nasuri-personal-touch-sangat-penting-bagi-pasar-premium.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/andrew-nasuri-personal-touch-sangat-penting-bagi-pasar-premium.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 11:49:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Produk Premium]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29141</guid>
		<description><![CDATA[Memasarkan produk premium bukan lah pekerjaan mudah. Maklum karakteristik konsumen segmen atas yang jadi target pasar produk premium sangat berbeda dibanding konsumen dari segmen lainnya. &#160; CEO PT Garuda Mataram Motor, ATPM mobil Audi, menyebutkan bahwa salah satu strategi terpenting dalam menggarap pasar premium adalah dengan mengedepankan personal touch. “Pendekatan kepada konsumen premium tidak bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memasarkan produk premium bukan lah pekerjaan mudah. Maklum karakteristik konsumen segmen atas yang jadi target pasar produk premium sangat berbeda dibanding konsumen dari segmen lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>CEO PT Garuda Mataram Motor, ATPM mobil Audi, menyebutkan bahwa salah satu strategi terpenting dalam menggarap pasar premium adalah dengan mengedepankan personal touch. “Pendekatan kepada konsumen premium tidak bisa dilakukan secara massal,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Karena alasan itu, dalam rangka mendekatkan diri dengan konsumen dan calon konsumennya, Garuda Mataram Motor acap kali menggelar event yang bersifat customized dan personalized kepada konsumen dan calon konsumennya. “Kami berusaha memperkenalkan Audi life style. Biasanya saya sendiri yang langsung turun tangan untuk menjamu konsumen atau calon konsumen yang kami undang,” ujarnya seraya menyebut bahwa beberapa waktu lalu Garuda Mataram Motor menggelar event fashion cooking dengan mengundang chef ternama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dia mengatakan, Audi memang terlambat masuk ke pasar premium di Indonesia. Karena itu, dibanding merek-merek mobil premium lainnya, kendaraan premium asal Jerman ini memang terlihat agak tertinggal. “Tapi ada bagusnya juga kami masih kecil, karena bisa lebih dekat dengan konsumen, bisa one on one touch dengan konsumen sehingga konsumen merasa lebih dekat dengan ATPMnya,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan menerapkan strategi tersebut, Garuda Mataram Motor tahun lalu berhasil menjual lebih dari 340 unit mobil mewah Audi dari berbagai tipe. “Tahun ini kami targetkan penjualan meningkat dibanding tahun lalu,”tegasnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/andrew-nasuri-personal-touch-sangat-penting-bagi-pasar-premium.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satelit Lippo Star Diluncurkan</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/satelit-lippo-star-diluncurkan.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/satelit-lippo-star-diluncurkan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 10:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[lippo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29138</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beberapa tahun terakhir, Lippo Group melalui PT First Media Tbk (First Media) dikenal aktif mengembangkan bisnis jaringan layanan televisi berbayar melalui kabel dan jaringan layanan internet pita lebar (broadband) berbasis kabel dan nirkabel (WiMAX). Di samping itu, ada pula bisnis Media Cetak (majalah dan surat kabar), Media Elektronik (penyedia konten berita dan hiburan), hingga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapa tahun terakhir, Lippo Group melalui PT First Media Tbk (First Media) dikenal aktif mengembangkan bisnis jaringan layanan televisi berbayar melalui kabel dan jaringan layanan internet pita lebar (<em>broadband</em>) berbasis kabel dan nirkabel (WiMAX). Di samping itu, ada pula bisnis Media Cetak (majalah dan surat kabar), Media Elektronik (penyedia konten berita dan hiburan), hingga ke Digital Media (situs penyedia konten berita).</p>
<p>Sebagaimana Lippo Group yang terus mengembangkan potensinya, pada tahun 2010 First Media menjadi perusahaan jaringan layanan televisi berbayar pertama yang mampu mengantarkan siaran <em>high definition</em> (HD). Kemudian disusul dengan hantaran siaran 3D-HD di tahun berikutnya.</p>
<p>Data yang disajikan Media Partners Asia (MPA) bahwa Asia Tenggara mengkontribusi 15% pertumbuhan penonton televisi berbayar di Asia, di mana sepertiganya adalah penonton di Indonesia. Diantara tahun 2011-2020, ada lebih dari 318 juta sambungan baru televisi berbayar di Asia. Indonesia berpotensi memiliki 5% dari jumlah tersebut.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman mengembangkan bisnis jaringan layanan televisi berbayar yang dilakukan First Media, Lippo Group melihat dapat turut berkontribusi memarakan potensi pasar tersebut. Sekaligus sejalan dengan kesertaan Indonesia dalam World Summit On The Information Society (WSIS) yang dalam komitmennya di Tunisia sepakat untuk mendorong semua pemerintahan untuk memberi prioritas yang memadai untuk Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK), termasuk TIK tradisional seperti siaran radio dan televisi, dalam strategi pembangunan nasional mereka. Komitmen Tunisia ini bukan sekedar menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tantangan dan visi dari Lippo Group dalam membangun Indonesia melalui TIK dengan berbagai sarana infrastruktur baik kabel maupun Satelit.</p>
