Pada 22 Februari 2010, MarkPlus kembali menggelar acara New Wave Marketing Power Lunch yang berlangsung di kampus MarkPlus Institute of Marketing (MIM) Jakarta. Acara yang diprakarsai Marketeers, komunitas pemasaran terbesar di Indonesia itu dihadiri lebih dari 70 undangan dengan tema “Indonesia Youth 02-22-20”. Di depan kantor MarkPlus berdiri bola raksasa Hyundai yang menyambut kedatangan para undangan.
Acara kali ini lebih berkesan karena MarkPlus mengundang 22 orang anak muda Indonesia berprestasi (11 pria dan 11 wanita) untuk menuliskan impian mereka dalam secarik kertas dan memasukkannya dalam Time Cube (kubus) yang akan disimpan selama 10 tahun. Pada 22 Februari 2020 Time Cube tersebut akan dibuka dan impian mereka akan dibacakan.
Acara yang dibuka Founder dan President MarkPlus Hermawan Kartajaya tersebut dihadiri para tokoh pemuda serta Deputi Menteri Bidang Pengembangan Kepemimpinan Pemuda dan Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Budi Setiawan. Turut hadir dalam acara itu antara lain pengusaha nasional Ciputra, presenter Panji Pragiwaksono, Djonnie Rahmat COO MRA Group yang juga bos Harley Davidson Indonesia dan Victor Hartono dari PB Djarum.
Mereka yang memasukkan impiannya dari kelompok pria berprestasi antara lain Doni Tata (pembalap), Hendy Setiono (CEO Kebab Turki), Sandhy Sandoro (juara kontes New Wave 2009 di Latvia), Dono Firman (Pura-Pura Records) dan Firman Utina (pemain sepakbola). Sementara dari kelompok wanita berprestasi antara lain Theresia Ebenna Ezeria Pardede (politisi sekaligus artis), Angelina Veni Johanna (Peraih Medali Perak Olimpiade Komputer Dunia), dan Imelda Fransiska (Miss Indonesia 2005).
Dalam sambutannya Hermawan Kartajaya menyebutkan menurut UU No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, definisi pemuda Indonesia adalah mereka yang berusia 16 tahun hingga 30 tahun. Di era New Wave ini kaum muda yang telah “memojokkan” orang tua itu diharapkan bisa menjadi kekuatan moral, kontrol sosial dan agen perubahan.
Sementara Budi Setiawan mengatakan, sejak zaman kemerdekaan telah banyak tokoh muda berperan dalam membangun bangsa ini. Saat Kongres Pemuda II pada 1928 misalnya, orang muda yang ikut kongres rata-rata berusia di bawah 20 tahun. Pencipta lagu Indonesia Raya W.R. Soepratman salah satu peserta kongres waktu itu, usianya juga belum 20 tahun.
Untuk itu Budi mendorong pemuda Indonesia memiliki sifat DORAEMON (Dream, Opportunity, Reform, Action, Energy, Mapping, Organizing dan Networking). Artinya pemuda Indonesia harus memiliki mimpi, mampu meraih kesempatan, mampu melakukan perubahan, sigap bertindak, energik, mampu memetakan persoalan, mampu mengorganisir dan mampu membuat jaringan.
Ingin tahu siapa saja 22 orang anak muda Indonesia berprestasi yang telah memasukkan impian mereka dalam Time Cube 02-22-20?
*Nantikan edisi Marketeers April 2010 untuk artikel selengkapnya!