<p>Sebagai langkah awal, Lippo Group bekerjasama dengan SKY Perfect JSAT Corporation dan Mitsui Corporation meluncurkan satelit yang diberi nama LIPPO STAR pada tanggal 16 Mei 2012. Satelit yang bermuatan 44 KU-Band transponder ini memiliki daya cakup seluruh Indonesia, benua Asia dan wilayah Oceania pada umumnya. LIPPO STAR diluncurkan dari Ariane Launch Complex No.3 (ELA 3) di Kourou, Guyana Perancis, akan segera beroperasi pada tahun ini juga dengan masa aktif selama 15 tahun.</p>
<p>LIPPO STAR seberat 4530 kg yang dibuat oleh Lockheed Martin Commercial Space System akan dibawa ke posisi orbit 124 derajat Bujur Timur oleh roket Arriane-5ECA. Dengan satelit ini, anak perusahaan Lippo Group bisa menyelenggarakan siaran Direct-to-Home (DTH) ke seluruh Indonesia. Dengan Satelit LIPPO STAR, akan semakin banyak program televisi yang bisa dihantarkan langsung ke rumah pelanggan di seluruh Indonesia.</p>
<p>Di sisi lain, perkembangan teknologi, perangkat komunikasi serta keleluasaan pemanfaatan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, akan menaikan tantangan bagi industri kreatif Indonesia untuk memproduksi konten siaran televisi. Hal ini otomatis akan menumbuhkan ketahanan ekonomi nasional Indonesia.</p>
<p>Impacting Life atau mempengaruhi kehidupan dengan baik, itulah yang selalu diupayakan Lippo Group, termasuk dalam meningkatkan kemampuan berkreasi dan berproduksi di dunia pertelevisian. Sebuah tantangan, sekaligus peluang bagi industri kreatif Indonesia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/satelit-lippo-star-diluncurkan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kiat Bangun Loyalitas dengan Pengalaman Pelanggan</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/kiat-bangun-loyalitas-dengan-pengalaman-pelanggan.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/kiat-bangun-loyalitas-dengan-pengalaman-pelanggan.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 10:00:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manifesto]]></category>
		<category><![CDATA[loyalitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29130</guid>
		<description><![CDATA[Semakin mapannya suatu perusahaan, perusahaan akan mulai melihat pentingnya membina hubungan dengan pelanggan dan mulai memperhatikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan mulai menyadari bahwa produk-produk unggulan mereka dapat menjadi suatu komoditas kapanpun apabila tidak ada nilai tambah yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Tekanan inilah yang mendorong perusahaan untuk semakin fokus kepada pelanggan melalui customer relationship [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_29134" class="wp-caption aligncenter" style="width: 650px"><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/customerservice1.jpg"><img class="size-full wp-image-29134" title="Kiat Bangun Loyalitas dengan Pengalaman Pelanggan" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/customerservice1.jpg" alt="customerservice1 Kiat Bangun Loyalitas dengan Pengalaman Pelanggan" width="640" height="430" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: https://www.xavierleadershipcenter.com/wp-content/uploads/2010/12/customerservice1.jpg</p></div>
<p>Semakin mapannya suatu perusahaan, perusahaan akan mulai melihat pentingnya membina hubungan dengan pelanggan dan mulai memperhatikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan. Perusahaan mulai menyadari bahwa produk-produk unggulan mereka dapat menjadi suatu komoditas kapanpun apabila tidak ada nilai tambah yang dapat ditawarkan kepada pelanggan. Tekanan inilah yang mendorong perusahaan untuk semakin fokus kepada pelanggan melalui <em>customer relationship management </em>maupun perbaikan pelayanan.</p>
<p>Berbagai inisiatif dilakukan untuk membangun loyalitas pelanggan. Loyalitas pelanggan sangat penting karena semakin lama biaya akuisisi pelanggan semakin mahal. Semakin banyaknya kompetitor dan munculnya berbagai media baru untuk menjangkau pelanggan menambah rumit proses akuisisi ini. Apalagi saat produk yang dijual sudah menjadi komoditas, loyalitas pelanggan menjadi lebih penting karena dapat menjadi senjata dalam pemasaran dan menjadi duta bagi perusahaan.</p>
<p>Dengan tujuan untuk menjadi lebih dekat dengan pelanggan, beberapa perusahaan mengembangkan sistem <em>customer relationship management </em>yang canggih. Mereka menyusun <em>database</em> pelanggan dengan data-data yang lengkap, baik data demografis maupun psikografis, agar dapat memberikan penawaran yang tepat sesuai segmen pelanggan. Mereka juga melakukan penghitungan tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk maupun pelayanan yang diberikan. Berbagai <em>tools </em>dan teknologi digunakan untuk membentuk perusahaan menjadi suatu perusahaan yang fokus kepada pelanggan.</p>
<p>Perusahaan lain melakukan pendekatan yang berbeda, mulai dari memperkuat <em>brand</em>, memperbaiki pelayanan, sampai meningkatkan kualitas produk. Bentuk karakter <em>brand</em> produk dan perusahaan yang merefleksikan pelanggan Anda, dan pelanggan akan menjadi loyal. Pergunakan anggaran pemasaran Anda untuk program-program promosi untuk pelanggan, dan pelanggan akan menjadi loyal. Tingkatkan pelayanan kepada pelanggan, dan pelanggan akan menjadi loyal. Perkuat proses pengendalian kualitas produk Anda, dan pelanggan akan menjadi loyal. Singkatnya, berbagai upaya dilakukan perusahaan untuk mendapatkan loyalitas dari pelanggan.</p>
<p>Namun apakah inisiatif-inisiatif ini efektif?</p>
<p>Sistem <em>customer relationship management </em>membantu perusahaan untuk memberikan pengalaman yang konsisten dan sesuai dengan harapan pelanggan pada setiap interaksi yang terjadi. Karakter <em>brand</em> yang mencerminkan karakter pelanggan membentuk ikatan emosional antara pelanggan dengan brand. Sedang pelayanan kepada pelanggan menciptakan pengalaman yang unik kepada pelanggan sehingga ia merasa dihargai. Dan sistem pengendalian kualitas yang baik akan mengurangi resiko pelanggan mengalami kegagalan produk. Benang merah dari seluruh inisiatif ini adalah semua memiliki dampak terhadap pengalaman pelanggan dalam menggunakan jasa dan produk perusahaan.</p>
<p>Jadi, pelanggan menjadi loyal karena pengalaman-pengalaman yang mereka dapatkan sebagai hasil dari inisiatif-inisiatif tersebut. Pengalaman positif membentuk suatu ikatan emosional kepada suatu produk atau jasa dari suatu perusahaan, dan ikatan emosional inilah yang akhirnya membentuk loyalitas pelanggan.</p>
<p>Pengalaman yang dapat membentuk loyalitas ini dibentuk oleh berbagai interaksi antara pelanggan dengan produk atau jasa maupun dengan perusahaan sendiri. Dan interaksi yang paling penting dalam membentuk loyalitas adalah interaksi saat penggunaan produk atau penerimaan jasa. Produk atau jasa inilah yang menjadi interaksi yang paling bernilai karena melalui produk dan jasalah pelanggan mengevaluasi apakah perusahaan memenuhi janjinya atau tidak.</p>
<p><strong>*Keterangan:</strong> Artikel ini ditulis oleh Melati dan dimuat di Majalah Marketeers edisi Agustus 2011. Terbagi menjadi dua bagian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/kiat-bangun-loyalitas-dengan-pengalaman-pelanggan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Gunakan Wi-Fi Publik untuk Transaksi Online Banking</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/hatihati-gunakan-wifi-publik-untuk-transaksi-online-banking.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/hatihati-gunakan-wifi-publik-untuk-transaksi-online-banking.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 09:57:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekoadiwaluyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29132</guid>
		<description><![CDATA[Data pada kebanyakan perangkat mobile bisa dengan mudah jatuh ke tangan parapenjahat dunia maya. Inilah hasil mengejutkan yang ditemukan oleh para pakar Kaspersky Lab berdasarkan riset yang dilakukan oleh Harris Interactive padaFebruari – Maret 2012. Untuk memahami perilaku pelanggan terhadapteknologi modern dan ancaman keamanan, perusahaan melakukan survei terhadap 9.000 pengguna perangkat mobile di Amerika Serikat, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Data pada kebanyakan perangkat mobile bisa dengan mudah jatuh ke tangan parapenjahat dunia maya. Inilah hasil mengejutkan yang ditemukan oleh para pakar Kaspersky Lab berdasarkan riset yang dilakukan oleh Harris Interactive padaFebruari – Maret 2012. Untuk memahami perilaku pelanggan terhadapteknologi modern dan ancaman keamanan, perusahaan melakukan survei terhadap 9.000 pengguna perangkat mobile di Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia.</p>
<p>Survei tersebut menunjukkan sekitar 70% pengguna tablet dan 53%pengguna HP menggunakan jaringan Wi-Fi publik untuk berselancar di dunia maya.Menggunakan jaringan publik menjadi cara paling umum yang digunakan untukmengakses internet, selain jaringan provider ponsel. Sebanyak 58% orang yang disurvei untuk komunikasi data menyatakan menggunakan jaringan publik.</p>
<p>Namun, sepertinya banyak pengguna perangkat mobile yang tidak menyadari bahaya menggunakan jaringan Wi-Fi publik. Salah satunya adalah data yang ditransfer melalui berbagai tautan bisa dengan mudah diintersepsi oleh penjahat dunia maya, termasuk data <em>login</em> untuk <em>online banking</em>. Hal inisangat membahayakan karena intersepsi data finansial penting merupakan masalahutama bagi sekitar 60% pengguna perangkat mobile. Yang membuat semakin mengkhawatirkan, perangkat <em>mobile</em> umumnya kurang terproteksi atas akses tanpa otorisasi dari perangkat lain, dibanding komputer.</p>
<p>Survei tersebut juga mengungkap kenyataan bahwa solusi keamanan hanya terinstal pada setengah dari tablet yang ada dan kurang dari 1/4 ponsel atau <em>smartphone</em> atau sekitar 28%. Padahal, 82% pengguna perangkat mobile memiliki <em>software</em> antivirus di komputer dan laptop mereka. Mereka tetap tidak menggunakan solusi keamanan pada perangkat mobile meski ada aplikasi mobile seperti Kaspersky Mobile Security yang didesain untuk melindungi baik perangkat <em>mobile</em> maupun data dan informasi di dalamnya.</p>
<p>Meski didesain sebagai perangkat bergerak,tablet banyak digunakan untuk mengakses internet di rumah (49% pengguna tablet)atau di kantor (39%). Jaringan kantor biasanya memiliki tingkat perlindungan yang lebih baik dan menggunakan protokol dengan enkripsi untuk memastikan keamanan data yang ditransfer. Namun, ini tidak berarti usaha pengamanan lain untuk melindungi perangkat <em>mobile</em> dapat diabaikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/hatihati-gunakan-wifi-publik-untuk-transaksi-online-banking.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Campus Marketeers Club] Roadshow  Bareng Azrul Ananda</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/campus-marketeers-club-roadshow-bareng-azrul-ananda.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/campus-marketeers-club-roadshow-bareng-azrul-ananda.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 09:35:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketeers & The City]]></category>
		<category><![CDATA[Azrul Ananda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29126</guid>
		<description><![CDATA[Campus Marketeers Club yang digelar di Ruang Teater FISIP Universitas Diponegoro Semarang pada 11 Mei 2012 menghadirkan Azrul Ananda sebagai narasumber. Presiden Direktur Grup Jawa Pos tersebut berbagi insight seputar pengalamannya membesarkan Jawa Pos. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Marketeers Semarang dengan HIMA Jurusan Administrasi Bisnis UNDIP dan IMA Sub Chapter UNDIP. CMC serupa digelar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Foto-CMC-Semarang.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29127" title="[Campus Marketeers Club] Roadshow  Bareng Azrul Ananda" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Foto-CMC-Semarang.jpg" alt="Foto CMC Semarang [Campus Marketeers Club] Roadshow  Bareng Azrul Ananda" width="640" height="480" /></a>Campus Marketeers Club yang digelar di Ruang Teater FISIP Universitas Diponegoro Semarang pada 11 Mei 2012 menghadirkan Azrul Ananda sebagai narasumber. Presiden Direktur Grup Jawa Pos tersebut berbagi insight seputar pengalamannya membesarkan Jawa Pos. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Marketeers Semarang dengan HIMA Jurusan Administrasi Bisnis UNDIP dan IMA Sub Chapter UNDIP. CMC serupa digelar di Bandung pada 21 maret.</p>
<p>Azrul juga bercerita seputar prestasi Jawa Pos mendapatkan penghargaan sebagai Best in Design dari WAN IFRA kategori “Best In Newspaper Front Page Design” Gold Award dan  Silver Award. &#8220;Jika mahasiswa hanya kuliah saja buat apa dipanggil ‘mahasiswa’, seharusnya siswa perguruan tinggi. Mahasiswa juga jangan hanya belajar di kampus, seharusnya anak muda juga mesti berfikir dan bertindak kreatif,&#8221; kata Azrul.</p>
<p>Menurut Azrul, prinsip berfikir dan bekerja kreatif khas anak muda telah menjadikan Jawa Pos tetap menjadi pilihan pembaca. &#8220;Jawa Pos menjadi seperti ini, itu juga dari halaman ‘DETEKSI’ untuk anak muda, yang bikin anak muda, yang membaca juga anak muda, inilah The Power of Youth,” pungkas Azrul.</p>
<p>Roadshow bareng Azrul ini juga digelar di Kota Yogyakarta pada 15 Mei dan rencana akan digelar juga di Bali dan Malang.</p>
<p><strong>Reporter: Resha Pramana</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/campus-marketeers-club-roadshow-bareng-azrul-ananda.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penjualan Sepeda Motor Diprediksi Turun 25%</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/penjualan-sepeda-motor-diprediksi-turun-25.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/penjualan-sepeda-motor-diprediksi-turun-25.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 08:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movement]]></category>
		<category><![CDATA[AISI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29124</guid>
		<description><![CDATA[Kebijakan Bank Indonesia yang akan menaikkan ambang batas uang muka (down payment/DP) pembelian kendaraan bermotor diprediksi akan menghambat laju pertumbuhan industri otomotif di Indonesia. &#160; Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, industri sepeda motor diperkirakan akan mengalami dampak yang paling parah dari lahirnya kebijakan tersebut. Karena AISI memperkirakan penjualan sepeda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kebijakan Bank Indonesia yang akan menaikkan ambang batas uang muka (down payment/DP) pembelian kendaraan bermotor diprediksi akan menghambat laju pertumbuhan industri otomotif di Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Gunadi Sindhuwinata, industri sepeda motor diperkirakan akan mengalami dampak yang paling parah dari lahirnya kebijakan tersebut. Karena AISI memperkirakan penjualan sepeda motor nasional tahun 2012 ini akan mengalami penurunan dibanding penjualan tahun lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami sudah mengoreksi target penjualan dari 9 juta unit menjadi 8,4 juta unit. Tapi, melihat realisasi penjualan kuartal pertama, target tersebut kembali dikoreksi menjadi hanya 6,3 juta unit,” ungkap Gunadi. Sayang Gunadi enggan menyebutkan besarnya penjualan sepeda motor nasional hingga akhir kuartal pertama 2012.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Gunadi, setidaknya ada dua issue penting yang mempengaruhi penjualan sepeda motor nasional tahun ini. Pertama karena adanya gonjang ganjing kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu. Kedua karena adanya kebijakan baru tentang DP tersebut. “Uang konsumen hanya cukup untuk bayar cicilan. Kalau uang muka harus besar, berat bagi mereka,” keluhnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan data yang dimiliki AISI, lebih dari 70% pembelian sepeda motor dilakukan dengan cara kredit. “70% yang kredit itu hanya dengan DP 10% kebawah. Jadi dampaknya akan sangat besar,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Walau kurang setuju dengan kebijakan tersebut, namun Gunadi menyebutkan bahwa AISI berusaha untuk tetap taat terhadap kebijakan tersebut. “Sejauh ini kami hanya bisa memberi masukkan. Kita lihat dampaknya setelah peraturan ini benar-benar sudah diterapkan pada Juni nanti. Kalau terus anjlok, dampaknya bukan hanya ke industri otomotif, tapi juga ke berbagai industri lainnya. Termasuk soal penyerapan tenaga kerja,” ujar Gunadi seraya menyebut bahwa ada sekitar 2 juta tenaga kerja yang terlibat di industri otomotif nasional.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/penjualan-sepeda-motor-diprediksi-turun-25.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ponsel Pintar Gantikan Babysitter?</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/ponsel-pintar-menggantikan-babysitter.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/ponsel-pintar-menggantikan-babysitter.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 08:30:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigitkurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Movement]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29118</guid>
		<description><![CDATA[Banyak ibu membagi perangkat bergerak mereka seperti ponsel pintar kepada anak-anak mereka untuk memberi kesibukan dan hiburan. Kesimpulan ini merupakan hasil dari survei yang dilakukan oleh Mom Central Consulting yang berbasis di Amerika Serikat pada  Januari 2012 dan dirilis di situs eMarketer. Di AS, perangkat bergerak ini makin diminati kaum ibu untuk membantu mereka mengatasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/data-02.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29119" title="Ponsel Pintar Gantikan Babysitter?" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/data-02.jpg" alt="data 02 Ponsel Pintar Gantikan Babysitter?" width="430" height="559" /></a>Banyak ibu membagi perangkat bergerak mereka seperti ponsel pintar kepada anak-anak mereka untuk memberi kesibukan dan hiburan. Kesimpulan ini merupakan hasil dari survei yang dilakukan oleh Mom Central Consulting yang berbasis di Amerika Serikat pada  Januari 2012 dan dirilis di situs eMarketer.</p>
<p>Di AS, perangkat bergerak ini makin diminati kaum ibu untuk membantu mereka mengatasi kejenuhan pada diri anak-anak mereka. Survei mengatakan para ibu ingin anak-anak mereka bisa tenang dan bisa diawasi. Uniknya, mereka mengatasinya dengan memberi anak-anak ponsel pintar sedari umur satu tahun.</p>
<p>Survei tersebut memperlihatkan bahwa 39 persen ibu-ibu di AS yang mengakses Internet memiliki ponsel yang mereka berikan kepada anaknya selama perjalanan di mobil. Selain itu, hanya Nintendo DS dan pemutar DVD yang sering digunakan untuk menghibur anak-anak selama perjalanan, masing-masing 40 persen dan 47 persen. Seperempatnya menggunakan iPad untuk &#8220;mainan&#8221; anak-anak mereka.</p>
<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/data-01.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29120" title="Ponsel Pintar Gantikan Babysitter?" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/data-01.jpg" alt="data 01 Ponsel Pintar Gantikan Babysitter?" width="409" height="559" /></a>CEO dan Pendiri Mom Central Stacy DeBroff mengatakan para ibu ini telah mendorong meningkatnya para &#8220;digital native&#8221; yang baru. Bahkan, dalam survei, ditemui anak-anak usia dua tahun sudah bisa membuka dan menggeser fitur iPhone dan memainkan game yang ada di dalamnya.</p>
<p>Survei lain yang digelar pada Juli 2011 oleh BlogHer dan The Parenting Group mempertegas temuan Mom Central.  Menurut survei itu, 33 persen ibu-ibu Gen Y dan 20 persen Gen X mengatakan anak-anak mereka mengakrabi ponsel pintar sejak umur dua tahun.</p>
<p>Apa hubungannya dengan kepentingan pemasar? Pemasar bisa memanfaatkan tren tersebut secara kreatif. Misalnya, menyuguhkan aneka games edukatif bagi anak-anak. Tentu saja, targetnya bukan anak-anak itu, tapi para ibu. Prinsipnya, ibu-ibu ini tidak keberatan anak-anak mereka masuk ke alam digital selagi balita. Yang penting, seperti ditulis eMarketer, anak-anak mereka bisa bermain dengan aman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/ponsel-pintar-menggantikan-babysitter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Audi A5 Coupe Incar Niche Market</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/audi-a5-coupe-incar-niche-market.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/audi-a5-coupe-incar-niche-market.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 08:12:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Taufik Hidayat</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maneuver]]></category>
		<category><![CDATA[Audi A5 Coupe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29115</guid>
		<description><![CDATA[PT Garuda Mataram Motor, ATPM mobil Audi, semakin memantapkan posisinya di pasar mobil mewah di tanah air dengan meluncurkan produk terbarunya, Audi A5 Coupe. &#160; Kendaraan jenis sedan 2 pintu (coupe) dengan kapasitas mesin 2.0 liter ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan mewah berkarakter sport dengan tenaga yang besar. &#160; Menurut Andrew [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PT Garuda Mataram Motor, ATPM mobil Audi, semakin memantapkan posisinya di pasar mobil mewah di tanah air dengan meluncurkan produk terbarunya, Audi A5 Coupe.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kendaraan jenis sedan 2 pintu (coupe) dengan kapasitas mesin 2.0 liter ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan kendaraan mewah berkarakter sport dengan tenaga yang besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Andrew Nasuri, CEO Garuda Mataram Motor, pasar mobil jenis coupe memang tidaklah besar di Indonesia. Namun demikian, menurutnya ceruk pasar tersebut tetap ada. “Yang kami incar adalah niche market. Penggemar mobil sport di Indonesia cukup besar. Audi A5 Coupe ini bisa menjadi salah satu pilihan,”ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Andrew sangat optimis, kendaraan yang dibanderol dengan harga Rp 690 juta (off the road Jakarta) ini akan diminati pasar. Bahkan, dia yakin “jatah” Garuda Mataram Motor yang hanya 20 unit akan diserap pasar dalam waktu yang tidak terlalu lama. “Strategi harga yang kami terapkan memberikan kesempatan yang besar bagi seluruh penggemar mobil jenis coupe untuk dapat memilikinya,” ujar Andrew.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/audi-a5-coupe-incar-niche-market.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/lustrum-fakultas-psikologi-universitas-ciputra-uc-town.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/lustrum-fakultas-psikologi-universitas-ciputra-uc-town.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>marketeers</dc:creator>
				<category><![CDATA[Marketeers & The City]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29109</guid>
		<description><![CDATA[Memperingati Lustrum Pertama, Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, kampus yang berbasis entrepreneurial skill di Jawa Timur, memeriahkannya dengan berbagai kegiatan kreatif . Acara diadakan selama empat hari, dari Senin, 7 Mei 2012 hingga Jumat, 11 Mei 2012. Pada Senin, diadakan talkshow “Pola Asuh Kreatif” dengan pembicara yang sudah tidak asing lagi dengan topik keluarga, yaitu Ir. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Pic-Univ-Ciputra2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29110" title="Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Pic-Univ-Ciputra2.jpg" alt="Pic Univ Ciputra2 Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town" width="640" height="427" /></a>Memperingati Lustrum Pertama, Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, kampus yang berbasis <em>entrepreneurial skill </em>di Jawa Timur, memeriahkannya dengan berbagai kegiatan kreatif . Acara diadakan selama empat hari, dari Senin, 7 Mei 2012 hingga Jumat, 11 Mei 2012.</p>
<p>Pada Senin, diadakan <em>talkshow</em> “Pola Asuh Kreatif” dengan pembicara yang sudah tidak asing lagi dengan topik keluarga, yaitu Ir. Tony Antonio, M.Eng, Dra. Jenny Lukito Setiawan, MA, PhD, Psikolog, dan Dra. Astrid Wiratna, Psikolog. Para orang tua dan mahasiswa sangat antusias menikmati paparan narasumber yang mengupas teknik pengembangan pola asuh yang kreatif dalam keluarga agar menghasilkan buah hati yang aktif dan imajinatif.</p>
<p>Di hari kedua, diadakan Workshop bertema “Creative Teaching” dengan pembicara yang rajin bergiat di bidang pendidikan, yaitu Ellya Kurniawan, S.Psi., M.Si., Psikolog dan Drs. Dwi Sunu, M.Ed. Workshop ini diikuti oleh tenaga pengajar yang ada di Surabaya, mulai dari guru TK sampai guru SMA. Banyak juga calon mahasiswa yang bersemangat mengikuti. Peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana membuat proses belajar-mengajar menjadi menyenangkan, sehingga siswa mudah mengerti dan tidak merasa bosan dengan materi yang disampaikan. Setelah workshop selesai, peserta diminta untuk melakukan simulasi praktek gaya mengajar kreatif di depan juri.</p>
<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Pic-Univ-Ciputra1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29111" title="Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Pic-Univ-Ciputra1.jpg" alt="Pic Univ Ciputra1 Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town" width="640" height="427" /></a>Hari ketiga, diadakan seminar “Creativity for Nation” yang dibawakan oleh Andreas Bordes, salah satu mahasiswa Psikologi Universitas Ciputra angkatan 2011 yang telah memiliki sertifikasi sebagai motivator. Seminar ini sangat diminati oleh hadirin yang umumnya mahasiswa dan siswa SMA. Gagasan yang disampaikan memotivasi peserta untuk mengembangkan potensi diri. Selain seminar, diadakan juga lomba <em>Shoes Painting </em>dimana para peserta diminta untuk menuangkan kreativitasnya dengan melukis di media sepatu. Lomba ini diikuti oleh 9 kelompok mahasiswa dan siswa SMA yang ada di Surabaya.</p>
<p>Hari terakhir, Jumat, diadakan <em>Closing Ceremony</em> peringatan Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Penutupan ini berlangsung meriah, dihadiri oleh para peserta seminar, talkshow, workshop dan lomba dari hari pertama sampai hari ketiga, para alumni Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, mahasiswa mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Ciputra, dosen tetap dan dosen Luar Biasa Fakultas Psikologi Universitas Ciputra. Di acara puncak ini, diberikan <em>award</em> kepada mahasiswa-mahasiswa Psikologi Universitas Ciputra yang berprestasi, baik dalam bidang akademik, <em>business &amp; social</em>, <em>leadership</em>, <em>art</em>, <em>hobbies</em> dan <em>sport</em>. Selain itu, diberikan juga <em>award</em> kepada dosen terfavorit berdasarkan hasil voting dari mahasiswa. Ada juga acara <em>launching</em> <em>Business Centre</em> oleh para dosen tetap Universitas Ciputra. Acara ini ditutup dengan tiup lilin bersama para dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra.</p>
<p><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Pic-Marketeers.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-29112" title="Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/Pic-Marketeers.jpg" alt="Pic Marketeers Lustrum I Fakultas Psikologi Universitas Ciputra UC Town" width="640" height="480" /></a>Marketeers sebagai media partner, ikut hadir mendukung kegiatan positif ini. Marketeers mendukung<em> </em>dengan meliput hajatan ini di radio Marketeers dan membagikan gratis puluhan<em> back issued</em> majalah Marketeers ke mahasiswa peserta lomba dan seminar, juga <em>sharing</em>tentang kewirausahaan dengan mahasiswa yang berkunjung di stand Marketeers. | <strong>Penulis:  Arief Kurniawan</strong></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/lustrum-fakultas-psikologi-universitas-ciputra-uc-town.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dinilai Tak Efektif, GM Tarik Iklannya dari Facebook</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/dinilai-tak-efektif-gm-tarik-iklannya-dari-facebook.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/dinilai-tak-efektif-gm-tarik-iklannya-dari-facebook.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 03:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sigitkurniawan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maneuver]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[general motors]]></category>
		<category><![CDATA[GM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29104</guid>
		<description><![CDATA[Dinilai tidak efektif, General Motor (GM) menarik kembali iklannya dari Facebook. Hal ini dilakukan beberapa saat sebelum IPO Facebook digelar. Demikian informasi yang dirilis oleh Wall Street Journal seperti dikutip oleh situs Mashable (16/05/2012). Pihak perusahaan menilai iklan pada laman besutan Mark Zuckerberg ini dinilai memiliki dampak kecil pada konsumen. Tapi, GM tetap akan memanfaatkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_29105" class="wp-caption aligncenter" style="width: 572px"><a href="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/general-motors.jpg"><img class="size-full wp-image-29105" title="Dinilai Tak Efektif, GM Tarik Iklannya dari Facebook" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/general-motors.jpg" alt="general motors Dinilai Tak Efektif, GM Tarik Iklannya dari Facebook" width="562" height="383" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: http://c276161.r61.cf1.rackcdn.com/wp-content/uploads//general-motors.jpg</p></div>
<p>Dinilai tidak efektif, General Motor (GM) menarik kembali iklannya dari Facebook. Hal ini dilakukan beberapa saat sebelum IPO Facebook digelar. Demikian informasi yang dirilis oleh Wall Street Journal seperti dikutip oleh situs Mashable (16/05/2012).</p>
<p>Pihak perusahaan menilai iklan pada laman besutan Mark Zuckerberg ini dinilai memiliki dampak kecil pada konsumen. Tapi, GM tetap akan memanfaatkan halaman Facebook khusus merek yang tentunya tidak berbayar.</p>
<p>Kepala Pemasaran GM Joel Ewanick mengatakan GM menimbang ulang kembali iklan di Facebook sembari menyatakan komitmennya mengembangkan strategi konten yang agresif terkait semua produknya, mengingat media tersebut bisa digunakan untuk membangun keterlibatan konsumen.</p>
<p>Asal tahu saja, produsen mobil ini menghabiskan sekitar USD 40 juta untuk pemasaran di Facebook, yang seperempatnya dihabiskan untuk iklan. Selebihnya, dana digunakan untuk pembuatan konten. Sementara itu, GM menghabiskan rata-rata USD 1,8 triliun untuk iklan secara global per tahunnya.</p>
<p>GM bukan satu-satunya pengkritik halaman iklan Facebook tersebut  Analis dari Forrester Research Nate Elliott menulis di blognya yang isinya mempertanyakan efektivitas iklan di Facebook. &#8220;Salah satu perusahaan produk konsumer global baru-baru ini mengatakan kepada kami bahwa Facebook semakin parah, bukan lebih baik dalam membantu pemasar. Dan, beberapa perusahaan di industri, dari elektronik sampai jasa keuangan, mengatakan tidak yakin lagi dengan Facebook sebagai tempat terbaik untuk mendedikasikan anggaran pemasaran mereka,&#8221; kata Elliott.</p>
<p>Sementara, Facebook berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 3,7 miliar pada tahun 2011. Pendapatan itu didominasi oleh iklan. Tapi, pada kuartal pertama 2012, pendapatan Facebook turun bila dibanding kuartal yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan ini oleh sebagian kalangan di Facebook disebabkan oleh tren periklanan ke perangkat bergerak, seperti ponsel.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/dinilai-tak-efektif-gm-tarik-iklannya-dari-facebook.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bing Terintegrasi dengan Media Sosial: Caring dan Conversation Semakin Mudah</title>
		<link>http://the-marketeers.com/archives/bing-terintegrasi-dengan-media-sosial-caring-dan-conversation-semakin-mudah.html</link>
		<comments>http://the-marketeers.com/archives/bing-terintegrasi-dengan-media-sosial-caring-dan-conversation-semakin-mudah.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 11:43:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ekoadiwaluyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Maneuver]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://the-marketeers.com/?p=29093</guid>
		<description><![CDATA[Microsoft melakuan perombakan besar pada mesin pencari miliknya, Bing.  Dengan perombakan ini, Bing dikatakan akan bisa menyaingi Google lantaran dalam tampilan baru ini Bing akan menampilkan banyak hasil pencarian dari media-media sosial, seperti Facebook dan lainnya. Sehingga, data  yang muncul akan lebih relevan dan berkualitas. Kemampuan mengakses media sosial ini setelah Microsoft menambah fitur baru [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Microsoft melakuan perombakan besar pada mesin pencari miliknya, Bing.  Dengan perombakan ini, Bing dikatakan akan bisa menyaingi Google lantaran dalam tampilan baru ini Bing akan menampilkan banyak hasil pencarian dari media-media sosial, seperti Facebook dan lainnya. Sehingga, data  yang muncul akan lebih relevan dan berkualitas.</p>
<p>Kemampuan mengakses media sosial ini setelah Microsoft menambah fitur baru di Bing sejak awal bulan Mei. Sinkronisasi ini membuat Bing nampaknya akan menjadikan Bing lebih digemari dibanding Google. Adanya kolom tambahan <strong>Sidebar panes</strong>-lah yang akan membuat antara Bing dengan beragam media sosial menjadi terintegrasi.</p>
<p>“Bing mengarahkan pengguna  ke teman di Facebook yang mengerti tentang topik yang sedang  dicari berdasarkan apa yang di ‘like’, foto, dan profil informasi yang mereka <em>share. </em>Dengan begitu, pengguna bisa bertanya tentang topik yang dimaksud,”  kata Microsoft di blog mereka.</p>
<p>Bila Anda mengetikkan kata terkait dengan topik yang sedang Anda cari, tidak hanya muncul link-link yang terkait dengan informasi yang Anda cari di kolom utama. Lebih dari itu, di sisi kanan tampilan akan muncul kolom tambahan dengan ‘Snapshot’yang akan mensinkronisasi hasil pencarian Bing dengan media sosial, seperti Facebook, Twitter, Quora, bahkan Google+.  Mereka yang ditampilkan di kolom tambahan ini adalah akun-akun “Friend” yang  yang memiliki informasi berupa foto atau apa pun yang mereka “Share”yang terkait dengan topik yang sedang Anda cari.  Hasil pencarian dari non-friends, seperti dari para ahli yang ada di semua situs, juga disajikan oleh Bing.</p>
<p>Dengan begitu Anda bisa bertanya  lewat posting ke wall (Ask Friends)  dan juga memberikan anjuran teman di dalam jejaring sosial yg mungkin mengetahui topik <em>keyword</em> (Friends Who Might Know &amp; People Who Know).</p>
<p><a href="http://the-marketeers.com/archives/bing-terintegrasi-dengan-media-sosial-caring-dan-conversation-semakin-mudah.html/new_bing-relaunch" rel="attachment wp-att-29094"><img class="alignnone size-medium wp-image-29094" title="Bing Terintegrasi dengan Media Sosial: Caring dan Conversation Semakin Mudah" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/05/new_bing-relaunch-350x247.png" alt="new bing relaunch 350x247 Bing Terintegrasi dengan Media Sosial: Caring dan Conversation Semakin Mudah" width="350" height="247" /></a></p>
<p><strong>Apa Dampaknya Bagi Dunia Marketing?</strong></p>
<p>Sebelumnya menjawab pertanyaan ini bisa diperkirakan yang akan terkena imbas negatifnya tentu saja adalah Google. Bisa jadi mesin pencari ini akan ditinggalkan oleh penggunanya selama ini.</p>
<p><em>Nah</em>, untuk dunia marketing akan mendapat dampak positif karena bisa menjadi sebuah media gratis  yang semakin membuat merek tambah  interaktif dan responsif ketika ada orang yang sedang menggali informasi tentang suatu merek. Dalam New Wave Marketing terdapat elemen <em>Conversation</em> dan  <em>Caring</em> yang sangat bisa diterapkan di Bing yang sudah terintegrasi dengan media sosial ini.</p>
<p>Bayangkan saja, ketika ada orang yang mencari informasi tentang merek Anda lewat Bing dan diarahkan ke media sosial merek Anda, tugas Anda hanyalah segera merespon dan melayani semua pertanyaan bila diajukan ke akun Anda. Hanya saja, marketer Indonesia masih harus menuggu untuk bisa melakukan itu semua. Pasalnya, sinkronisasi Bing dengan media sosial baru bisa dinikmati <em>user</em> di Amerika. Negara lain akan segera menyusul. Kita tunggu saja!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://the-marketeers.com/archives/bing-terintegrasi-dengan-media-sosial-caring-dan-conversation-semakin-mudah.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

